Ditolak di Filipina, Gojek perluas layanan di Singapura

Perluasan layanan Gojek di Singapura terjadi setelah regulator Filipina menolak layanannya. Kini semua orang di Singapura bisa mencoba Gojek.

Ditolak di Filipina, Gojek perluas layanan di Singapura (Foto: Gojek)

Gojek telah memperluas jangkauannya di Singapura. Hal ini memperkuat kehadiran Gojek di Negara Kota tersebut, setelah melakukan pengujian beta akhir tahun lalu. Selain itu, upaya ini juga memantapkan startup Tanah Air tersebut dalam menyaingi Grab di markas besarnya.

Perluasan layanan Gojek di Singapura terjadi setelah regulator Filipina menolak layanannya. Gojek dinilai belum mematuhi batas kepemilikan asing, sehingga tak mendapat izin untuk melantai di Filipina.


BACA JUGA

GoPay kasih cashback untuk penggemar PUBG

Mitsubishi kucurkan dana investasi ke Gojek

Gojek beri pelatihan pengelolaan keuangan untuk mitra driver


Di Singapura sendiri, Gojek melakukan pengujian beta pada 29 November 2018. Kala itu, layanan ride-hailing Gojek terbatas dari dan ke kota tertentu. Dilansir Financial Times (11/1), kini Gojek sudah memperluas jangkauannya di seluruh kota dan aplikasinya terbuka untuk semua penduduk Singapura.

"Setelah kesuksesan fase awal peluncuran beta kami, kami sangat senang untuk memperluas fase beta kami ke semua konsumen di Singapura untuk memberi semua orang kesempatan merasakan Gojek," kata Andre Soelistyo, Presiden Gojek.

"Kami berkomitmen untuk membawa pilihan ke pasar ride-hailing di Singapura, pusat inovasi dan mobilitas perkotaan di Asia Tenggara. Melalui peluncuran aplikasi kami secara bertahap, kami memastikan Gojek memenuhi kebutuhan Singapura dan akan teruji seiring waktu."

Selama fase beta awal Gojek pada 29 November 2018, hanya beberapa kalangan pelanggan yang diberi akses prioritas ke aplikasi. Sementara area layanan Gojek telah mencakup lebih dari setengah Singapura, termasuk Jurong East, Central Business District dan Changi Airport. Namun Gojek memperluas area layanannya ke seluruh Singapura mulai 2 Januari. Dengan begitu, seluruh pengguna bisa memakai Gojek kemana pun mereka inginkan di Singapura.

Penolakan regulator Filipina atas Gojek sendiri, menjadikan Grab satu-satunya penyedia layanan taxi on demand di Filipina. Laporan baru dari Google dan Temasek menunjukkan pasar ride-hailing dan pengiriman makanan di Filipina bernilai sekitar USD500 juta pada 2018. Sementara di Singapura nilainya diperkirakan meningkat hingga USD1,8 miliar pada 2018. 

Pasar di Singapura sejauh ini telah didominasi oleh Grab. Oleh karenanya, wajar jika Gojek ingin menambah jumlah pelanggan di negara asal Grab tersebut. Sebelumnya Gojek telah menghadirkan layanannya di Vietnam pada September lalu. Layanan Gojek juga tengah diuji di Thailand sejak pertengahan Desember.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: