CD Red Projekt garap judul The Witcher baru dengan Unreal Engine 5
Dalam sebuah pengumuman terbaru, disebutkan bahwa CD Projekt Red kembangkan gim Witcher baru, kemungkinan hadir tanpa Geralt.
Kesuksesan serial gim The Witcher memang tidak bisa terelakkan. Dari semua seri yang pernah diluncurkan, termasuk The Witcher 3, memiliki jumlah penjualan yang terbilang cukup besar.
Namun, para penggemar masih sangat menantikan kehadiran kelanjutan dari gim yang satu ini. Oleh karena itu, sang pengembang, CD Projekt Red mengumumkan bahwa mereka sedang mengembangkan seri baru untuk waralaba yang satu ini.
Mereka mengatakan, untuk serial terbaru dari The Witcher, kemungkinan akan memiliki kisah baru. Sayangnya, hingga saat ini masih belum jelas jalan cerita seperti apa yang akan mereka tampilkan.
Dalam teaser terbaru, pengembang gim asal Polandia tersebut memposting gambar yang tampak seperti medali Witcher seperti lynx di tengahnya, seperti dikutip dari laman Engadget (22/3). Kemungkinan, mereka akan membuat cerita di sekitar medali ini.
- FFNS 2026 Spring Resmi Dibuka, Tim Indonesia Siap Bersaing Menuju Piala Dunia Free Fire
- Begini Cara Pemain Roblox Mengeksplorasi Gaya, Avatar, dan Game Favorit Sepanjang 2025
- RRQx7SINS Siap Angkat Nama Indonesia di Delta Force Invitational Warfare 2025
- GOGOGO School Championship Buka Peluang Pelajar SMA Masuk Ekosistem Esport Nasional Lewat Game MLBB
https://t.co/XtbfqscMWr pic.twitter.com/eK6ZIbfLRa
— The Witcher (@witchergame) March 21, 2022
Seperti diketahui, Geralt of Rivia, protagonis novel fantasi gelap Andrezej Sapkowski ini merupakan siswa School of the Wolf, dimana mengenakan medali Wolf dalam setiap petualangannya.
Jadi, dengan munculnya medali ini, ada kemungkinan bahwa gim ini akan berpusat pada sosok siswa lulusan School of the Cat. Jadi, gamer kemungkinan tak lagi akan memainkan karakter Geralt di gim selanjutnya.
Mereka juga dikabarkan akan menggunakan game engine baru untuk menggarap gim tersebut. CD Projekt Red disebut akan menggunakan Unreal Engine 5 ketimbang REDengine, karena game engine tersebut telah digunakan untuk The Witcher 3: Wild Hunt dan Cyberpunk 2077 sehingga membutuhkan beberapa peningkatan baru untuk tetap relevan.








