sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id praxis
Rabu, 09 Jun 2021 11:27 WIB

Penjelasan Instagram terkait algoritma di platformnya

Dalam sebuah postingan blog terbaru, Instagram memaparkan bagaimana cara algoritma baru mereka bekerja untuk para pengguna platformnya.

Penjelasan Instagram terkait algoritma di platformnya

Sudah lebih dari lima tahun setelah Instagram memutuskan untuk berpindah dari menggunakan chronological feed dengan penggunaan algoritma untuk memberikan rekomendasi untuk penggunanya. 

Banyak orang yang mengatakan bahwa mereka rindu masa-masa sebelum Instagram memilih menggunakan algoritma baru. Sebab, mereka melihat bahwa rekomendasi yang muncul saat ini tidak sesuai dengan keinginan mereka.

Tapi, tampaknya Instagram tidak tertarik untuk kembali menggunakan sistem lama. Untuk membuat para pengguna yakin perpindahan ini merupakan sebuah hal yang tepat untuk dilakukan, Instagram pun memposting sebuah tulisan bagaimana teknologi tersebut bekerja.

Postingan blog tersebut ditulis oleh Adam Mosseri, kepala Instagram. Dia mengatakan, dalam sebuah aplikasi tidak hanya terdiri dari satu algoritma. Setiap bagian dari aplikasi memiliki seperangkat kode sendiri yang mengatur bagaimana peringkat konten.  

Semua algoritma secara umum bekerja dengan cara yang sama, meskipun nantinya disesuaikan dengan bagaimana seorang pengguna menggunakan Instagram.

Misalnya, ketika berbicara Feed dan Story, Instagram mengatakan tujuannya adalah untuk menempatkan foto dan video di depan pengguna yang berasal dari teman, keluarga, dan orang-orang terdekat. 

Setiap postingan diberi peringkat berdasarkan informasi yang diambil aplikasi dari kebiasaan pengguna. Menurut Instagram, ada "ribuan" dari "informasil" ini, tetapi dalam sebagian besar kasus, salah satu yang lebih penting adalah popularitas sebuah postingan.

Namun, itu juga akan mempertimbangkan aktivitas terbaru Anda dan riwayat berinteraksi dengan seseorang. Instagram kemudian akan menggunakan informasi ini untuk memprediksi seberapa besar kemungkinan Anda akan menghabiskan "beberapa detik" pada sebuah postingan untuk berkomentar, menyukai, dan menyimpannya.

"Semakin besar kemungkinan Anda untuk mengambil tindakan, dan semakin berat kami menimbang tindakan itu, semakin tinggi Anda akan melihat postingan itu," kata Mosseri, seperti dikutip dari laman Engadget (9/6).

Singkatnya, Instagram bertujuan untuk memaksimalkan keterlibatan pengguna dengan sebuah postingan. Sementara fokus bergeser ke kemampuan untuk ditemukan dengan tab Explore, di sini Instagram juga mencoba mengukur seberapa besar kemungkinan pengguna terlibat dengan foto atau video.

Namun, hal ini sedikit berbeda pada fitur Reels. Instagram mengatakan tujuannya adalah menampilkan klip yang menurut pengguna lucu atau menghibur. Untuk itu, mereka mengatakan prediksi paling penting yang coba dibuatnya ketika datang ke Reels adalah apakah pengguna akan menontonnya sampai habis.

Tag
Share
×
tekid
back to top