sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id benq
Rabu, 03 Feb 2021 09:55 WIB

Saling tuduh, ByteDance dan Tencent tempuh jalur hukum

Perusahaan pemilik TikTok, ByteDance menggugat Tencent atas tuduhan antitrust yang memblokir tautan konten Douyin di aplikasi WeChat dan QQ.

Saling tuduh, ByteDance dan Tencent tempuh jalur hukum
Source: Yicai Global

Dua perusahaan besar asal Tiongkok, kabarnya akan bertemu di pengadilan. Menurut kabar dari South China Morning Post (3/2), ByteDance telah menggugat Tencent atas tuduhan melanggar undang-undang antitrust Tiongkok dengan memblokir akses konten Douyin, TikTok versi domestik.

Dalam gugatan, perusahaan pemilik TikTok itu menyebut angka USD14 juta sebagai kompensasi karena Tencent telah memblokir tautan Douyin di platform pesan WeChat dan QQ.

“Kami percaya bahwa persaingan lebih baik bagi konsumen dan mendorong inovasi,” kata perwakilan ByteDance. “Kami telah mengajukan gugatan ini untuk melindungi hak kami dan hak pengguna kami.”

Menanggapi berita ini, Tencent melalui salah satu akun publik resmi WeChat mengatakan tidak menerima dokumen terkait gugatan tersebut. Mereka mengklaim, tuduhan ByteDance adalah tidak benar dan “fitnah jahat.” Perusahaan juga berencana akan membalas gugatan ByteDance dengan tuduhan merusak ekosistem platform dan melanggar hak pengguna.

Tencent mengklarifikasi, tautan yang diblokir adalah konten terkait keuangan dan perawatan kesehatan, dengan alasan risiko tinggi penipuan dan taktik penjualan ilegal pada platform pihak ketiga.

Di Tiongkok, video keuangan yang meliputi ekonomi dan manajemen kekayaan memang salah satu konten yang populer. Pada November lalu, 100 juta pengguna telah terlibat dengan konten sejenisnya dan 29 juta kreator memproduksinya.

“Tindakan jenis ini (untuk memblokir pesaing dari platform internet) cukup umum di insudtri. Tidak ada hukum yang melarangnya,” kata Ge Jia, seorang analis internet independen. Di samping itu, Douyin mengatakan, mereka tidak akan mengizinkan kreator memproduksi konten semacam itu untuk dibagikan ke WeChat dan QQ.

“Ada risiko tinggi jika kreator manajemen keuangan dan medis memperkenalkan pengikut mereka ke platform eksternal. Beberapa akan menjual kursus, secara ilegal mendukung saham tertentu (untuk investor individu) atau melakukan konsultasi medis di WeChat atau QQ, yang dapat merusak properti dan keselamatan pribadi pengguna,” kata Douyin dalam pesan yang diunggah di halaman resmi Weibo.

Pernyataan Douyin dikeluarkan sebagai tanggapan atas rumor yang beredar yang mengatakan aplikasi video pendek itu mencoba memblokir Tencent dari platformnya. Beberapa pengguna diberitahu oleh Douyin untuk membersihkan informasi kontak yang tidak relevan.

Perselisihan antara kedua perusahaan ini bukanlah hal yang baru. Namun, ini pertama kalinya bagi ByteDance mengajukan gugatan terkait antitrust.

Share
×
tekid
back to top