Bethesda : Layanan streaming gim tak akan gantikan konsol atau PC

Wakil Presiden Senior Pemasaran dan Komunikasi Global Bethesda, Pete Hines mengatakan awal dari layanan streaming gim akan bernasib sama seperti VR.

Bethesda : Layanan streaming gim tak akan gantikan konsol atau PC Ilustrasi Layanan Streaming Gim

Hiruk pikuk para penggemar gim menantikan kehadiran layanan streaming gim seperti Stadia milik Google, xCloud milik Microsoft, dan lainnya semakin terasa. Hal ini dikarenakan dalam beberapa bulan lagi, beberapa dari layanan tersebut akan segera dapat digunakan oleh para gamer di Amerika dan Eropa.

Meskipun disebut sebagai platform gim masa depan, beberapa pihak masih belum melihat akan adanya ‘kiamat’ untuk konsol gim dan PC. Salah satunya adalah Wakil Presiden Senior Pemasaran dan Komunikasi Global Bethesda, Pete Hines yang yakin kedua platform tersebut tidak akan mati.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Minecraft capai 112 juta pemain aktif bulanan

Telkomsel sebut sebagian besar gamer Indonesia adalah pekerja kantoran

Rudiantara : Saya juga suka main gim


Dia mengatakan, hype dari layanan tersebut akan mirip dengan hari-hari awal teknologi VR. “Rasanya sangat mirip dengan hari-hari awal VR. Ada potensi luar biasa di sana, tetapi saya juga tidak berpikir bahwa satu tahun dari sekarang tidak ada yang akan bermain game di konsol atau PC lagi dan memilih untuk melakukan streaming gim,” kata Pete seperti dikutip dari laman Wccftech (9/7/2019).

“Layanan ini akan memiliki pertumbuhan dalam jumlah tertentu, tetapi potensi yang dimilikinya relatif biasa terhadap (platform) yang lain, dan merupakan salah satu dari hambatan adopsi yang luar biasa.”

Dia menjelaskan, ketika ada orang yang mengatakan bahwa mereka tidak akan pernah bermain Doom Eternal karena mereka tidak memiliki PC gaming dan mereka tidak mau menghabiskan jutaan rupiah 400 untuk konsol, itulah akhir dari percakapan. Mereka mungkin merupakan calon pelanggan potensial untuk layanan streaming.

“Saat mereka tahu bahwa pada dasarnya apa pun yang memiliki layar, dapat memainkan judul gim AAA, 60fps, 4K, maka mereka merupakan calon konsumen yang sebelumnya belum pernah ada,” ungkapnya.

“Jumlah potensinya adalah ratusan juta atau bahkan miliaran. Sekarang saya tidak mengatakan bahwa semua orang akan berpindah menjadi konsumen AAA senilai Rp840 ribu per bulan, tetapi Anda hanya membuka diri kepada lebih banyak orang yang tidak perlu melakukan upgrade PC setiap gim baru muncul, atau mendapatkan konsol baru, atau membeli satu game.”

Hal ini cukup berani dikatakan oleh salah satu petinggi Bethesda. Padahal, mereka adalah salah satu kontributor awal terbesar Google Stadia dengan DOOM Eternal, DOOM 2016, Rage 2, The Elder Scrolls Online, dan Wolfenstein: Youngblood.

Bahkan, selama E3 2019 Showcase-nya, Bethesda juga mengumumkan sebuah layanan teknologi yang bernama Orion. Teknologi ini merupakan sebuah teknologi baru yang dibangun khusus untuk mengoptimalkan bandwidth dan latensi saat streaming game.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: