sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id synologi
Selasa, 31 Agst 2021 10:18 WIB

Berapa perbedaan harga service resmi dan independen?

Ternyata untuk memperbaiki sebuah laptop MacBook Pro pengguna akan mendapatkan perbedaan di kisaran 30% persen saat membawanya ke servis resmi dan independen.

Berapa perbedaan harga service resmi dan independen?

Memperbaiki laptop atau perangkat elektronik secara general merupakan momok yang menakutkan. Sebab, saat kita membawa perangkat yang rusak ke service center resmi sebuah vendor, kita akan dihadapkan dengan tagihan yang mahal.

Namun, seperti diketahui, kita sebenarnya memiliki pilihan untuk membawa perangkat elektronik ke tempat service yang tidak resmi. Namun, di beberapa negara, seperti Amerika Serikat, vendor tidak mau memberikan sparepart mereka ke tempat service non resmi.

Hal inilah yang membuat gerakan reparasi independen di negara tersebut. Tapi, sebenarnya seberapa jauh perbedaan harga service di service center resmi dengan melakukan service di toko service independen?

Ubergizmo (31/8) melaporkan bahwa WSJ telah membuat sebuah video baru yang membahas hal tersebut. Ternyata, dalam video tersebut, mereka mendapatkan fakta yang mengejutkan.

 

 

Tim WSJ membawa MacBook Pro yang mengalami kerusakan karena terkena air. Saat dibawa ke Apple Service Center, mereka diberi estimasi biaya perbaikan laptop tersebut sebesar USD999 atau sekitar Rp14,4 juta.

Dengan biaya perbaikan tersebut, para pengguna dapat membeli sebuah MacBook Air baru. Jadi, kebanyakan orang akan lebih memilih untuk membeli laptop baru daripada memperbaiki laptop rusak mereka, dimana akan menambah sampah elektronik.

Laptop yang sama dibawa ke salah satu tempat reparasi independen milik salah satu YouTuber kondang dan salah satu aktivis perbaikan independen, Louis Rossmann. Ternyata, setelah ditanya, biaya perbaikan laptop tersebut hanya USD325 atau sekitar Rp4,7 juta.

Tentu saja, ada perbedaan harga hingga 30%, dimana sangat besar terlebih untuk pelajar atau pekerja dengan gaji terbatas. Oleh karena itulah kebanyakan para pengguna lebih memilih untuk datang ke tempat service independen.

Laporan tersebut juga menyoroti meskipun beberapa toko service independen bersedia memperbaiki laptop MacBook, kurangnya akses ke suku cadang atau informasi yang diperlukan untuk memperbaikinya membuat mereka kesulitan.

Ini adalah salah satu hal yang diperjuangkan oleh gerakan hak untuk memperbaiki, yaitu akses ke komponen, manual, dan informasi yang akan membantu pengguna memperbaiki gadget mereka dari sumber pihak ketiga.

Di sisi lain, salah satu juru bicara Apple telah berkomentar mengenai hal tersebut, dan mengatakan bahwa perusahaan masih percaya bahwa perbaikan harus ditangani oleh "teknisi terlatih".

Tapi pada saat yang sama, Apple juga telah membuka program perbaikan ke lebih banyak toko service independen atau pihak ketiga dan memberi mereka lebih banyak dokumentasi dan akses ke komponen asli.

Share
×
tekid
back to top