sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id realme
  • partner tek.id samsung
  • partner tek.id oppo
Selasa, 23 Jul 2019 13:13 WIB

Aplikasi ini dapat bantu polisi bobol perangkat iPhone dan iCloud

Perusahaan yang bernama NSO Group menyatakan mereka telah menciptakan aplikasi bernama Pegasus yang dapat membantu polisi membobol perangkat iPhone dan iCloud penjahat.

Aplikasi ini dapat bantu polisi bobol perangkat iPhone dan iCloud
iPhpne

Sudah bertahun-tahun lembaga kepolisian mencari cara untuk melakukan pembobolan perangkat dan layanan Apple, seperti iPhone dan iCloud. Hal ini dikarenakan mereka menduga, para pelaku kejahatan bisa saja menyimpan rahasia mereka di dalam perangkat atau akun cloud mereka.

Tapi, apa yang mereka usahakan selalu saja tidak berhasil. Namun, belakangan  ini sebuah perusahaan bernama NSO Group telah mengembangkan alat yang disebut Pegasus yang tidak hanya dapat membobol perangkat iOS, tetapi dapat mengakses akun iCloud pengguna.

Yang paling parah, alat ini juga tidak hanya berhenti di situ saja. Pegasus juga memiliki fungsi yang lebih berbahaya, yakni dapat menangkap informasi dari perangkat dan akun korban dan mengirimnya ke server mereka.

“Pegasus dapat mengumpulkan informasi yang jauh lebih besar yang tersimpan di luar telepon dan di cloud, seperti riwayat lengkap data lokasi target, pesan yang diarsipkan atau foto," sebut perwakilan NSO Group, seperti dikutip dari laman Ubergizmo (23/7/2019).

Menurut NSO Group, mereka mengajukan alat Pegasus mereka kepada pemerintah untuk digunakan untuk penyelidikan. Jadi, mereka menyatakan bahwa aplikasi tersebut akan digunakan untuk kebaikan.

Mereka juga mengatakan, aplikasi mereka sangat kuat, bahkan dapat melewati otentikasi dua faktor. Selain itu, mereka juga dapat mengakali perangkat untuk tidak memberitahu pengguna bahwa ada sesuatu yang dicurigai sedang terjadi.

Ini berarti bahwa pengguna tidak akan tahu bahwa data sedang diambil dari perangkat mereka. Tentu saja, hal ini merupakan sebuah hal yang cukup menakutkan.

Di sisi lain, pihak Apple telah mengakui bahwa alat itu memang ada. Namun, mereka meyakinkan bahwa para pengguna perangkat dan layanan mereka akan tetap aman dari serangan tersebut. 

“Kami tidak percaya ini berguna untuk serangan luas terhadap konsumen," kata perwakilan Apple.

Share
×
tekid
back to top