sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id synologi
Senin, 23 Sep 2019 10:10 WIB

AMD resmi luncurkan EPYC 7H12, 64 core 128 threads

AMD menyarankan bagi para penggunanya untuk mendinginkan EPYC 7H12 dengan air untuk mendapatkan performa tertinggi.

AMD resmi luncurkan EPYC 7H12, 64 core 128 threads
Ilustrasi Prosesor AMD EPYC

AMD baru saja secara resmi memperkenalkan jajaran prosesor EPYC generasi kedua mereka. Seperti saudara mainstream mereka, jajaran prosesor EPYC ini akan menggunakan teknologi fabrikasi 7nm Zen 2.

Prosesor pertama yang mereka perkenalkan adalah EPYC 7H12. Prosesor ini memiliki performa yang lebih tinggi dari EPYC 7742 dan tetap memerlukan pendinginan air untuk mendapatkan performa terbaiknya.

Prosesor ini memiliki total 64 core dan 128 threads. Tak ketinggalan, terdapat juga dukungan 256MB Cache L3 serta dukungan hingga 128 Lane PCIe gen 4.0, yang akan memberikan pengguna keleluasaan dalam menambahkan perangkat PCIe tambahan.

Seperti prosesor server lain, EPYC 7H12 memiliki clock yang tidak terlalu tinggi, yakni 2,60 GHz untuk clock dasar dengan clock boost hingga 3,30 GHz, yang hanya 100 MHz lebih rendah dari EPYC 7742.

Meski memiliki kecepatan yang lebih rendah, namun prosesor ini memiliki TDP yang lebih tinggi, yakni sekitar 280W. TDP ini 55W lebih tinggi dari EPYC 7742. Tapi, hal ini memungkinkan EPYC 7H12 memberikan kinerja keseluruhan 11 persen lebih baik, dan dapat mempertahankan boost clock lebih lama.

AMD pun berniat untuk menjual EPYC 7H12 secara umum, tetapi mereka sangat merekomendasikan para penggunanya untuk menggunakan pendingin air, seperti dilaporkan WCCFtech (23/9/2019). Hal ini ditunjukkan dengan masih digunakannya soket TR3 untuk menjalankan prosesor tersebut.

Soal harga, calon pengguna pun akan diminta untuk merogoh kocek yang cukup dalam, karena EPYC 7H12 akan dijual seharga USD10 ribu atau Rp140 juta, yang merupakan peningkatan yang cukup drastis jika dibandingkan dengan pendahulunya.

Share
×
tekid
back to top