×
Kanal
    • partner tek.id realme
    • partner tek.id samsung
    • partner tek.id acer
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd

Alita-PLN ES Uji Teknologi Drone untuk Percepat Pemeriksaan Aset Listrik

Oleh: Tek ID - Jumat, 28 Agustus 2026 10:50

Alita dan PLN ES menguji drone LiDAR, termal, dan visual untuk mempercepat pemantauan aset jaringan listrik dan mendukung pemeliharaan.

Alita-PLN ES Uji Drone untuk Periksa Jaringan Listrik Kerja sama Alita dan PLN E5. dok. PLN

PT Alita Praya Mitra (Alita) dan PLN Electricity Services (PLN ES) akan menguji penggunaan drone yang dilengkapi sensor LiDAR, termal, dan visual untuk membantu pemantauan serta pemeriksaan aset jaringan ketenagalistrikan.

Pengujian tersebut menjadi langkah awal kemitraan strategis jangka panjang kedua perusahaan yang ditandatangani di Jakarta, Kamis (27/8/2026). 

Melalui skema proof of concept (PoC), teknologi Surveillance Asset Management akan divalidasi berdasarkan kebutuhan operasional ketenagalistrikan di lapangan.

Teknologi tersebut dirancang untuk mempercepat proses pemantauan dan pemeriksaan aset sekaligus meminimalkan risiko pekerjaan di lapangan. 

Data yang dihasilkan juga dapat digunakan sebagai bahan analisis untuk membantu perencanaan pemeliharaan aset.

Dalam prosesnya, drone akan diterbangkan dengan membawa sensor LiDAR (Light Detection and Ranging), sensor termal, dan sensor visual untuk mengumpulkan berbagai data mengenai kondisi aset ketenagalistrikan.

Data tersebut kemudian diintegrasikan dan diolah Alita melalui perangkat lunak pengolahan data sebelum ditampilkan dalam Dashboard Operasional OASIS milik PLN ES. 

Hasilnya diharapkan dapat memberikan gambaran kondisi aset yang lebih akurat dan terkini sebagai bahan pengambilan keputusan.

Pengolahan data menjadi salah satu aspek penting dalam pengujian teknologi tersebut karena volume informasi yang dihasilkan cukup besar. 

Ketersediaan, keandalan, dan keamanan data juga menjadi perhatian mengingat sistem digunakan untuk mendukung operasional sektor ketenagalistrikan.

President Director PT Alita Praya Mitra Joseph Lumban Gaol mengatakan kolaborasi dengan PLN ES sekaligus menjadi kesempatan untuk menguji kemampuan teknologi dalam negeri dalam menjawab kebutuhan operasional sektor ketenagalistrikan.

“Kami meyakini talenta dan teknologi dalam negeri memiliki kapabilitas untuk menjawab kebutuhan operasional sektor ketenagalistrikan. Melalui kolaborasi dan proses validasi bersama, kami berharap solusi yang dikembangkan dapat memberikan manfaat yang terukur serta nilai tambah bagi peningkatan layanan ketenagalistrikan di Indonesia,” ujar Joseph.

Kemitraan Alita dan PLN ES juga diarahkan untuk mempertemukan dua kompetensi dalam teknologi operasional atau Operational Technology (OT).

PLN ES memiliki kompetensi Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA) yang membutuhkan keahlian ketenagalistrikan, sedangkan Alita membawa kemampuan di bidang jaringan komunikasi data, network engineering, ICT, integrasi sistem, infrastruktur, dan managed services.

Integrasi kedua kompetensi tersebut membuka peluang pengembangan sistem yang menghubungkan teknologi pemantauan aset dengan infrastruktur komunikasi dan pengolahan data.

Direktur Utama PLN ES Susiana Mutia mengatakan kebutuhan sektor ketenagalistrikan ke depan tidak hanya bergantung pada kemampuan engineering, tetapi juga membutuhkan dukungan teknologi dan integrasi sistem.

“Kebutuhan ketenagalistrikan ke depan tidak hanya menuntut keandalan dari sisi engineering, tetapi juga dukungan teknologi, infrastruktur, dan kemampuan integrasi sistem. Kami melihat kolaborasi ini sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan kapabilitas dalam negeri untuk menjawab tantangan sektor yang terus berkembang,” kata Susiana.

Meski demikian, Susiana menegaskan pemanfaatan teknologi tetap harus didasarkan pada kebutuhan operasional dan tata kelola perusahaan. 

Aspek keamanan, efektivitas, serta kepatuhan juga perlu menjadi pertimbangan dalam setiap solusi yang dikembangkan.

“Kami berharap MoU ini tidak berhenti pada seremoni penandatanganan hari ini, melainkan menjadi pintu masuk bagi komunikasi yang lebih konstruktif dan produktif ke depannya,” ujarnya.

Setelah tahap validasi, ruang kolaborasi kedua perusahaan dapat diperluas ke modernisasi infrastruktur jaringan dan konektivitas aset ketenagalistrikan, integrasi sistem pemantauan berbasis data, serta layanan terkelola untuk mendukung keandalan operasional.

Kemitraan tersebut ditandai melalui Strategic Partnership Signing Ceremony bertema “Powering Progress Through Strategic Collaboration”. 

Kolaborasi jangka panjang ini diarahkan untuk menggabungkan kompetensi teknologi dan engineering kedua perusahaan dalam mendukung pengembangan sektor ketenagalistrikan Indonesia.

Tag

Tagar Terkait

Berita Terkait

×
back to top