×
Kanal
    • partner tek.id realme
    • partner tek.id samsung
    • partner tek.id acer
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd

Drone LiDAR dan Sensor Zenmuse L3 Percepat Deteksi Risiko Transmisi Jaringan Listrik

Oleh: Tek ID - Jumat, 01 Mei 2026 08:10

Inspeksi jaringan listrik kini lebih akurat dengan drone LiDAR dan AI, percepat deteksi risiko dan efisiensi pemeliharaan transmisi.

Drone LiDAR dan Sensor Zenmuse L3 Percepat Inspeksi Listrik Ilustrasi inspeksi jaringan kelistrikan dengan drone LiDAR. dok.Halo Robotics

Transformasi teknologi mulai mengubah cara inspeksi jaringan transmisi listrik. Jika sebelumnya metode konvensional seperti patroli manual atau helikopter memakan biaya besar dan berisiko tinggi, kini pendekatan berbasis drone dan LiDAR menawarkan efisiensi sekaligus akurasi yang jauh lebih tinggi.

Salah satu inovasi tersebut hadir melalui kombinasi DJI Matrice 400, sensor Zenmuse L3, dan perangkat lunak LiPowerline yang dikembangkan untuk kebutuhan inspeksi jaringan listrik tegangan tinggi.

Teknologi ini memanfaatkan data point cloud beresolusi tinggi sebagai fondasi analisis. 

Dalam satu kali penerbangan, sistem mampu merekam kondisi jalur transmisi secara menyeluruh, mulai dari konduktor, menara, vegetasi di sekitar, hingga kontur tanah di bawahnya.

Salah satu keunggulan utama terletak pada kemampuan mendeteksi kemiringan menara transmisi secara presisi. 

Pergeseran kecil pada fondasi yang sering kali tidak terlihat oleh mata manusia dapat diidentifikasi sejak dini melalui analisis data.

“Kemiringan sekecil apa pun dapat terdeteksi lebih dini, sehingga tim dapat mengambil tindakan sebelum risiko berkembang lebih jauh,” ujar Halo Robotics.

Selain itu, sistem ini juga mampu menganalisis vegetasi di sekitar jalur transmisi, faktor yang kerap menjadi penyebab gangguan listrik. 

Melalui pemrosesan data LiDAR, perangkat lunak dapat mengidentifikasi pohon atau tanaman yang mendekati konduktor, lengkap dengan estimasi jarak dan tingkat risiko.

Hasilnya disajikan dalam bentuk peta digital dan laporan terperinci, memungkinkan tim lapangan menentukan prioritas penanganan secara lebih tepat dan cepat.

Tak hanya untuk inspeksi, teknologi ini juga mendukung pemodelan 3D jalur transmisi. Model ini menjadi basis penting untuk dokumentasi aset, perencanaan pemeliharaan, hingga analisis jangka panjang. 

Dengan pembaruan data secara berkala, perusahaan dapat memantau perubahan kondisi jaringan dari waktu ke waktu secara lebih akurat.

Bagi perusahaan ketenagalistrikan yang mengelola jaringan dalam skala besar, pendekatan ini tidak hanya meningkatkan keselamatan kerja, tetapi juga memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi biaya dan kecepatan pengambilan keputusan.

Tag

Tagar Terkait

Berita Terkait

×
back to top