sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id qnap
Kamis, 19 Mar 2020 10:11 WIB

Seberapa gaming sih realme C3? 

Realme C3 menempatkan dirinya sebagai smartphone entry yang dapat mendukung bermain gim. Pertanyaannya, segaming apa sih realme C3 tu?

Seberapa gaming sih realme C3? 
Foto: Patardo/ Tek.id

Realme memang cukup getol menggempur pasar dengan varian smartphone-nya. Baru kuartal pertama, perusahaan Tiongkok ini sudah tancap gas dengan meluncurkan realme C3. Tidak tanggung-tanggung, smartphone ini diklaim menawarkan pengalaman gaming terbaik di kelasnya. 

Penasaran dengan performanya, Tek.id pun menjajal produk terbaru realme ini di Tanah Air. Simak ulasan selengkapnya! 

 

Desain khas entry level

Hadir untuk mengisi segmen entry di tanah air, realme C3 tetap tampil dengan menarik. Bodi belakangnya berbalut desain matte dengan dua pilihan warna, yakni Frozen Blue dan Blazing Red. Kalau diperhatikan dengan saksama, ada semacam pola semburat cahaya yang keluar dari kamera utamanya. 

Kata Palson Yi yang jadi orang nomor satu di realme Indonesia, ini merupakan manifestasi Sunrise Design pada perangkat ini. Kalau digerakkan, semburat cahaya ini tampak berpindah-pindah. Mirip dengan mainan hologram zaman kecil dulu yang gambarnya bisa berubah kalau dilihat dari sudut pandang berbeda. 

Jujur saja, desain belakangnya bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi yang suka tampilan luar ponsel. Apalagi ada tekstur yang tampaknya mulai banyak diadopsi smartphone-smartphone entry di tanah air. Desain ini mungkin saja diberikan untuk tetap menghadirkan kesan mewah di smartphone sejutaan. Tapi model ini memang punya keunggulan, selain tidak meninggalkan cap jari, teksturnya tidak membuat ponsel menjadi licin. Sisanya, panel belakang dihuni oleh tiga kamera dan sebuah pemindai sidik jari.

Berpindah ke bagian depan, layar IPS berukuran 6,5 inci langsung menyapa. Di bagian atas ada notch untuk tempat kamera depan. Berbeda dengan bagian belakangnya, di depan realme C3 tampil layaknya smartphone entry kebanyakan. Bezel bawahnya pun lumayan besar. 

Layarnya cukup responsif, terutama di bagian tengahnya. Namun saya mendapati kalau bagian pinggir layar kurang sensitif. Tampaknya akses ke layar di smartphone ini harus dilakukan dengan sangat presisi. Artinya, smartphone ini kurang dapat menunjang pengoperasian cepat, misalnya ketika bermain gim. 

Penting juga untuk diketahui kalau realme C3 tidak dibekali dengan USB Type-C. Namun ada jack 3,5mm yang cukup menunjang pengalaman imersif ketika bermain gim. 

 

Cukup tangguh di kelasnya

Salah satu aspek yang diunggulkan realme pada produk ini adalah kemampuannya untuk menjalankan gim. Hal ini tidak lepas dari penggunaan prosesor MediaTek G70 dengan dukungan RAM 3GB dan memori internal 32GB. 

Agak heran juga, kenapa 32GB yang dipilih sebagai kapasitas memori internalnya. Padahal jika merujuk pada kebutuhan bermain gim, perlu setidaknya memori yang lebih besar supaya memungkinkan perangkat ini bisa menyimpan gim. Benar saja. Dengan menginstal beberapa aplikasi benchmark dan dua gim berukuran cukup besar, yakni PUBG Mobile dan Honkai Impact 3, smartphone ini sudah memperingatkan memori yang semakin penuh. 

Bicara soal performanya, saya melakukan beberapa benchmark untuk melihat seberapa handal smartphone ini untuk menangani tugas sehari-hari. Aplikasi yang saya gunakan adalah 3DMark dan PCMark. 

Pengujian menggunakan 3DMark menunjukkan bahwa smartphone ini mencatat skor 1604 untuk Sling Shot dan 1624 untuk pengujian Sling Shot Unlimited. Sementara pada pengujian Sling Shot Extreme, realme C3 berhasil memperoleh skor 1186. Pada pengujian Sling Shot Extreme Unlimited, skor yang diperoleh 1185 dan 1179 pada pengujian Sling Shot Extreme Vulkan. 

Sementara pengujian dengan aplikasi PCMark menunjukkan skor rata-rata sebesar 8625. Jika mau dirinci, smartphone ini cukup unggul di sektor edit foto dengan skor sebesar 19510. Namun skor di sektor manipulasi data menjadi yang terendah dari yang lainnya, yakni 5547. Manipulasi data merujuk pada kemampuan untuk menganalisa data dalam berbagai format, termasuk memindah, menambah atau mengurangi data di smartphone

Sementara di pengujian PCMark Storage, realme C3 berhasil mencatat skor 7882. Pengujian ini meliputi kemampuan sequential read, sequential write, random read dan random write. Masing-masing sektor itu mencatat skor sebagai berikut: 285.06, 116.53, 27.97, dan 30,2 dalam satuan MB/s. 

Seperti yang saya sebut sebelumnya, ada dua gim yang dimainkan di realme C3, yakni PUBG Mobile dan Honkai Impact 3. Skenarionya adalah, PUBG Mobile dimainkan dengan durasi kurang lebih 2,5 jam tanpa henti. Kemudian dilanjutkan dengan Honkai Impact 3 selama dua jam. Kondisi yang ditetapkan juga sama, yakni menggunakan koneksi Wi-Fi kantor dengan tingkat kecerahan maksimal. 

Untuk sebuah smartphone dengan harga sejutaan, realme C3 sebenarnya cukup memukau. Di sini, saya bisa memainkan gim ini dengan frame rate ultra. Artinya dengan frame rate mentok di 40fps. Itu hanya bisa dicapai dengan mengatur grafisnya ke level smooth

Realme C3 juga sudah mendukung gyroscope. Walaupun pada praktiknya, ada delay sewaktu menggunakannya. Namun pada intinya, semua yang dibutuhkan untuk memainkan gim ini dengan lancar sudah terpenuhi. 

Gim PUBG Mobile dimainkan ketika kapasitas baterai berada di level 94% dengan suhu 33,7%. Secara keseluruhan, gim ini dapat dimainkan dengan sangat baik. Namun saya mendapati bahwa semakin mendekati area pinggir, layarnya semakin tidak responsif. Dalam beberapa kesempatan, saya tidak bisa melakukan healing dan beberapa fungsi lain yang justru terletak di area pinggir layar. 

Untuk mengukur performa menjalankan gim ini, saya menggunakan aplikasi Gamebench. Melalui aplikasi ini akan terlihat fluktuasi frame rate ketika sebuah gim dijalankan. Di menit 20an, ada sedikit frame drop yang terjadi. Namun tidak terlampau parah. Secara umum, gim ini mampu berjalan di kisaran frame rate 28-36 fps. Sesekali menyentuh 40 dan bahkan 41fps. Cukup stabil!

Yang menarik, dalam 30 menit pertama, kapasitas baterai realme C3 ternyata tidak berkurang sama sekali. Namun 30 menit sesudahnya, kapasitasnya berkurang sebanyak 8%. Di tahap ini, realme C3 tampak sedikit kewalahan karena terjadi beberapa lag dan frame drop

Di durasi satu jam berikutnya, PUBG Mobile masih dapat dimainkan dengan baik. Suhunya meningkat menjadi 41 derajat. Gejala lag juga semakin bertambah. Permainan sedikit tersendat dan ini berbeda dari masalah yang terjadi karena jaringan yang buruk. Di 30 menit pertama, gim masih dapat dimainkan. Namun di 30 menit berikutnya, area pinggir layar menjadi lebih tidak responsif. Meski ditekan beberapa kali, gerakan avatar dalam gim tidak juga terpicu. Saya perlu membiarkannya selama beberapa milidetik sampai akhirnya bisa berfungsi lagi. 

Nah, di durasi ini, ada suatu keanehan yang terjadi. Saya memainkan gim ini dengan menggunakan earphone. Di durasi ini, ketika sesi baru dimulai, suara yang dikeluarkan tampak berbeda. Terdengar kering dan jauh, layaknya bermain hanya mengandalkan speaker bawaan dari smartphone. Jujur saja, hal ini cukup mengganggu bagi saya. Ini berlangsung sampai seluruh durasi permainan selesai. 

Jika dirinci, dalam satu jam pertama, baterai realme C3 berkurang sebanyak 8% saja. Sementara ketika memasuki satu jam kedua, pengurangan baterai yang terjadi lebih besar, yakni 17%. Kemungkinan hal ini terjadi karena kerja prosesor yang semakin berat seiring berjalannya waktu. Sementara di setengah jam terakhir, kapasitasnya berkurang sebanyak 8%. Total pengurangan kapasitas baterai selama bermain 2,5 jam adalah 33%. Suhu akhir yang terdeteksi adalah 39 derajat. Cukup impresif. 

Honkai Impact 3 dimainkan setelah mengistirahatkan ponsel selama sekitar 30 menit agar bisa kembali ke performa awalnya. Gim kedua dimulai ketika baterai berada di level 57% dengan suhu 32 derajat. Setting yang diterapkan adalah grafis di level middle dengan frame rate 60fps. Fitur anti-aliasing dimatikan sementara yang lainnya dibiarkan menyala. 

Kendala yang sama masih saya dapati di gim ini, yakni area pinggir yang kerap tidak merespon sentuhan. Pesentasenya meningkat, pasalnya gim ini mengharuskan saya untuk mengakses area pinggir untuk menyerang lawan. Namun, berbeda dengan PUBG Mobile, Honkai Impact 3 justru dapat dimainkan dengan lancar. Tidak ada gejala lag yang terdeteksi ketika memainkan gim ini. Mendekati durasi satu jam, presentase layar yang tidak responsif ini semakin meningkat. Barulah hal ini mulai mengganggu kenyamanan saat bermain. Sebenarnya tombol virtual itu bisa saja dipindah sedikit ke tengah. Namun dengan pertimbangan kenyamanan, posisinya tetap saya biarkan sebagaimana adanya. 

Setelah satu jam, kapasitas baterainya berkurang sebanyak 10% dengan suhu 40 derajat. Sesi permainan kembali dilanjutkan selama setengah jam. Masih dengan kendala yang sama. Kapasitas baterainya berkurang sebanyak 9% dengan suhu 43 derajat. 

Secara keseluruhan, selama satu setengah jam bermain, pengurangan baterai yang terjadi adalah 29%. Total pengurangan baterai selama memainkan dua gim ini adalah 62%. Dari 94% di awal permainan, baterai realme C3 tersisa sebanyak 28%. Ini sudah termasuk pengurangan baterai selama sesi istirahat sebanyak 4%. 

Secara umum, realme C3 memang mampu menjawab kebutuhan gaming penggunanya. Namun dengan catatan, untuk sekadar hobi, bukan untuk kebutuhan untuk serius dalam gim mobile

    Share
    back to top