Review Samsung Galaxy A30s dan A20s: cuma beda tipis

Samsung kembali memperbarui lini Galaxy Seri A. Kali ini, Galaxy A30s dan A20s hadir dengan performa yang beda tipis.

Review Samsung Galaxy A30s dan A20s: cuma beda tipis Source: Patardo/ Tek.id

Samsung kembali memperbarui lini Galaxy seri A dengan dua produk baru. Kali ini, Galaxy A20s dan A30s hadir menawarkan sejumlah upgrade jika dibandingkan dengan versi sebelumnya. 

Dilihat sekilas pun, memang langsung ketahuan di mana bedanya, yakni desain. Agar lebih jelas, simak ulasan saya selama menjajal kedua smartphone ini untuk kurang lebih dua minggu. 

 

Lebih eye catching

Sekilas pandang, desain keduanya hampir identik. Tetapi kalau diperhatikan, Galaxy A20s justru punya bodi yang sedikit lebih besar dibanding A30s. Saya paham kenapa hal ini terjadi. Besarnya ukuran smartphone akan mempengaruhi kenyamanan ketika menggunakannya, terutama dengan satu tangan. 

Keduanya memang nyaman digenggaman, tetapi Galaxy A30s terkesan lebih mantap dipegang. Apalagi, ketika digunakan dengan satu tangan. Model ramping ini salah satu faktor pembedanya. Tetapi, hal ini bukan berarti A20s tidak menyenangkan ketika digenggam. Bagi orang yang menyukai layar lebih besar, A20s akan menjadi pilihan yang cocok. 

Nah, Galaxy A20s ini hadir dengan layar IPS berukuran 6,5 inci, sementara Galaxy A30s hadir dengan panel AMOLED berukuran 6,4 inci. Perbedaan panel layar ini membuat perbedaan pula ketika memandangnya. Warna pada panel AMOLED terlihat lebih cerah dan hidup ketimbang panel IPS. 

Sebelumnya, saya pernah menyebut pakem penempatan tombol fisik pada seri A ini. Tapi tampaknya, Samsung tidak terlalu kaku mengenai konsep ini. Buktinya, di Galaxy A20s, tombol volume ditempatkan di sebelah kiri, sementara tombol power tetap berada di sebelah kanan. Jujur saja, saya agak kurang nyaman dengan penempatan ini. Alasannya sederhana, karena tidak terbiasa mengakses tombol dengan jari selain ibu jari. Tapi dengan sedikit penyesuaian, hal ini seharusnya tidak menjadi masalah besar. 

Sementara di bagian bawah, terdapat slot USB Type-C, jack audio 3,5mm dan grill speaker. Posisi penempatan jack audio dan speaker pun berbeda: saling bersilangan satu sama lain. Sisanya, semua tampak persis. 

Lain di depan, lain juga di belakang. Di sini, terdapat pembeda yang sangat jelas dari kedua perangkat. Pembeda paling jelas adalah corak dan peletakkan pemindai sidik jari, dan corak panel belakang. Pada Galaxy A30s, desainnya mirip seperti yang terdapat pada Galaxy A50s. Namanya Holographic Effect. 

Sudah dibahas sebelumnya bahwa bagian potongan-potongan di bagian ini akan memberikan efek pantulan cahaya yang berbeda-beda. Ia menguatkan kesan bahwa ini bukan sekadar seri A biasanya, tetapi mampu tampil dengan kesan berkelas. 

Sementara Galaxy A20s hadir dengan corak yang lebih simpel. Pantulan sinar di bagian belakang akan muncul secara vertikal. Meski begitu, Galaxy A20s mampu tampil mewah dengan caranya sendiri. Sebenarnya, ini hanya masalah selera saja. Toh, keduanya punya auranya masing-masing. Oh iya, pada Galaxy A30s, teknologi pemindai sidik jari ditempatkan pada layar.

 

Performa beda tipis

Saya menggunakan tiga aplikasi benchmark, yakni 3DMark, PCMark dan AndroBench. Ketiganya saya jalankan secara berurutan. Aplikasi pertama yang saya gunakan adalah PCMark. 

Pengujian dengan PCMark digunakan untuk melihat performa kedua smartphone ini dalam menangani tugas sehari-hari, mulai dari browsing hingga kebutuhan untuk mengedit video. 

Dalam pengujian kali ini, Galaxy A30s berhasil mencatat skor rata-rata sebesar 5.381. Dalam pengujian ini, smartphone tersebut terlihat andal dalam melakukan edit foto dengan skor 7.434. Setali tiga uang, Galaxy A20s juga mumpuni dalam urusan editi foto. Bahkan skornya sedikit lebih tinggi dari A30s, yakni 7.438. Secara keseluruhan, Galaxy A20s mampu mencatat skor 4.614. 

Sebagai informasi, kedua perangkat ini hadir dengan kapasitas baterai yang sama, yakni 4.000mAh. Kendati begitu, melalui pengujian PCMark, daya tahan baterai keduanya terlihat berbeda. Dalam kondisi pengujian yang sama, Galaxy A20s mampu bertahan selama 8 jam 6 menit, sementara Galaxy A30s mencatat waktu selama 7 jam 19 menit. Hal ini mungkin dipengaruhi oleh efisiensi kedua chipset yang berbeda. 


 

Beralih ke pengujian menggunakan AndroBench. Pengujian ini dilakukan untuk melihat performa penyimpanan sebuah smartphone. Pengujian pada Samsung Galaxy A30s menunjukkan kecepatan Sequential Read 291 MB/s. Sementara aspek Sequential Write berada di kecepatan 99 MB/s.  Pada Galaxy A20s, kecepatan Sequential Write tercatat sebesar 290 MB/s, hanya terpaut sedikit dari saudaranya. Adapaun kecepatan Sequential Read berada di 118 MB/s. Berikut ini hasil pengujian lengkap menggunakan aplikasi AndroBench. 

Terakhir, pengujian dengan menggunakan aplikasi 3DMark untuk melihat keandalan masing-masing chipset untuk menangani grafis, misalnya ketika bermain gim. Nah, pada Galaxy A30s, pengujian 3DMark Sling Shot mencatat skor 916 dengan frame rate berkisar di antara 2 hingga 36 fps. Dalam kondisi maksimal, frame rate ini masih terbilang playable ketika menjalankan sebuah gim. 

Sama halnya dengan Galaxy A20s. skor total yang diperoleh adalah 798 dengan frame rate berkisar dari 1 hingga 40 fps. Pada kedua smartphone tersebut, skor pengujian fisik lebih tinggi ketimbang pengujian grafis. Artinya, CPU mampu bekerja maksimal ketika kedua smartphone ini digunakan untuk bermain gim. Berikut hasil pengujian lengkapnya. 

Saat digunakan bermain gim, keduanya masih mampu menjalankan gim sekelas PUBG Mobile. Untuk pengalaman terbaik saat bermain, pengaturan grafis sengaja dibuat Smooth dengan frame rate High. Pengukuran dalam uji gim ini menggunakan aplikasi Gamebench. Dari sini, akan terlihat berapa rerata FPS saat bermain gim. 

Nah, hasil pengujian menunjukkan, rerata FPS yang dihasilkan ketika bermain PUBG Mobile adalah 28 untuk Galaxy A30s dan 29 untuk Galaxy A20s. Artinya, alokasi CPU dan RAM di Galaxy A20s lebih besar ketimbang alokasi pada Galaxy A30s. Namun secara umum, keduanya dapat menjalankan gim PUBG Mobile tanpa harus mengurangi pengalaman bermain. Apalagi, saya bisa menggunakan gyroscope dalam gim ini. 

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: