sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id advo
Selasa, 09 Jun 2020 18:39 WIB

Review Redmi Note 9 Pro Indonesia, asyik 4 kameranya!

Konfigurasi empat kamera belakang Redmi Note 9 Pro didesain berbentuk kotak yang berada di tengah-tengah bagian atas.

Review Redmi Note 9 Pro Indonesia, asyik 4 kameranya!

Xiaomi baru saja meluncurkan ponsel terbaru mereka di Indonesia. Ponsel ini adalah Redmi Note 9 Pro. Kebetulan saya sudah mengulasnya nih Sahabat Tek! Ada beberapa yang menjadi fitur andalan Redmi Note 9 Pro, antara lain adalah konfigurasi empat kamera belakang, pengisian cepat atau fast charging berdaya 30 watt, kapasitas baterai 5020 mAh dan masih ada lagi. Baca terus ulasannya ya supaya tahu performanya secara keseluruhan.

Desain seimbang

Unit Redmi Note 9 Pro yang saya uji memiliki warna Tropical Green. Saya menyukai desain ponsel ini karena bagian belakangnya memiliki dua corak yang berbeda. Bagian bawah memiliki garis-garis kecil, sedangkan bagian atas menampilkan warna yang polos. Tetapi sayangnya bodi Redmi Note 9 Pro sangat mudah meninggalkan jejak noda sidik jari.

Layar ponsel ini memiliki layar IPS berukuran 6,67 inci beresolusi 1080 x 2400 piksel atau Full HD+. Layar ini dilapisi pelindung Gorilla Glass 5 agar lebih tahan terhadap goresan. Oiya, lapisan Gorilla Glass 5 juga terdapat pada bagian bodi belakang Redmi Note 9 Pro nih.

Kamera depan Redmi Note 9 Pro mengusung desain punch-hole. Jika kamu merasa terganggu, kamu dapat menyamarkan kamera depan tersebut di dalam pengaturan bernama Hide Notch. Bagian sisi kanan ponsel terdapat tombol volume dan tombol daya. Hal yang jarang ditemui namun hadir pada Redmi Note 9 Pro adalah bahwa sensor sidik jarinya terintegrasi dengan tombol daya. Meski demikian, kamu tidak perlu menekan tombol daya untuk mengaktifkan sensor sidik jari.

Selain sensor sidik jari, kamu juga dapat menggunakan fitur Face Unlock untuk membuka layar Redmi Note 9 Pro. Asal kondisi penerangan tidak terlalu gelap, fitur Face Unlock ponsel ini cukup bisa diandalkan kok.

Konfigurasi empat kamera belakang Redmi Note 9 Pro didesain berbentuk kotak yang berada di tengah-tengah bagian atas. Saya menyukai cara desain konfigurasi kamera seperti ini, karena terkesan seimbang dan lebih rapi.

Tetapi sayangnya modul kamera belakang Redmi Note 9 Pro terlalu menonjol. Malahan saya merasa tonjolan kamera belakang ini lebih besar jika dibandingkan dengan Redmi Note 8 Pro (pendahulunya). Namun untungnya masalah ini dapat diatasi dengan menggunakan casing yang tersedia dalam paket penjualannya. Bada bagian sisi bawah ponsel, terdapat lubang speaker, port USB Type-C dan jack 3,5 mm. Jadi kamu tetap bisa mendengarkan musik menggunakan earphone konvensional dengan port 3,5 mm.

Kamera

Sebelumnya saya telah menjelaskan bahwa kamera belakang Redmi Note 9 Pro memiliki konfigurasi empat kamera atau quad-camera. Jadi masing-masing kamera ini memiliki resolusi 64 MP sebagai kamera utama, lalu ada kamera ultra wide beresolusi 8 MP, kemudian ada kamera makro beresolusi 5 MP. Dan terakhir ada kamera depth sensor beresolusi 2 MP.

Salah satu dari keempat kamera belakang pada Redmi Note 9 Pro dilengkapi dengan lensa ultra lebar bersensor 8 MP. Kualitas yang dihasilkan cukup bagus karena tidak menampilkan distrosi gambar pada pinggiran frame. Tembok pemisah antara kebun dan tanah lapang terlihat lurus. Tetapi sayangnya detailnya tidak terlalu tajam, karena daun-daun di pepohonan sebelah kanan kurang terlihat tajam. Soal warna, lensa ultra wide cukup bagus meskipun ada beberapa bagian yang menampilkan bayangan terlalu gelap.

Hasil kamera ultra lebar

Sedangkan ketika saya menggunakan kamera utama Redmi Note 9 Pro, hasilnya lebih baik ketimbang saya menggunakan kamera berlensa ultra lebar. Warnanya Terlihat lebih cerah dan lebih minim gangguan over-saturated jika dibandingkan lensa ultra lebar. Selain itu, tekstur yang terdapat daun-daun di sebelah kanan lebih terlihat jelas meski bukan yang terbaik. Kamera utama Redmi Note 9 Pro mampu menghilangkan area gelap pada batang-batang pohon. Meski tidak terlalu istimewa, performa auto exposure atau AE dalam Redmi Note mampu menghadirkan kecerahan di masing-masing porsi yang seharusnya.

Hasil kamera utama

Meski tidak dilengkapi dengan lensa telefoto, aplikasi kamera pada ponsel ini menyediakan pilihan preset zoom 2x. Tentu saja zoom ini adalah tipe zoom digital, bukan optik. Meski demikian, hasilnya sekilas mirip seperti zoom optik. Tetapi jika diperhatikan dengan seksama, ketajaman detail pada gambar agak menurun. Hal ini dapat dilihat pada daun-daun dan rumput di dekat tanah lapang.

Hasil zoom 2x

Zoom maksimal yang dapat dilakukan oleh kamera Redmi Note 9 Pro adalah 10x. Namun untuk melakukan zoom di atas 2x, kamu harus melakukan gerakan pinch-zoom karena tidak dilengkapi dengan preset zoom. Kualitas yang dihadirkan saat saya melakukan zoom maksimal adalah tekstur yang lumayan baik. Warna yang dihasilkannya cukup menurun secara signifikan. Meski demikian, tidak ada gangguan color-fringing pada tingkat zoom ini.

Hasil zoom 10x

Bukanlah hal yang baru jika saya katakan bahwa Redmi Note 9 Pro menggunakan metode pixel-binning pada kamera utamanya yang beresolusi 64 MP. Oleh karena itu, secara default resolusi kamera utama pada ponsel ini adalah 16 MP. Tidak ada perbedaan mencolok antara mode default dengan mode 64 MP.

Hasil foto 16 MP

Ketika menggunakan mode 64 MP, ada beberapa area bayangan yang tidak terkena eksposur. Hal ini dikarenakan mode 64 MP memiliki ukuran masing-masing piksel yang lebih kecil. Sebagai informasi, mode 64 MP tidak dilengkapi dengan AI pendeteksi objek sehingga performa auto exposure tidak terlalu baik jika dibandingkan dengan mode normal.

Hasil foto 64 MP

Tentu saja mode 64 MP menampilkan detail lebih tinggi dan cocok jika kamu ingin mencetak foto berukuran besar. Pada hasil foto standar yang di-zoom maksimal, hasilnya adalah gambar yang sangat menurun kualitasnya. Ketajaman tidak lagi terlihat baik dan warna agak melenceng.

Zoom maksimal hasil foto 16 MP

Sedangkan ketika saya melakukan zoom pada hasil foto mode 64 MP, hasilnya menampilkan tekstur daun yang baik. Masing-masing daun pada pohon bambu dapat dilihat dengan cukup jelas. Tiang lampu jalan kini tidak terganggu oleh pinggiran bergerigi. Oleh karena itu, mode 64 MP cukup baik untuk mencetak hasil foto berukuran besar yang dipotret pada siang hari.

Zoom maksimal hasil foto 64 MP

Ketika kamu ingin memotret dengan latar belakang bokeh mirip seperti kamera DSLR atau mirrorless, maka pilihlah mode Portrait pada menu kamera. Mode ini akan mengaktifkan kamera depth sensor sehingga dapat membedakan antara latar belakang dan subjek. Hasilnya sangat memuaskan untuk ukuran ponsel di kelasnya, seluruh subjek hampir dapat dipisahkan dari layar belakang. Sebagai informasi, aperture virtual yang dapat dihadirkan oleh Redmi Note 9 Pro mulai dari f/1 hingga f/16.

Hasil foto bokeh

Sekarang kita lanjut ke pengujian ketika Redmi Note 9 Pro untuk memotret membelakangi cahaya. Tanpa mengaktifkan mode HDR, pohon yang saya foto ketika membelakangi cahaya menampilkan beberapa area gelap, tetapi ada juga yang masih menampilkan warna hijau. Selain itu, ada pula beberapa gangguan color-fringing, tetapi tidak terlalu menganggu.

HDR tidak aktif

Ketika saya mengaktifkan fitur HDR saat memotret pohon yang membelakangi cahaya, warna hijau yang tadinya gelap kini menjadi agak terlihat. Kini detail tekstur juga lebih dapat dilihat daripada sebelumnya. Pada titik ini, gangguan color-fringing yang tadinya ada sudah menghilang. Secara keceluruhan, warna subjek utama tanpa HDR dan dengan HDR tidak terlalu berbeda.

HDR aktif

Dalam hal performa auto focus atau AF, Redmi Note 9 bukanlah yang paling baik. Karena titik fokus kurang cepat menentukan subjek yang sedang bergerak relatif cepat.

Performa AF seharusnya lebih baik lagi

Saya menyukai performa fotografi makro pada Redmi Note 9 Pro. Karena ponsel ini dilengkapi dengan opsi Focus & Shoot sehingga memudahkan saya menentukan hasil fokus dengan memilih subjek pada layar. Setelah itu tekan titik AF untuk mengambil gambar. Ini menghindari kerepotan menekan tombol shutter setelah menentukan fokus. Minimnya shutter lag memungkinkan saya mengambil subjek hewan yang mudah mudah terbang.

Hasil makro

Kamera depan Redmi Note 9 Pro dilengkapi dengan sensor beresolusi 16 MP. Ada mode beauty agar wajah menjadi lebih mulus. Tetapi kamu juga dapat mematikan efek beauty jika hasilnya ingin terlihat alami. Performa kamera depan cukup baik karena masih menampilkan warna dan exposure yang bagus meski saya membelakangi cahaya.

Selfie HDR

Seperti kamera belakang, kamera depan Redmi Note 9 Pro juga dilengkapi dengan mode Portrait agar dapat menampilkan efek bokeh. Kamu dapat memilih aperture digital dari f/1 hingga f/11. Karena tidak dilengkapi dengan kamera depth sensor, maka hasilnya masih ada sedikit pencampuran antara latar belakang dan wajah saya.

Selfie bokeh

Sekarang saatnya saya menjajal kamera pada malam hari. Menggunakan kamera utama, hasilnya lumayan baik pada malam dengan penerangan sinar bulan serta penerangan lampu di bawah jalan. Tampak ada banyak gangguan noise serta ketajaman terlihat menurun.

Hasil malam kamera utama

Menggunakan pemotretan zoom 2x saat malam hari, hasilnya terlihat lebih banyak gangguan noise, dan ketajaman pun ikut menurun. Maka dari itu, saya tidak menyarankan untuk memotret menggunakan fungsi zoom pada kondisi minim cahaya.

Hasil zoom 2x malam

Tentu saja saya tidak lupa memotret kondisi malam hari menggunakan opsi Night Mode. Hasilnya adalah detail yang lebih terlihat serta gangguan noise yang lebih dapat diredam. Dengan demikian, opsi Night Mode pada Redmi Note 9 Pro dapat diandalkan untuk memotret dalam keadaan minim penerangan.

Night mode

Memotret zoom 2x ketika kondisi malam hari menghasilkan foto dengan ketajaman detail menurun dan menampilkan beberapa gangguan artefak di beberapa area. Tampilan lampu cahaya juga tidak terlihat detail. Sekali kali, meski menggunakan Night Mode, saya sarankan untuk tidak melakukan zoom saat memotret dalam kondisi gelap.

Night mode zoom 2x

Dari sisi perekaman video, Redmi Note 9 Pro dilengkapi sama fitur Image Stabilization yang berguna untuk menampilkan hasil video yang mulus saat merekam. Pada saat merekam video Full HD, getaran tangan dapat diredam dengan cukup baik saat saya berjalan cepat sambil menuruni gundukan tanah tinggi yang tidak rata.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

(20) Stabilisasi Full HD - Redmi Note 9 Pro

A post shared by @ tekidreview on

Tetapi sayangnya fitur Image Stabilisation tidak manjur ketika saya merekam menggunakan resolusi 4K. Hasil rekaman video banyak terjadi guncangan ketika saya agak berlari menuruni gundukan tanah tinggi.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

(21) Stabilisasi 4K - Redmi Note 9 Pro

A post shared by @ tekidreview on

    Share
    back to top