Review Redmi Note 8 Pro, diributkan karena suhu namun tetap spesial

Jika kalian seorang gamer dan hobi fotografi dengan warna natural, Redmi Note 8 Pro mungkin bisa menjadi pilihan yang tepat untuk jadi daily driver Anda.

Minggu lalu kita dikejutkan dengan munculnya papan iklan berukuran besar yang ternyata merupakan cetakan hasil foto dari smartphone yang akan segera dirilis, yakni Redmi Note 8 Pro. Cara ini tergolong menarik, karena langsung menarik perhatian dari siapa pun yang melihatnya.

Namun tentunya kalian penasaran kan, apa rahasia yang dipakai smartphone ini dan kejutan apalagi yang ditawarkan dari seri baru ini. Ulasannya bisa kalian baca di bawah ini.

Desainnya menyasar pengguna kekinian

Versi Pro dari Note 8 ini mengusung layar dengan bentang 6,53 inci dengan panel IPS dengan poni bergaya dew drop untuk kamera selfienya. Resolusinya 1080 x 2340 piksel dengan kepadatan 395 ppi. Perlindungan terluar dipasrahkan pada Corning Gorilla Glass 5.

Tak hanya melindungi bagian muka, Corning Gorilla Glass 5 juga meliputi sisi bagian belakangnya. Hal ini untuk memberikan kesan mewah serta perlindungan pada back cover yang sering kali mudah baret.

Back cover Note 8 Pro hadir dengan tiga pilihan warna yang menarik, Mineral Grey, Forest Green dan Pearl White yang cocok dipakai pengguna wanita. Tampilannya tampak menarik, dengan pola khusus yang makin kece ketika terpapar cahaya jika dilihat dari sudut pandang tertentu.

Salah satu hal yang menarik dari smartphone anyar Xiaomi ini adalah total kameranya yang berjumlah empat buah. Tapi yang membuat poin kameranya semakin menarik adalah dukungan kamera 64MP. Penasaran seperti apa kemampuan dari kameranya? Kami bahas di bawah ya.

Nah untuk fitur lainnya, Redmi Note 8 Pro masih tetap memberikan sensor IR, SIM tray hybrid, port type-C, dan jack audio 3,5 mm.

Performa tinggi si prosesor anyar

Pertama kali dikenalkan, Note 8 Pro dibekali prosesor anyar milik MediaTek yakni seri G90T. Prosesor ini memiliki delapan inti atau octa-core dengan konfigurasi 2x Cortex-A76 2.05 GHz dan 6x 2.0 GHz Cortex A-55, grafis Mali-G76 dan tipe memori dengan cache L3 yang besar.

Dengan cache yang besar, prosesor ini menjanjikan kinerja multi-threaded hingga 9% dibandingkan dengan chip pesaing. Sementara UFS 2.1 menawarkan streaming data yang lebih cepat, serta RAM LPDDR4x yang mendukung hingga 10GB pada 2133MHz untuk memori yang lebih baik dan optimalisasi bandwidth.

Salah satu fitur unggulan dari MediaTek G90T adalah fitur Hyperengine. Fitur ini memiliki beberapa fitur yang dapat meningkatkan pengalaman bermain gim ke tingkat yang lebih tinggi.

Salah satu keunggulan fitur ini adalah prediksi jaringan cerdas Dengan mengandalkan Wi-Fi ganda. Fitur ini akan membantu mengoptimalkan koneksi antara ponsel Anda dan jaringan seluler. Ketika fitur ini mendeteksi penurunan sinyal Wi-Fi, fitur ini akan mencari jaringan yang lebih stabil antara Wi-Fi dan LTE dalam hitungan milidetik.

Fitur ini juga memungkinkan ponsel untuk terhubung pada dua sumber jaringan Wi-Fi atau Router secara bersamaan. Ketika satu jaringan teganggu atau sibuk, maka koneksi akan dialihkan ke jaringan alternatif yang memiliki jaringan lebih baik.

Hal ini mengurangi latensi sebesar 22% dan pengalaman bermain gim akan tetap lancar tanpa khawatir munculnya gejala lag.

Sebelum membahas lebih dalam bagaimana performa dari prosesor gaming miik MediaTek ini, kami punya temuan fakta menarik dari sebuah situs di India yang mengatakan bahwa prosesor Helio G90T ini mudah panas. Hal ini mereka temukan saat memainkan pubg dalam rentang waktu yang cukup singkat, dan menurut mereka hal itu mengganggu.

www.digit.inĀ 

Untuk mencari tahu apakah informasi tersebut benar, kami akan menjalankan beberapa pengujian menggunakan aplikasi benchmark dan bermain gim PUBG Mobile juga. Beberapa aplikasi benchmark seperti PCMark, 3DMark, Geekbench dan Gamebench.

Metode pengujian ini agak sedikit berbeda karena masing-masing aplikasi kami jalankan 5 kali secara berurutan untuk melihat apakah prosesor ini memiliki performa yang stabil atau tidak.

Dari 5 kali pengujian PCMark, skor pertama pengujian Work 2.0 Performance yang diperoleh Note 8 Pro adalah 10.318 dengan suhu hampir menyentuh angka 40 derajat. Ketika pengujian dilanjutkan hingga selesai, perolehan skor relatif menurun dan suhu prosesor relatif stagnan.

Dilanjutkan dengan pengujian benchmark grafis menggunakan 3Dmark, Helio G90T tampak mengalami fluktuasi perolehan skor saat dipaksa menjalankan 5 pengujian berturut-turut. Hal ini dapat dilihat dari perolehan skor yang sempat menurun namun kembali naik pada akhir pengujian.

Begitu juga pada pengujian geekbench yang berfokus dari kemampuan komputasi prosesor pada single-core maupun multi-core, skor yang diperoleh prosesor ini tampak mengalami fluktuasi dengan penurunan skor.

Melihat dari beberapa pengujian diatas, Helio G90T tampak mengalami penurunan perolehan skor, namun hal tersebut masih tergolong normal. Hal ini dikarenakan saat suhu prosesor meningkat, prosesor akan menurunkan kecepatan frekuensi dengan tujuan untuk mengurangi panas yang dihasilkan. Begitu pula pada Helio G90T, trennya memang menurun namun tidak drastis.

Karena dirancang untuk gaming, kami pun menjajal memainkan gim untuk membuktikan kinerja dari prosesor ini sekaligus menjawab isu yang katanya cepat panas.

Secara default, PUBG Mobile merekomendasikan tingkat grafis High pada saat gim dibuka pertama kali, berarti bisa dikatakan smartphone ini sudah masuk pada kategori spesifikasi yang cukup tinggi untuk menjalankan tingkatan grafis tersebut.

Namun kami ubah tingkat grafisnya menjadi HDR dengan frame rate Ultra. Dari pengalaman bermain gim menggunakan pengaturan seperti ini, Redmi Note 8 Pro masih tergolong nyaman dan gesit. Kami mengukur kecepatan fps menggunakan aplikasi gamebench dan mendapatkan rerata fpsnya berada di angka 35. Kecepatan rendernya juga tergolong cepat, hal ini membantu kami untuk mendapatkan visual yang lebih cepat saat memutar-mutar sudut pandang.

www.gamebench.net
Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: