sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id praxis
Minggu, 27 Sep 2020 17:35 WIB

Review Realme C15, baterainya nggak habis-habis

Secara umum smartphone ini memiliki spesifikasi layar berbentang 6,5 inci disertai poni water drop. Untuk mengetahui pengalaman saya terkait smartphone ini, simak ulasan selengkapnya.

Review Realme C15, baterainya nggak habis-habis
Source: Tek.id

Pandemi Covid-19 tak membuat semangat Realme Indonesia surut untuk meluncurkan sejumlah produk baru. Alih-alih tertunda, perusahaan ini justru tak hentinya menghadirkan smartphone baru ke Indonesia. Satu smartphone yang akan saya ulas kali ini yaitu Realme C15 yang memiliki kapasitas baterai besar sebagai salah satu spesifikasi yang diunggulkannya. 

Secara umum smartphone ini memiliki spesifikasi layar berbentang 6,5 inci disertai poni water drop. Untuk mengetahui pengalaman saya terkait smartphone ini, simak ulasan selengkapnya.

Desain mainstream

Desain Realme C15 terbilang mainstream dengan notch water drop dan bezel yang cukup tipis di hampir semua sisi. Desain ini sudah cukup banyak diadopsi oleh berbagai vendor smartphone bahkan untuk sejumlah seri yang ditawarkan Realme di Indonesia. Meski terbilang mainstream, desain ini mampu menawarkan tampilan yang optimal, baik untuk mengoperasikan berbagai aplikasi, melakukan video call atau bermain gim dan menonton konten secara streaming.

Penempatan tombolnya juga cukup mainstream, dimana tombol volume dan power sejajar diposisikan di bagian kanan ponsel. Desain ini sendiri saya rasa memang mempermudah pengguna untuk mengoperasikan smartphone dengan satu tangan. Sementara di bagian kiri ponsel, terdapat SIM tray yang dapat mengakomodir dua sim card berjenis nano, dan satu micro-SD. Fasilitas ini akan memudahkan pengguna untuk memperluas penyimpanan menggunakan memori eksternal.

Seluruh port ditempatkan Realme di bagian bawah ponsel, mencakup port jack audio 3,5mm dan USB. Ada pula speaker serta mikrofon yang yang diposisikan di bagian yang sama. Dengan demikian, bagian atas ponsel tampak polos. Sementara speaker lainnya diposisikan tepat di atas kamera depan dalam ukuran yang kecil, sehingga tak begitu terlihat.

Beralih ke bagian tampilan belakangnya, Realme C15 dihiasi housing kamera berbentuk persegi dengan sudut membulat. Lampu LED flash-nya sendiri ditempatkan di bawah housing tersebut. Ada pula pemindai sidik jari yang diposisikan tak jauh dari housing kamera, dan penamaan merek Realme di sudut bawah ponsel.

Yang menarik adalah case-nya yang bertekstur. Teksturnya pun dibuat dalam beberapa tingkatan sehingga tidak tampak polos. Konsep ini juga cukup membuat ponsel nyaman digenggam karena efek licin dapat diminimalisir. 

Performa standar, baterai tahan lama

Mengingat salah satu spesifikasi yang diandalkan oleh Realme C15 adalah baterainya yang besar, saya akan membahas konsumsi dayanya terlebih dahulu. Sebagai informasi, smartphone ini memiliki kapasitas baterai 6000 mAh. Perusahaan mengklaim dengan kapasitas 5, baterai Realme C15 dapat digunakan untuk WhatsApp 1,79 jam, menonton YouTube 1,73 jam, serta melakukan panggilan selama 2,45 jam.

Saya sendiri mengujinya dengan memutar video klip di Youtube selama kurang lebih satu jam. Cukup sebanding dengan klaim perusahaan, kapasitas baterai Realme C15 hanya berkurang 4%. Sementara untuk standby, smartphone ini bahkan mampu bertahan hingga lebih dari satu minggu. Sangat cukup untuk mengakomodir aktivitas pengguna seperti untuk berkomunikasi, menonton konten streaming hingga berselancar di internet.

Saya juga menguji baterai Realme C15 dengan menjalankan aplikasi benchmark PCMark Work 2.0. Hasilnya, baterai smartphone ini mampu bertahan hingga hampir 10 jam.

Sayangnya Realme C15 belum didukung dengan USB tipe-C untuk pengisian ulang baterai. Meski didukung teknologi pengisian cepat 18W, pengisian ulang baterai Realme C15 membutuhkan waktu kurang lebih tiga jam menggunakan adaptor bawaannya. Kemungkinan hal ini dilakukan untuk memangkas biaya produksi, sehingga Realme C15 bisa dibanderol dengan harga yang terjangkau. 

Dapur pacunya Realme C15 didukung dengan prosesor MediaTek Helio G35, RAM 4GB dan penyimpanan internal 64GB. Konfigurasi ini terbilang cukup untuk menopang aktivitas pengguna sehari-hari baik untuk berkomunikasi, atau menikmati konten streaming. Sebagai smartphone kelas entry, Realme C15 saya kira cukup untuk menjadi daily driver. Namun bagi pengguna yang terbiasa dengan smartphone kelas menengah ke atas, smartphone ini mungkin terasa lambat saat dioperasikan.

Hal ini saya rasakan selama menggunakan Realme C15, khususnya setelah melakukan pembaruan. Padahal di saat awal menggunakan smartphone ini terasa lancar tanpa kendala. Misalnya untuk membuka menu galeri, pengaturan atau menu lainnya yang notabene tidak terkait dengan koneksi internet. Setelah dilakukan update, proses dalam membuka aplikasi terkadang cukup lama. Hal yang sama juga saya alami ketika membuka menu kamera, meski untuk mengoperasikan berbagai fitur kamera terasa lancar.

Kendati demikian, secara keseluruhan performa Realme C15 dapat mengakomodir kebutuhan pengguna dalam menjalankan aktivitas menggunakan smartphone.

Untuk mengukur performa Realme C15, saya juga menjalankan beberapa aplikasi benchmark mencakup 3DMark, PCMark Work 2.0 dan Geekbench. Agar lebih komprehensif, saya membandingkan skor yang diraup Realme C15 dengan Redmi 9C. Meski Redmi 9C dalam pengujian ini didukung dengan RAM yang lebih rendah dibanding Realme C15, namun smartphone Xiaomi itu mengungguli Realme C15 di beberapa pengujian. Kendati demikian, Realme C15 juga mencatatkan skor yang unggul dalam pengujian lainnya.

3DMark Realme C15

Geekbench Realme 15

PCMark Work 2.0

 

    Share
    ×
    tekid
    back to top