sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id acer
Selasa, 07 Jul 2020 17:58 WIB

Review realme Buds Q, TWS entry-level yang menghibur

Tidak ada tombol fisik pada sepasang earphone Buds Q. Sebagai gantinya Realme menawarkan fungsi sentuh pada bagian belakang unit driver.

Review realme Buds Q, TWS entry-level yang menghibur

Tidak ada tanda-tanda memudarnya tren earphone true wireless earphone (TWS). Sebagai informasi, earphone jenis ini merupakan earphone nirkabel secara keseluruhan, sebagian besar mengandalkan konektivitas Bluetooth ke salah satu unit driver (kiri atau kanan) dan kemudian mengalirkan sinyal audio ke unit driver pasangannya.

Sudah banyak pabrikan yang menghadirkan earphone TWS untuk memenuhi kebutuhan pasar. Bukan hanya dari pabrikan audio terkenal seperti Panasonic dan Sony, earphone TWS juga sudah banyak diproduksi oleh pabrikan ponsel seperti realme. Baru-baru ini pabrikan asal Tiongkok itu menghadirkan realme Buds Q yang menyasar segmen entry level. Berikut ulasannya.

Desain rapih

Realme bekerja sama dengan desainer Hermes, Jose Levy, untuk merancang Buds Q. Perancang tersebut dikatakan terinspirasi dari bentuk batu alam yang sangat rapi dan sederhana. Buds Q dirancang dengan desain melengkung tanpa sudut, sehingga meski masuk ke dalam entry-level, desain keseluruhan Buds Q terlihat cukup premium.

Karena Buds Q masuk ke dalam earphone TWS, maka tidak heran jika ia hadir bersama casing yang juga berfungsi sebagai charger earphone-nya (atau disebut Realme sebagai Charging Box). Casing ini terbuat dari plastik yang cukup tebal sehingga terasa cukup kokoh ketika saya pegang. Tetapi penempatan sepasang earphone di dalamnya masih kurang pas karena masih ada bunyi ketika digerak-gerakkan. Yah, tapi tidak terlalu menganggu kok.

Selain desain rapi tanpa sudut, tidak ada banyak yang dapat dideskripsikan oleh casing Buds Q. Bagian belakang terdapat port micro USB untuk proses isi ulang baterai dan di bagian depan ada lampu LED yang berguna sebagai informasi keadaan kapasitas daya baterai ketika saat diisi ulang. Sayangnya tidak ada tombol akses (atau semacamnya) untuk memberikan informasi sisa kapasitas baterai di casing.

Casing TWS ini berbahan doff sehingga tidak meninggalkan noda sidik jari, tetapi saya merasa agak licin ketika memegangnya. Untungnya bobot keseluruhan Buds Q bersama sepasang earphone-nya tidak terlalu berat, meski agak licin Charging Box tidak mudah terlepas ketika sedang digenggam. Bodi licinnya hanya berpengaruh saat saya akan membuka tutupnya, sehingga harus mengakses celah kecil di dekat lampu LED untuk membukanya.

Untuk desain earphone-nya sendiri, Buds Q dirancang sedemikian rupa agar pas di lubang telinga dan bentuk anatomi daun telinga. Sebenarnya cara ini bukanlah hal yang baru, mengingat pabrikan audio kelas atas juga merancang earphone (atau earbud) TWS mereka dengan bentuk yang hampir sama sehingga nyaman dikenakan meski dalam waktu lama dan tidak mudah copot dari telinga meski dipakai beraktivitas.

Tipe ujung earphone ini menggunakan rancang bangun in-ear sehingga dapat meredam udara luar atau suara dari driver secara pasif. Agar peredaman bekerja lebih efisien, realme menyajikan tiga pasang ujung karet earphone agar kamu dapat memilih ukuran mana yang lebih cocok di lubang telinga. Sebagai informasi, dari ketiga pasang ujung karet earphone, satu pasang sudah terpasang pada unit driver kiri dan kanan.

Pengoperasian

Tidak ada tombol fisik pada sepasang earphone Buds Q. Sebagai gantinya adalah realme menawarkan fungsi sentuh pada bagian belakang unit driver. Perusahaan tersebut menyebut akses sentuh tersebut sebagai ‘Earbuds touch area’. Area sentuh ini ada di bagian belakang earphone kiri dan kanan. Dengan demikian kami dapat mengaksesnya menggunakan tangan kiri atau kanan agar pengoperasian lebih praktis.

Ada beberapa pengguna cara akses area sentuh untuk mengontrol pemutaran lagu. Misalnya, tekan dua kali untuk melakukan Play/Pause, tekan tiga kali untuk memutar lagu selanjutnya di dalam playlist, tekan & tahan selama 2 detik untuk menerima atau menutup panggilan telepon. Kamu juga dapat mengaktifkan/menonaktifkan Game Mode dengan cara menekan & tahan selama 2 detik pada kedua earphone.

Saya pribadi masih belum terbiasa dengan akses yang diberikan Buds Q. Pasalnya, saya lebih terbiasa menekan satu kali pada earphone untuk melakukan play/pause, menekan dua kali untuk lagu selanjutnya, dan menekan tiga kali untuk memainkan lagu sebelumnya. Jadi pengoperasian pada Buds Q perlu sedikit adaptasi untuk sebagian orang. Namun ini hanyalah masalah kebiasaan, bukan kekurangan Buds Q.

Hal yang menjadi salah satu kekurangan dari Buds Q adalah bahwa area sentuh pada masing-masing earphone-nya tidak terlalu responsif ketika digunakan. Misalnya, ketika saya ingin beralih ke musik selanjutnya (menekan area sentuh sebanyak tiga kali), tidak jarang Buds Q mendeteksi tekanan hanya dua kali, sehingga akan melakukan pause pada musik. Tidak jarang pula earphone TWS ini tidak mendeteksi apa pun ketika melakukan input sentuhan pengoperasian di area sentuh. Alhasil, saya lebih sering mengakses lagu langsung pada ponsel ketimbang di sistem area sentuh Buds Q.

Terlepas dari pengoperasian yang kurang reponsif, saya menyukai cara akses pairing Buds Q ke ponsel karena dapat dilakukan dengan mudah. Jika ingin menghubungkan ke perangkat yang belum teknoneksi sebelumnya, cukup tekan area sentuh pada masing-masing earphone. Setelah itu, pilih Buds Q pada pengaturan konektivitas Bluetooth di ponsel atau perangkat pintar lainnya.

Earphone akan secara otomatis mati ketika dimasukkan ke dalam casingnya. Sebaliknya, Buds Q juga akan aktif secara otomatis ketika dikeluarkan dari casing-nya. Setelah dikeluarkan dari casing, earphone TWS ini akan secara otomatis terhubung ke perangkat yang sebelumnya telah melakukan proses pairing dengannya.

Performa

Sekarang saatnya saya menjajal performa suara yang dihasilkan oleh Realme Buds Q. Lagu pertama yang saya dengarkan adalah berjudul ‘Animals’ yang dibawakan oleh band Maroon 5. Awal-awal lagu ini menampilkan instrumen berfrekuensi menengah dengan separasi stereo lebar. Namun sayangnya, Buds Q tidak dapat mereproduksi separasi stereo yang cukup lebar pada instrumen lagu tersebut. Suara sang vokalis (Adam Levine) yang ditawarkankannya cukup baik untuk earphone kelas entry-level karena tidak terdominasi oleh suara bass.

Masih di dalam lagu yang sama, bagi kamu yang penggemar bass pasti akan menyukai earphone TWS ini. Pasalnya, kinerja nada frekuensi rendah dapat dilantunkannya dengan baik. Tidak ada gangguan distrosi ketika saya meningkatkan hingga volume tinggi (catatan: volume tinggi dapat merusak pendengaran, dengarkanlah earphone dengan volume yang wajar). Bass memang tidak terjadi distrosi, tetapi ia dapat mengurangi detail instrumen musik yang lain, terutama frekuensi tinggi dengan efek separasi stereo. Jika didengarkan dengan volume standar, secara keseluruhan suara masih dapat dinikmati dengan sangat baik, meski ada beberapa detail yang tertutup akibat bass yang terlalu kuat.

Selanjutnya saya mendengarkan lagu dengan musik yang mengedepankan bass dan treble seperti musik dari Nelly (feat Kelly Rowland) berjudul ‘Dilemma’. Di sini saya mendengar bass yang cukup solid tetapi performa treble agak kurang jernih karena frekuensi rendah yang terkadang mendominasi frekuensi tinggi. Kabar baiknya adalah suara backing vokal dan instrumen cukup terdengar jelas, termasuk dengan efek separasi stereo.

Lagu ketiga yang saya dengarkan adalah berjudul ‘Two Beds and A Coffee Machine’ dari band Savage Garden. Lagu ini memiliki pembawaan yang lebih santai tanpa menggunakan banyak instrumen musik seperti lagu ‘Animals’ dan ‘Dilemma’ yang sebelumnya saya dengarkan. Suara sang vokalis (Darren Hayes) terdengar natural yang diiringi oleh beberapa instrumen, yang juga terdengar baik tanpa saling mendominasi. Saya juga menyukai performa Buds Q saat melakukan peralihan dari frekuensi menengah ke frekuensi rendah tanpa terjadi distorsi pada suara vokal.

Satu lagi hal yang perlu diapresiasi adalah koneksi yang dimiliki Buds Q karena memiliki performa yang stabil meski saya berjalan agak jauh dari ponsel yang terkoneksi. Tidak ada masalah musik yang terputus-putus ketika saya berada di ruangan lain.

Saya juga menyukai daya tahan baterai yang dimiliki earphone TWS dari Realme ini. Masing-masing earphone dilengkapi dengan baterai 40 mAh. Sedangkan casing-nya memiliki kapasitas baterai 400 mAh. Dengan kapasitas 40 mAh, earphone Buds Q diklaim mampu bertahan hingga 4,5 jam ketika digunakan untuk mendengarkan musik secara terus menerus. Berdasarkan percobaan yang saya gunakan, dengan volume sekitar 70%, baterai earphone ini bertahan hingga 4 jam 58 menit untuk unit sebelah kiri dan 5 jam 13 menit untuk unit sebelah kanan. Oleh karena itu, dapat saya katakan daya tahan baterainya agak melebihi klaim perusahaan.

Banyak faktor yang menyebabkan perbedaan daya tahan baterai antara earphone sebelah kiri dan kanan. Salah satunya dikarenakan oleh perbedaan amplitudo pada frekuensi channel kiri dan kanan saat melantunkan suara efek stereo. Apa pun penyebabnya, perbedaan baterai tersebut tidak akan terlampau signifikan.

Kesimpulan

Earphone TWS realme Buds Q masuk ke dalam kelas entry-level dengan harga Rp399.000. Oleh karena itu, beberapa kekurangan yang dimiliki oleh earphone nirkabel ini sangat dapat dimaklumkan. Jika kamu penggemar suara bass yang mendentum agar lebih dapat meningkatkan pengalaman selama mendengarkan musik, tentu saja ini sudah dapat dipilih sebagai TWS harian.

Meski demikian, bukan berarti earphone ini tidak dapat menghadirkan detail suara. Detail suara instrumen masih dapat dinikmati pada banyak pilihan lagu. Lagipula, jika kamu mendengarkan musik menggunakan Buds Q sambil melakukan aktifitas seperti olahraga atau sejenisnya, kamu tidak akan terlalu merasakan jika ada detail frekuensi yang terdominasi.

75
Realme Buds Q
 
Keunggulan
  • Desain menarik
  • Cocok untuk penggemar bass
  • Nyaman dikenakan
 
Kekurangan
  • Detail suara kurang tajam
  • Seperasi stereo kurang lebar
  • Terkadang frekuensi saling mendominasi
Share
×
img
×
tekid
back to top