sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id qnap
Rabu, 30 Sep 2020 16:07 WIB

Review Mi TV Stick: Otak buat TV biasa hingga TV jadul

Tampilan menu utama Mi Stick TV sangat mirip dengan sistem operasi Android TV kebanyakan. Versi Android yang ada di Mi TV Stick ini adalah 9.0.

Review Mi TV Stick: Otak buat TV biasa hingga TV jadul

Mungkin beberapa di antara kalian masih memiliki TV plasma atau LCD dengan gambar berkualitas tinggi, tetapi belum masuk ke dalam kategori TV pintar atau smart TV. Ada juga yang berpikiran ingin menggantinya dengan smart TV tetapi merasa sayang karena kualitas gambarnya masih sangat baik. Apalagi bagi kalian yang memiliki TV plasma Pioneer Elite Kuro.

Sepertinya dilema tersebut akan segera sirna dengan bantuan Mi TV Stick yang beberapa waktu lalu secara resmi meluncur di Indonesia. Intinya, perangkat baru dari Xiaomi ini dapat mengubah TV biasa menjadi smart TV asalkan TV tersebut memiliki port HDMI.

TV biasa jadi smart TV

Seperti namanya, MI TV Stick memiliki ukuran yang cukup kecil dan memanjang. Menurut saya, ini lebih mirip flashdisk tetapi dengan bodi agak lebih besar. Berbicara seputar ukuran, perangkat ini hanya memiliki panjang 92,4 mm. Port yang digunakan untuk menyambungkan ke TV adalah HDMI. Intinya, Mi Stick TV mirip dengan pemutar media seperti Blu-ray namun memiliki ukuran yang jauh lebih kecil.

Jika Blu-ray player menampilkan film yang ada di kepingan Blu-ray, maka Mi TV Stick menampilkan sistem operasi Android TV di TV kamu. Itulah sebabnya, perangkat dari Xiaomi ini bisa dibilang dapat mengubah TV biasa menjadi TV pintar atau smart TV.

Di dalam paket penjualannya, Mi TV Stick hadir bersama dengan remote control, adaptor daya, kabel ekstensi HDMI, dan kabel USB yang berperan juga sebagai kabel daya. Tentu saja adaptor daya berguna untuk memberi daya Mi TV Stick yang dihubungkan menggunakan kabel USB. Kabel ini dihubungkan ke Mi TV lewat port Micro USB yang ada di sisinya. Sedangkan kabel ekstensi HDMI berguna untuk ‘memanjangkan’ colokan USB jika kamu tidak dapat menghubungkan Mi Stick TV langsung.

Remote control yang hadir bersama Mi TV Stick sangat mirip dengan remote control Mi TV. Bentuknya sangat minimalis dan hanya ada beberapa tombol. Oiya, remote control ini hanya dilengkapi sama konektivitas Bluetooth. Sebagai pembanding, remote control pada Mi TV dilengkapi dengan konektivitas Bluetooth dan inframerah.

Kabel USB yang menghubungkan antara adaptor daya dan Mi TV Stick cukup panjang sehingga kamu tidak perlu khawatir Mi TV Stick akan tidak sengaja tercabut dari port HDMI di belakang TV. Jadi intinya, instalasi Mi TV Stick di TV sangat mudah. Setelah menghubungkan Mi TV Stcik ke adaptor daya, kamu hanya tinggal menghubungkan perangkat tersebut ke port HDMI di TV.

Oiya, saya pernah iseng menghubungkan kabel daya bukan dari adaptor, tetapi langsung ke port USB yang ada di TV. Ternyata Mi TV Stick dapat berfungsi secara normal. Sebenarnya ini tidak terlalu mengherankan mengingat port USB pada TV juga memiliki tegangan listrik seperti layaknya adaptor. Tetapi saya sarankan agar kamu tetap menghubungkan kabel USB daya ke adaptor.

Pengoperasian

Setelah melakukan instalasi, bukalah Source terkait pada port HDMI di TV. Contoh, jika kamu menghubungkan ke port HDMI 1, maka Source pada TV yang harus dipilih adalah HDMI 1 juga. Awal-awal diaktifkan, perangkat ini akan meminta kamu untuk melakukan pairing remote control dengan Mi Stick TV. Cara melakukan pairing sangat mudah, cukup tekan tombol Home (gambar lingkaran) dan tombol aplikasi (gambar kotak-kotak kecil) secara bersamaan selama beberapa detik. Setelah proses pairing remote control selesai, akan ada tampilan layaknya smart TV Android yang mengharuskan kita melewati beberapa langkah untuk proses otentifikasi.

Tampilan menu utama Mi Stick TV sangat mirip dengan sistem operasi Android TV kebanyakan. Versi Android yang ada di Mi TV Stick ini adalah 9.0. Tidak ada fungsi Android TV yang dikurangi, semuanya dapat kamu akses layaknya smart TV pada TV konvensional. Aplikasi bawaan ketika perangkat ini diaktifkan adalah YouTube, Netflix dan, Prime Video.

Kamu juga dapat mengunduh beragam aplikasi lainnya seperti Disney+ Hotstar di Google Play Store. Tentu saja, karena dapat mengunduh aplikasi secara online, Mi TV Stick sudah terintegrasi dengan konektivitas Wi-Fi. Cara menghubungkan Wi-Fi di perangkat ini juga sama persis seperti smart TV Android kebanyakan.

Fitur yang khas smart TV Androd, Google Assistant, juga tersedia pada Mi TV Stick. Kamu dapat mengakses asisten digital dari remote control-nya dengan menekan tombol dengan ikon khusus. Selama mencobanya, saya merasa bahwa mikrofon di remote control Mi TV Stick cukup sensitif saat menangkap suara saya untuk melakukan berbagai perintah.

Tetapi sayangnya ada beberapa kali respons Google Assisten yang kurang cepat. Misalnya, setelah saya menekan tombol Google Assistant, terkadang Mi TV Stick memerlukan beberapa detik untuk siap mendengarkan perintah. Selain itu, saya merasa terkadang respons akses volume agak tidak lancar.

Seperti yang kita tahu, smart TV xiaomi menghadirkan antarmuka Patchwall selain antarmuka sistem operasi Android. Namun, Mi TV Stick tidak dilengkapi dengan platform Patchwall. Jadi kamu hanya dapat mengakses sistem antarmuka Android TV. Namun ini bukanlah sesuatu yang tidak menyenangkan karena platform Patchwall dapat diakali dengan mengunduh aplikasi streaming seperti Vidio, Catchplay, dan sebagainya.

Mi TV Stick mengusung resolusi hingga Full HD atau 1920 x 1080 piksel. Meski demikian, bukan berarti Mi TV Stick tidak mendukung resolusi di bawah resolusi Full HD demi gambar yang lebih optimal ketika dihubungkan ke TV beresolusi lebih rendah. Pilihan resolusi yang ditawarkan oleh Mi TV Stick adalah mulai dari 480p/60 Hz hingga 1080p/60 Hz. Jika kamu tidak yakin besaran resolusi TV yang dihubungkan, kamu dapat mengaktifkan opsi ‘Auto Switch’.

Tidak ketinggalan pula fungsi Consumer Electronics Control (CEC). Jika fitur ini diaktifkan, maka kamu dapat mengontrol Mi TV Stick melalui remote control TV kamu yang terhubung. Misalnya, kamu dapat mengarahkan navigasi ke seluruh menu antarmuka Android, mengatur volume, dan sebagainya menggunakan remote TV. Namun berdasarkan pengalaman saya, tidak semua merek TV tidak mendukung CEC Mi TV Stick.

Kesimpulan

Intinya, Mi TV Stick dapat mengubah perangkat visual apapun seperti TV, monitor, proyektor, dan lain-lain menjadi perangkat pintar yang berbasis Android TV. Syaratnya adalah perangkat visual tersebut memiliki port HDMI dan di rumah kamu ada koneksi Wi-Fi. Kamu juga dapat menggunakan Personal Hotspot (tethering) di ponsel untuk menghubungkan Mi TV Stick ke internet jika konektivitas Wi-Fi di rumah sedang tidak stabil.

Dengan demikian, kamu tidak perlu membeli smart TV baru jika sudah memiliki TV jadul dengan konektivitas HDMI. Pengalaman yang diberikan Mi TV Stick pun sangat sama seperti yang ditawarkan oleh TV Android ‘sebenarnya’. Sebenarnya, Mi TV Stick tidak harus dipasangkan ke TV biasa agar menjadi smart TV berbasis Android. Pasalnya, kamu juga dapat menghubungkannya ke smart TV yang tidak menggunakan sistem operasi Android seperti Samsung dan LG.

Mungkin hal yang paling menarik adalah harganya. Cukup merogoh kocek seharga Rp549.000, kamu dapat memiliki smart TV berbasis sistem operasi Android dengan banyak pilihan aplikasi yang dapat diunduh di Google Play Store.

80
Xiaomi Mi TV Stick
 
Keunggulan
  • Instalasi mudah
  • Akses kontrol & tampilan sama seperti smart TV Android
  • Mikrofon remote control cukup akurat
 
Kekurangan
  • Terkadang sistem Google Assistant lama berjalan
  • Akses terjadi lagging di beberapa kesempatan
Share
×
tekid
back to top