Review HP Envy X360

Laptop convertible pendukung youtuber

Kesan pertama saya menatap HP Envy X360, saya langsung terpikat. Betapa tidak, laptop ini tampak stylish dengan tubuhnya yang tipis nan ramping.

Laptop convertible pendukung youtuber (Foto: Tek.id)

HP menambah jajaran laptop convertible di Indonesia. Mengusung nama X360, laptop ini masuk dalam jajaran seri HP Envy yang ditujukan bagi kreator konten. Secara resmi HP Envy X360, diperkenalkan di Indonesia beberapa waktu lalu. Kendati begitu, laptop ini masih menyita perhatian berkat serangkaian fiturnya yang kekinian.

Sesuai dengan namanya, laptop dengan bentang layar 13 inci ini bisa dilipat hingga 360 derajat. Alhasil HP Envy X360 bisa dioperasikan sebagai laptop maupun difungsikan sebagai tablet. Tek.id berkesempatan menjajal HP Envy X360 yang ditenagai dengan prosesor AMD Ryzen 7. Berikut ulasan selengkapnya.

Desain

Kesan pertama saya menatap HP Envy X360, saya langsung terpikat. Betapa tidak, laptop ini tampak stylish dengan body-nya yang tipis nan ramping. Meski dibekali dengan prosesor kelas premium, Envy X360 hadir dengan bobot yang ringan, bahkan menurut saya sangat ringan. Bobotnya saja hanya mencapai 1,27 kilogram, sehingga mudah digenggam atau dibawa kemana saja tanpa harus menggunakan ransel berukuran besar. Berbalut material alumunium, HP Envy X360 juga nyaman digenggam tanpa terasa licin. 

Memiliki bentang layar 13 inci, tampilan HP Envy X360 tampak lega karena bezel layarnya yang tipis. Bezel bawahnya sendiri memang tebal sebagaimana laptop biasanya. Namun hal tersebut saya rasa sesuai guna mengakomodir pengoperasian laptop ketika difungsikan menjadi tablet.

Meski bodinya ramping, HP Envy X360 juga dilengkapi sejumlah fitur pendukung seperti dua port USB 3.1, microSD reader, port USB tipe C, serta jack audio 3,5mm. Sayangnya laptop ini tak menyertakan port HDMI untuk mendistribusikan gambar ke perangkat lainnya. Sebagai gantinya, pengguna HP Envy X360 bisa memanfaatkan USB tipe-C untuk mengakomodir output display.

Penempatan tombol power sendiri diposisikan tepat di sisi kiri perangkat. Namun menurut saya tombol ini akan lebih mudah dioperasikan jika diposisikan di kanan perangkat mengingat biasanya tangan kanan lebih sering digunakan.

Kekurangan dari desain Envy X360 yang saya temukan adalah adanya beberapa titik lemah di bagian keyboard. Saat saya mengaplikasikan tekanan yang cukup ringan di beberapa titk, bagian dari keyboard tersebut bergerak mengikuti lengkungan. Padahal untuk laptop di harga ini, kekuatan struktural dari laptop dapat dijaga dengan baik.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: