Review kamera Redmi Note 8

Kupas tuntas performa kamera Redmi Note 8

Konfigurasi keempat kamera belakang Redmi Note 8 adalah lensa lebar 48 MP, lensa ultra lebar 8 MP, lensa makro beresolusi 2 MP, dan satu lagi kamera untuk efek bokeh atau depth sensor.

Kupas tuntas performa kamera Redmi Note 8

Redmi Note 8 hadir sebagai varian Redmi Note 8 Pro yang baru diluncurkan Xiaomi. Sebenarnya, smartphone ini sudah cukup banyak kita ulas di tek.id maupun kanal Youtube tek.id. Kendati begitu, kali ini saya akan mengupas tuntas seputar kamera Redmi Note 8 ini.

Ponsel ini sendiri berbekal empat kamera belakang dan satu kamera depan. Konfigurasi keempat kamera belakang tersebut adalah lensa lebar 48 MP, lensa ultra lebar 8 MP, lensa makro beresolusi 2 MP, dan satu lagi kamera untuk efek bokeh atau depth sensor.

Prosesor pendukung kamera

Sebelum memulai lebih jauh, saya akan menjelaskan terlebih dahulu mengenai prosesor yang mentenagai ponsel besutan Xiaomi tersebut, yakni Qualcomm Snapdragon 665. Porsi pembahasan chipset ini perlu, karena kemampuan kamera Redmi Note 8 dipengaruhi olehnya.

Di dalam chipset ini ada bagian yang disebut Image Signal Processor (ISP) yang berguna untuk memproses gambar tangkapan kamera. Tugas ISP ini memproses gambar agar warna foto menjadi bagus, tajam, dan keseimbangan exposure, white balance dan parameter lainnya terjaga.

Di Snapdragon 665, Qualcomm membenamkan dua ISP seri Spectra 165 yang bisa mendukung hingga 3 kamera sekaligus, dan bahkan menawarkan kemampuan optical zoom hingga 5x.

Pada Redmi Note 8 ini, Xiaomi mengoptimalkan Spectra 165 hanya untuk satu kamera.Tentu demi memnuhi resolusi kamera mereka yang sebesar 48MP. Selain itu, ISP buatan Qualcomm ini punya banyak keunggulan. Di ISP Spectra 165 ini misalnya, terdapat fitur unggulan seperti Clear Sight, Hybrid Autofocus, Optical Zoom, dan Zero Shutter Lag. Adapun untuk kebutuhan video, Spectra 165 sudah bisa merekam video hingga 4K di 30FPS, dan slow motion 1080p di 120fps dan 240fps pada resolusi 720p.

Selain ISP, yang juga berpengaruh terhadap kualitas foto adalah kecerdasan buatan (AI). Kebetulan, Qualcomm sudah melengkapi Snapdragon 665 dengan AI Engine generasi ketiga. AI di sini berperan untuk mengenali objek, mengoptimalkan mode portrait dan juga memperbaiki kualitas low light pada fitur night mode. Selain itu, mesin kecerdasan buatan juga bisa untuk mengenali kondisi lingkungan sekitar.

Komponen lain yang cukup penting adalah Digital Signal Processor (DSP) dengan seri 686. Biasanya DSP ini berguna untuk meproses perekaman video. Selain itu, ada Hexagon Vector Extensions (HVX), gunanya agar proses kerja DSP tidak terlalu membebani chipset. Mungkin cukup disitu penjelasan teknisnya, kita langsung saja menguji kamera racikan Xiaomi di Redmi Note 8 ini.

Opsi resolusi 48 MP

Sebenarnya saat menggunakan kamera beresolusi besar, seperti kamera 48MP pada Redmi Note 8 ini, ada kerugiannya. Mengingat ukuran sensor ini hanya 1/2 inci, maka setiap piksel (atau photosite) pada sensor tersebut akan menjadi sangat kecil, yakni 0,8 mikrometer. Ujung-ujungnya, kamera menangkap cahaya yang lebih sedikit.

Oleh karena itu Redmi Note 8 menggunakan teknologi pixel binning agar lebih banyak cahaya yang masuk ke dalam setiap piksel kameranya. Proses teknologi ini menggabungkan beberapa piksel menjadi satu. Dalam kasus kamera Redmi Note 8, pixel binning menggabungkan 4 piksel menjadi 1 piksel. Dengan demikian, resolusi ‘asli’ 48 MP akan menjadi 12 MP agar memungkinkan cahaya lebih banyak masuk lantaran setiap pikselnya menjadi berukuran lebih besar.

Nah, jadi saya sarankan jika kamu ingin menggunakan resolusi tinggi 48 MP maka gunakanlah hanya pada kondisi cahaya yang terang seperti ketika siang hari. Ini demi menghindari gangguan noise yang berujung pada detail yang kurang tajam pada hasil foto. Untuk menggunakan mode resolusi 48 MP, cukup tekan ikon bertuliskan ‘48M’ di pilihan menu dekat tombol shutter.

Foto 48 MP

Hasil foto 12 MP

Warna yang dihasilkan dari kamera Redmi Note 8 cukup cerah, tetapi saya merasa warna merah agak terlalu pekat hingga. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh saturasi pada warna primer di sensor gambar terlalu agresif. Mengesampingkan saturasi warna merah yang terlalu pekat, saya menyukai performa White Balance pada Redmi Note 8 lantaran andal dalam hampir segala kondisi pencahayaan.

Secara keseluruhan, hasil warna bagus

Ketika saya memotret objek yang sama pada malam hari dengan menggunakan resolusi masing-masing 12 MP dan 48 MP, tampaknya metode teknologi pixel binning memang berfungsi dengan baik untuk menangkap lebih banyak cahaya. Ini terbukti karena hasil foto beresolusi 12 MP membutuhkan ISO 1000, sedangkan hasil foto 48 MP membutuhkan ISO yang lebih tinggi, yaitu 1250. Menaikkan ISO memang membuat gambar lebih terang, konsekuensinya adalah lebih banyak gangguan noise ketimbang menggunakan resolusi 12 MP.

Foto 12 MP

Foto 48 MP

Berbicara seputar ISO atau kepekaan sensor terhadap cahaya, saya sempat menguji seberapa unggul Redmi Note 8 menanggulangi ISO tinggi. Dengan cara memotret cahaya minim seperti sore menjelang malam hari, ponsel ini mulai menampakkan gangguan noise pada ISO 400. Noise bertambah pada ISO 800. Akan tetapi tingkat ketajaman gambar masih terlihat meski tidak istimewa. Noise sudah sangat menganggu dan detail sangat menurun di ISO 1600.

ISO 400

ISO 800

ISO 1600

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: