Jakarta setelah magrib dalam tangkapan Oppo R17 Pro

Jakarta setelah magrib menjelma metropolitan gemerlap cahaya. Ikuti hasil bidikan kamera Oppo R17 Pro kali ini.

Performa

Di dalam bodinya yang ramping, R17 Pro ditenagai oleh prosesor Qualcomm Snapdragon 710. Prosesor mobile ini tergolong kelas high-end terbaru besutan Qualcomm. 710 diklaim memiliki arsitektur yang sangat efisien untuk memproses algoritma AI. Prosesor ini dilengkapi dengan AI Engine multi-core dan kemampuan pemrosesan neural network.

Chipset ini merupakan seri pertama dari Snapdragon serial 700. Qualcomm menjanjikan SoC ini secara signifikan mengungguli serial 600. Qualcomm menyebutkan Snapdragon 710 mampu memberikan performa dua kali lipat dibandingkan dengan Snapdragon 660 dalam hal menjalankan aplikasi AI termasuk fotografi dan sistem suara. Dari sisi konektivitas, Snapdragon 710 mendukung model Snapdragon X15 LTE untuk kecepatan unduh hingga 800 Mbps, serta teknologi MIMO 4x4 demi kecepatan yang lebih baik.

Agar dapat mengetahui performanya, kami menjalankan aplikasi PCMark 10 di smartphone Oppo R17 Pro. Benchmark ini memberikan penilaian lengkap performa sistem grafik yang menitikberatkan pada performa GPU dan CPU. GPU yang ada di smartphone Oppo terbaru ini sendiri adalah Adreno 616. Dilengkapi dengan kapasitas RAM 8 GB, Oppo R17 Pro mencatat skor PCMark 10 keseluruhan di angka 6532 poin.

Benchmark selanjutnya yang saya jalankan adalah 3Dmark. Aplikasi ini menilai agar dapat menentukan performa rendering grafik 3D dan kemampuan pemrosesan beban kerja CPU. Pada pengujian Sling Shot, R17 Pro mengumpulkan nilai 2642 poin serta 2755 untuk Sling Shot Unlimited. Ketika melangkah ke pengujian Ice Storm Unlimited, ponsel ini mampu meraup skor 27267 poin.

Oppo membekali memori internal R17 Pro dengan kapasitas 128 GB. Penyimpanan ini terbilang sangat lega. Namun bagaimana performa kecepatan memori tersebut? Agar dapat mengetahuinya saya menginstal aplikasi AndroBench.

Benchmark ini mengukur performa penyimpanan R17 Pro. Kecepatan baca berurutan penyimpanan R17 Pro mampu melakukan kecepatan hingga 492 MB/s dalam pengujian Sequential Read. Sedangkan performa menulis file ke penyimpanan dapat diraih dengan kecepatan 198 MB/s (pengujian Sequential Write). Setelah saya mencoba percobaan Random Read dan Random Write, masing-masing dapat ditoreh dengan angka 105 MB/s dan 23 MB/s.

Sequential Read/Write adalah pola akses memori penyimpanan yang dilakukan di blok yang saling berdekatan. Sedangkan Random Read/Write merupakan pengujian memori penyimpanan yang diuji melalui blok dalam lokasi yang acak.

Ketika saya menjalankan aplikasi Basemark OS II, hasil pengujian yang didapatkan adalah 5892 untuk System dan 2921 saat menjalankan pengujian Memory. Secara keceluruhan Oppo R17 Pro mampu menoreh angka 2703 poin. Basemark OS II sendiri berguna untuk menjajal seberapa unggul performa sistem, memori penyimpanan, grafik, dan web browsing.  Aplikasi ini menguji berbegai aspek perangkat dan menghasilkan skor keseluruhan objektif untuk membandingkan lintas platform.

Hampir semua orang suka bermain gim di smartphone, termasuk saya. Jadi saya memainkan gim Asphalt 9. Tentu untuk dapat mengetahui pencapaian frame rate ketika bermain menggunakan R17 Pro. Kami menghubungkannya dengan aplikasi GameBench. Layar Oppo R17 Pro memiliki resolusi 1.080 x 2.340 piksel sehingga saya merasa konten di layar terlihat tajam tanpa gangguan selama permainan berlangsung.

Selama satu jam memainkan gim balapan tersebut, saya merasa area yang paling hangat adalah bagian belakang di sekitar kamera. Ini terjadi kemungkinan karena prosesornya terletak di bagian tersebut.

Pada suhu ruangan 25 derajat celcius, hawa panas di balakang smartphone mencapai 35 derajat celcius. Temperatur ini masih sangat normal karena saat bermain gim, komponen GPU dan prosesor sangat bekerja lumayan berat. Saya pun tidak merasa terganggu dengan kenaikan suhu tersebut. Peningkatan suhu mulai terasa ketika saya bermain gim sekitar 15 menit.

Di sisi grafis, Oppo R17 Pro menampilkan rata-rata frame rate 29 fps saat bermain gim Asphalt 9 dengan frame rate tertinggi ada di angka 30 fps. Frame rate terendah ada di angka 14 fps ketika gim sedang melakukan proses loading dan 24 fps ketika sedang dalam permainan.

Frame rate 14 fps saya anggap tidak masuk hitungan karena proses loading memang tidak menampilkan konten bergerak sama sekali. Sedangkan frame rate 24 fps ketika dalam menjalanakn permainan hanya ketika setiap memulai balapan. Memang momen itu menampilkan banyak konten mobil serta banyak pastikel bertaburan dari hasil gesekan dengan jalanan. Setelah itu pengalaman saya bermain gim tidak diganggu oleh momok lagging (sendatan) akibat penurunan frame rate.

Pada catatan log GameBench, kestabilan frame rate terpampang 97 persen. Persentase ini sangat baik karena penurunan stabilitas hanya 3 persen, itupun terjadi karena gim sedang loading. Menurut hasil uji benchmark, penggunaan kekuatan CPU hanya 7,5 persen dengan rata-rata penggunaan RAM 1.053 MB. Sedangkan gim ini menggunakan kapasitas maksimal RAM sebesar 1.282 MB. Penggunaan RAM tersebut tidak terlalu besar karena RAM total yang R17 Pro miliki sebesar 8 GB.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: