Opensignal : jaringan selular smartphone flagship Samsung unggul

Analisa data jaringan selular di tiga vendor smartphone terbesar saat ini menunjukkan data menarik soal kualitas jaringan selular di dalamnya.

Kapabilitas jaringan selular pada perangkat ponsel pintar tidak semuanya setara. Sama halnya seperti perbedaan kualitas pada varietas kamera ponsel pintar. Perbedaan kualitas jaringan selular ini menentukan pengalaman mengunduh atau memperlancar video streaming, mengunggah konten, sampai bermain game.

Perangkat ponsel pintar terbaru ataupun model yang lebih mahal biasanya mendukung kapabilitas jaringan selular terbaru, semisal 4G, bahkan 5G. Penelitian terbaru dari Opensignal, menunjukkan bagaimana perbedaan kualitas jaringan selular di berbagai perangkat pada 73 negara berbeda.


BACA JUGA

Ini cara cek IMEI ponsel di situs Kemenperin

Ini cara perbaiki bug Google Play Service yang kuras baterai smartphone

OPPO Reno 2 dengan 20x zoom akan meluncur akhir Agustus di India


Hal-hal yang mereka ukur antara lain, kemampuan ponsel pintar untuk tersambung pada frekuensi jaringan. Ada 40 jaringan 4G komersil dari seluruh dunia yang digunakan dalam penelitian ini.

Ada 18 ribu model smartphone unik yang beredar secara global yang diproduksi ratusan pabrikan. Hanya saja, banyak merek smartphone ini yang tidak benar-benar beredar secara global. Sony dan Motorola misalnya, yang kini sudah tidak terlalu mengglobal. Meski Xiaomi, Oppo, Realme, dan Vivo kini mengembangkan sayap bisnis internasional mereka, namun masih banyak pasar global yang belum mereka kuasai.

Oleh karena itu, tolok ukur smartphone yang digunakan oleh Opensignal adalah, Samsung, Huawei, dan Apple (iPhone). Dari hasil pengukuran pada 40 negara, perangkat Samsung mengunduh lebih cepat daripada pengguna iPhone dan Huawei. Di 14 negara, perangkat Samsung memperoleh kecepatan download yang lebih baik dari dua pesaingnya itu. Sementara untuk iPhone, mengungguli kecepatan unduh Samsung dan Huawei di 7 negara. Huawei memang belum mampu menorehkan perangkatnya menjadi yang tercepat di sektor ini, meski begitu mereka menempati urutan utama di beberapa negara.

Mungkin hal yang paling aneh adalah di Amerika. Di kandang sendiri, pengalaman mengunduh di perangkat iPhone lebih lambat 8.2 Mbps daripada perangkat Samsung. Di Indonesia sendiri, Samsung menang tipis dari kedua pesaingnya. Di sini kecepatan unduh perangkat Samsung lebih cepat 0.5 Mbps.

Lebih spesifik lagi, smartphone kelas atas Samsung (Galaxy S8, S9, S10, Note 8, Note 9) secara global, memiliki rata-rata kecepatan unduh hingga 26.6 Mbps. Ini rata-rata kecepatan yang paling tinggi dibandingkan rata-rata kecepatan unduh perangkat kelas atas Huawei dan Apple. Apple (iPhone XS) secara global hanya memiliki rata-rata kecepatan unduh 25.1 Mbps. Huawei (P20 Pro, P30 Pro, Mate 10, Mate 20) rata-rata memiliki kecepatan unduh 24.4 Mbps.

Rata-rata kecepatan unduh perangkat kelas menengah dan entry-level ketiga merek smartphone tersebut juga menunjukkan perbedaan. Berikut datanya.

Di Indonesia, kecepatan rata-rata unduhan pada smartphone kelas atas, adalah 14.5 Mbps. Smartphone kelas menengah rata-rata mengunduh di kecepatan 9.7 Mbps. Sementara kelas entry-level kecepatan unduhnya rata-rata 8.8 Mbps.

Kondisi ini penyebabnya karena kemampuan smartphone kelas atas memiliki kapabilitas untuk mengkombinasi lebih dari lima jenis frekuensi radio berbeda. Dengan begitu pengguna smartphone kelas atas akan mendapatkan keuntungan yang jauh lebih baik ketimbang pengguna smartphone kelas menengah dan entry-level.

Upload dan Latency

Kecepatan unggahan (upload), pada tiga kategori smartphone juga berbeda satu sama lain. Data menunjukkan, smartphone kelas atas rata-rata mampu mengunggah pada kecepatan 7.4 Mbps. Smartphone kelas menengah memiliki kecepatan mengunggah konten rata-rata 4.7 Mbps. Sedangkan kecepatan unggah smartphone entry-level sebesar 3.9 Mbps.

Jaringan selular ini juga memengaruhi pengalaman bermain game multiplayer seperti PUBG Mobile dan Fortnite misalnya. Pada smartphone kelas atas, pengguna mendapatkan pengalaman bermain yang lebih baik, berkat berkurangnya latency yang terjadi.

Pemain biasanya sering menggunakan istilah “ping” untuk menyebut latency jaringan selular yang tinggi. Latency atau ping yang tinggi ini mengaibatkan permainan melambat. Hitungan latency ini berada pada ukuran mili detik (ms). Perangkat kelas atas 14% lebih cepat dalam menangani latency pada smartphone kelas menengah. Smartphone kelas atas juga 18% lebih cepat daripada smartphone kelas entry-level.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: