sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id samsung
  • partner tek.id telkomsel
  • partner tek.id poco
  • partner tek.id realme
  • partner tek.id acer
Rabu, 01 Feb 2023 12:03 WIB

Melihat peran teknologi mempersolek industri kecantikan

Berkat teknologi, perempuan bisa dengan cepat memilih produk riasan wajah yang “gue banget”. Bahkan, beberapa merek menghadirkan inovasi, agar kecantikan menjadi milik setiap perempuan, termasuk para penyandang disabilitas.

Melihat peran teknologi mempersolek industri kecantikan
Source : Pexels - Adrienn

Singgah dari satu gerai ke gerai lain. Meluncurkan banyak pertanyaan soal warna, kandungan, cara pakai, atau lainnya kepada pramuniaga. Lalu, mencoba produk tester yang tersedia untuk mengetahui tekstur dan kecocokan produk dengan warna atau jenis kulit.

Kira-kira, demikian gambaran singkat mengenai cara perempuan membeli riasan wajah bertahun-tahun silam. Ada waktu, energi, atau bahkan biaya yang harus dikeluarkan untuk memilih satu lipstik, misalnya, dari sederet varian yang ada. Itu baru lipstik. Belum lagi foundation, blush on, eyeliner, dan lain sebagainya.

Beruntung, teknologi hadir. Sebelum mendatangi gerai atau menekan tombol Checkout, perempuan bisa menonton ulasan terlebih dahulu untuk menentukan produk kecantikan yang cocok dengannya. Membeli riasan wajah atau perawatan kulit tak lagi seperti memasuki belantara yang membingungkan.

Publikasi dari JP Morgan pada 2019, berjudul How Technology is Giving the Beauty Industry a Makeover juga mengamini bahwa transformasi digital—berkat media sosial dan e-commerce—di industri kecantikan telah merevolusi cara produsen menjangkau dalam pelanggan mereka.

“Munculnya tutorial kecantikan di YouTube, di mana influencer dengan jutaan followers memamerkan riasan yang kompleks dan tren selfie (sejak 2012) di Instagram, telah membantu penjualan produk kecantikan meledak dalam beberapa tahun terakhir,” ungkap publikasi tersebut.

Jelas bahwa teknologi telah mengubah perilaku konsumen dalam berbelanja, sehingga mendongkrak penjualan. Lebih jauh dari itu, merek-merek kecantikan juga kian adaptif dengan teknologi augmented reality (AR) dan Artificial intelligence (AI).

Digitalisasi untuk mempersonalisasi produk kecantikan

E-commerce telah memainkan peran penting dalam mendorong pertumbuhan penjualan produk kecantikan. E-commerce pulalah yang membantu mendorong eksistensi produk kecantikan lokal, meski perusahaan multinasional, seperti L'Oréal dan Estée Lauder, masih memimpin pasar produk perawatan kulit.

Hal ini lantaran menghadirkan perawatan kulit membutuhkan lebih banyak riset dan pengembangan daripada produk kecantikan lainnya. Pelanggan pun cenderung tetap setia pada merek besar yang mereka kenal dan percaya.

Di tengah pasar yang kompetitif ini, merek-merek kecantikan akhirnya berlomba-lomba memanfaatkan teknologi untuk mempersonalisasi produk dan layanan. L'Oréal, misalnya, mengakuisisi ModiFace—pemimpin internasional dalam teknologi AR dan AI untuk industri kecantikan—pada tahun 2018, untuk uji coba kosmetik virtual pertama di Amazon. Inovasi ini memungkinkan pelanggan menggunakan kamera depan di ponsel mereka untuk mencoba warna lipstik yang berbeda secara digital dalam live video atau selfie.

Lancôme, merek mewah yang merupakan anak perusahaan L'Oréal, juga mengembangkan Skin Screen. Ini adalah perangkat yang memanfaatkan tri-polar light technology, AI, dan algoritma canggih untuk menganalisis kulit secara menyeluruh, dan disertai dengan skor yang ditentukan berdasarkan evaluasi dermatologis.

Itulah beberapa contoh digitalisasi untuk mempersonalisasi produk kecantikan. Seiring perkembangan teknologi, para produsen produk kecantikan pun semakin mengupayakan inklusivitas agar kecantikan menjadi milik setiap perempuan, termasuk para penyandang disabilitas.

Makin inklusif untuk penyandang disabilitas

Consumer Electronics Show (CES) 2023 baru saja digelar di Las Vegas, Amerika Serikat (AS). Dalam “pesta inovasi teknologi” ini, L'Oréal memperkenalkan dua prototipe teknologi kecantikan terbaru yang memenangkan penghargaan inovasi CES 2023. Keduanya adalah HAPTA dan L'Oréal Brow Magic.

Mengutip ZDNET, HAPTA adalah aplikator riasan handheld pertama di dunia yang terkomputerisasi, dirancang untuk pengguna dengan mobilitas tangan dan lengan yang terbatas. Dikembangkan para ilmuwan dan insinyur L'Oréal, HAPTA adalah aplikator riasan pintar yang sangat presisi dan dapat digenggam untuk pengguna dengan mobilitas tangan dan lengan yang terbatas, menawarkan kemampuan untuk mengaplikasikan lipstik secara stabil di rumah.

Kunci dari HAPTA adalah kombinasi dari kontrol gerak pintar (smart motion controls) bawaan dengan alat tambahan yang dapat disesuaikan untuk memberikan penggunanya rentang gerak yang lebih baik, memudahkan dalam membuka kemasan produk yang sulit dibuka, dan aplikasi presisi yang sebelumnya sulit dicapai.

Sementara itu, L'Oréal Brow Magic adalah aplikator riasan alis cerdas pertama yang memberikan pengguna bentuk alis sesuai yang diinginkan hanya dalam hitungan detik.

 

Perangkat ini dikembangkan oleh L'Oréal dalam kemitraan dengan perusahaan teknologi Prinker, pelopor dalam cetakan tato non-permanen. Memanfaatkan ModiFace, teknologi AR milik L'Oréal, aplikator ini memindai wajah dan memberikan rekomendasi bentuk alis yang diinginkan pengguna.

Dari penjabaran di atas, dapat dikatakan bahwa industri kecantikan sangat berkaitan dengan personalisasi. Kehadiran teknologi semakin memungkinkan hal ini terjadi. Dengan kata lain, digitalisasi benar-benar berperan sebagai akselerator yang mempersolek industri ini.

Share
×
tekid
back to top