Dugaan Apple membunuh ekosistem iTunes yang sudah uzur

Kematian iTunes meungkin akan terjadi dalam waktu dekat ini. Ada bukti-bukti yang menunjukkan bahwa layanan itu akan ditutup Apple sendiri.

Dugaan Apple membunuh ekosistem iTunes yang sudah uzur

iTunes, kemungkinan akan berkahir dalam waktu dekat. Pengembang iOS, Steve Troughton-Smith membeberkan temuannya pada Cult of Mac (5/4). Menurutnya, Apple akan membagi layanan mereka menjadi beberapa aplikasi khusus Music, Podcast, dan Books.

Steve menyadari hal ini karena diperkuat oleh rilis press peluncuran Apple TV+ beberapa waktu lalu. Pada rilis tersebut Apple menyenggol soal relokasi sewa film dan acara televisi ke dalam aplikasi layanan streaming-nya Apple


BACA JUGA

Modem 5G bakal buat harga iPhone lebih mahal Rp13 ribu

Apple dituntut USD1 miliar karena sistem pengenalan wajah

Apple sanjung Qualcomm, sebut mereka sebagai perusahaan terbaik


"Apple TV akan menjadi ruah baru bagi film dan acara tv yang saat ini hadir di iTunes," terang rilis tersebut.

Cult of Mac mencoba mencari informasi lebih lanjut ke pihak Apple, tapi tidak ada respon dari merekam mengenai keberlangsungan layanan iTunes. Sementara Steve, sang developer iOS terus mencari petunjuk lewat menggali ke dalam kode iOS dan macOS.

Mengenang revolusi iTunes

Pada 2003 iTunes resmi dirilis secara global ke seluruh pengguna. Sebenarnya iTunes dikembangkan Apple sejak 2001 dan telah aktif selama 18 tahun. Platform ini memiliki rancangan sebagai peranti lunak yang bisa memutar, mengorganisasi dan membeli lagu dari iTunes Store. iTunes juga bisa digunakan untuk mengelola isi konten di iPod, iPhone, iPod Touch dan iPad. 

iTunes ini bahkan bisa berjalan di sistem operasi macOS maupun Microsoft Windows. Peranti ini telah mendapatkan reputasi karena mudah digunakan dan organisasi lagunya yang bagus.

Kehadiran iTunes ini mengubah perilaku konsumsi penikmat musik. Ketimbang menjual satu album, iTunes menjual single lagu dengan harga yang amat terjangkau, tidak sampai satu dolar USD0.99. Cara ini sangat populer ketimbang membeli satu album dalam CD yang berharga lebih mahal.

Apple sendiri bekerjasama dengan perusahaan rekaman mayor seperti Sony, EMI , BMG, Warner Music, dan Universal, untuk melegalkan ekosistem bisnisnya.

Aspek digital inilah yang akhirnya menciptakan fleksibilitas di kalangan konsumen dan mengalihkan fokus industri musik. Kini kehadiran iTunes dan sistem penjualannya yang mudah dan murah, juga ekosistem iPod dan komputer saat itu, mengubah gaya konsumsi penikmat musik hingga saat ini.

Musisi pun fokus mengeluarkan single ketimbang album penuh. Era album pun mati karena perubahan ini. Musisi pun berlomba membuat komposisi lagu sekali hit (one-hit wonders).

Akibatnya, toko musik fisik pun mati. Label besar mati karena posisi orang di tengah antara musisi dan perusahaan rekaman tidak diperlukan lagi. Banyak musisi kini memproduksi sekaligus menjual musik mereka sendiri. Padahal sebelumnya, industri musik sangat dipengaruhi distribusi dari perusahaan rekaman mayor. iTunes mengambil alih peran distribusi tersebut.

Kini setiap orang bisa menggunakan iTunes, bahkan perusahaan rekaman kecil sekalipun. Kendati begitu, layanan iTunes kini menghadapi tantangan dari layanan streaming baru seperti JOOX, Spotify, dan Netflix.

 

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: