×
Kanal
    • partner tek.id realme
    • partner tek.id samsung
    • partner tek.id acer
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd

Sony FX5 Meluncur di Indonesia, Kamera Cinema Line Pertama dengan Open Gate

Oleh: Dhanisa Julia Putri - Jumat, 14 Agustus 2026 17:45

Sony FX5 resmi hadir di Indonesia membawa Open Gate, RAW X-OCN internal, sensor full-frame baru, dan video 5K 60 fps mulai Rp85,99 juta.

Sony FX5 Resmi Meluncur di Indonesia Peluncuran Sony FX5. dok. Sony

Sony resmi memboyong FX5 ke Indonesia sebagai kamera full-frame terbaru dalam keluarga Cinema Line. 

Kamera ini menjadi model pertama dalam seri FX yang menawarkan Open Gate Shooting sekaligus perekaman RAW X-OCN secara internal, dengan harga mulai Rp85,99 juta.

Open Gate Shooting memungkinkan FX5 membaca seluruh area sensor dalam rasio 3:2. Bagi kreator, kemampuan tersebut memberikan keleluasaan lebih besar untuk menentukan komposisi hingga melakukan reframing saat pascaproduksi, termasuk mengolah satu materi video menjadi berbagai rasio untuk kebutuhan distribusi berbeda.

FX5 juga dapat merekam X-OCN 16-bit scene-linear secara internal sehingga pengguna tidak membutuhkan perekam eksternal untuk menghasilkan materi RAW. 

Selain X-OCN LT, Sony menyediakan dua codec baru, X-OCN C1 dan X-OCN C2, yang menawarkan pilihan berdasarkan kebutuhan kualitas gambar, ukuran berkas, dan alur kerja produksi.

Digital Imaging Product Manager PT Sony Indonesia Faye Adelia mengatakan kemampuan merekam X-OCN secara internal turut membuat konfigurasi perangkat menjadi lebih sederhana saat digunakan di lapangan.

“Kita tidak membutuhkan external RAW untuk merekam X-OCN, karena itu setup kamera bisa menjadi lebih ringan dan praktis, terutama untuk shooting yang membutuhkan banyak movement,” ujar Faye.

Teknologi baru lainnya adalah Dual Gain Shooting yang untuk pertama kalinya tersedia pada seri FX. Fitur ini memanfaatkan kemampuan sensor untuk menghasilkan gradasi lebih halus dan latitude lebih luas sekaligus menekan noise tanpa mengorbankan detail pada area bayangan.

Sony membekali FX5 dengan sensor full-frame fully stacked Exmor RS CMOS generasi baru yang dipadukan dengan mesin pemrosesan gambar BIONZ XR2 dan unit pemrosesan berbasis kecerdasan buatan (AI).

“Teknologi ini dirancang untuk memberikan kombinasi antara kecepatan, detail gambar, dan latitude yang luas. Dan dengan kemampuan readout yang cepat, FX5 mampu mendukung perekaman dengan resolusi tinggi, juga frame rate yang tinggi,” kata Faye.

Untuk perekaman video, FX5 mampu menghasilkan resolusi 5K hingga 60 fps, 4K hingga 120 fps, serta Full HD hingga 240 fps. 

Perekaman menggunakan S-Log3 diklaim menawarkan dynamic range lebih dari 15 stop. Kamera ini juga memiliki tiga pengaturan base ISO, yakni ISO 800, 4.000, dan 12.800 untuk mengakomodasi kondisi pencahayaan berbeda.

Kemampuan AI turut dimanfaatkan pada sistem autofokus. FX5 dibekali teknologi estimasi pose manusia dan Real-time Tracking untuk mempertahankan fokus pada subjek, termasuk ketika bekerja dalam kondisi minim cahaya. 

Fitur Auto Tracing White Balance (ATW) menggunakan sensor cahaya, inframerah, dan deep learning untuk membantu menghasilkan keseimbangan warna putih yang lebih stabil.

Sony turut menyediakan fungsi Noise Suppression yang dapat diaktifkan atau dinonaktifkan sesuai kebutuhan produksi. Dukungan de-squeeze untuk lensa anamorfik mencakup rasio 1,3x, 1,5x, 1,6x, 1,8x hingga 2,0x.

Dari sisi desain, FX5 mengadopsi bodi flat-top yang memungkinkan kamera digunakan dalam berbagai konfigurasi, mulai dari handheld, gimbal hingga pengambilan gambar di ruang terbatas. 

Sistem stabilisasi optik 5-axis di dalam bodinya juga diperbarui dengan rentang koreksi roll yang diklaim dua kali lebih luas dibandingkan sistem sebelumnya.

Layar sentuh LCD berukuran 3,5 inci dengan resolusi sekitar 2,76 juta titik dapat diputar hingga 180 derajat. 

Sony juga menerapkan sistem menu baru yang dibuat menyerupai pengoperasian kamera CineAlta dan FX6 sehingga pengguna yang bekerja dengan beberapa lini kamera profesional Sony dapat berpindah perangkat dengan lebih mudah.

Untuk kebutuhan produksi berdurasi panjang, FX5 dilengkapi sistem kipas pendingin berefisiensi tinggi dengan ruang udara terpisah serta konstruksi tahan debu dan kelembapan. 

Tersedia pula dua USB Type-C dengan dukungan USB Power Delivery serta input timecode menggunakan kabel adaptor opsional.

Sony menawarkan sejumlah aksesori tambahan, antara lain OLED Detachable Viewfinder DVF-EL1 berukuran 0,58 inci dengan resolusi 7,07 juta titik dan dukungan HDR. 

Ada pula XLR Handle Unit XLR-H2 yang mendukung input audio empat kanal hingga 96 kHz 32-bit float serta Timecode Adapter VMC-BNCU1 untuk kebutuhan sinkronisasi beberapa kamera.

Sony membuka masa pre-order FX5 pada 13 Agustus hingga 20 September 2026. FX5 versi body only dipasarkan seharga Rp85.999.000, sedangkan paket FX5 + XLR Handle dibanderol Rp94.999.000. OLED Viewfinder DVF-EL1 dijual terpisah dengan harga Rp11.499.000.

Selama periode pre-order, konsumen berkesempatan mendapatkan baterai NP-SA100, kartu memori CFexpress Type A CEA-G240T, dan Thule Accent2 Backpack. 

Kamera tersebut dijadwalkan tersedia secara luas melalui toko dan dealer resmi Sony Indonesia mulai akhir September 2026.

Sony juga menyiapkan pembaruan perangkat lunak versi 2.0 untuk FX5 yang dijadwalkan hadir pada Agustus 2027 atau setelahnya. 

Pembaruan itu antara lain akan membawa perekaman HFR hingga 240 fps dalam format X-OCN, XAVC S-I rasio 3:2 untuk Open Gate Shooting, antarmuka yang dioptimalkan untuk produksi video vertikal, serta fungsi frame grab.

Kombinasi Open Gate, RAW X-OCN internal, Dual Gain Shooting, sensor full-frame fully stacked dan pemrosesan berbasis AI membuat FX5 diposisikan sebagai pilihan baru Sony bagi kreator maupun pekerja produksi profesional yang membutuhkan kualitas gambar tinggi dengan konfigurasi kamera yang tetap fleksibel.

Tag

Tagar Terkait

×
back to top