×
Kanal
    • partner tek.id realme
    • partner tek.id samsung
    • partner tek.id acer
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd

Sony FX5 Diuji Sineas, ISO 12.800 hingga Open Gate Jadi Fitur Andalan

Oleh: Dhanisa Julia Putri - Selasa, 18 Agustus 2026 18:45

Sony FX5 diuji sineas dalam kondisi minim cahaya hingga video musik, memanfaatkan tiga base ISO dan Open Gate untuk fleksibilitas produksi.

Sony FX5 Diuji Sineas, ISO hingga Open Gate Jadi Andalan Sejumlah sineas memberikan testimoni menggunakan Sony FX5. dok. Sony

Sejumlah sineas menguji kemampuan Sony FX5 dalam kondisi produksi nyata, mulai dari pengambilan gambar minim cahaya dengan ISO tinggi, pencahayaan RGB yang kompleks, hingga produksi video musik yang membutuhkan fleksibilitas dalam menentukan framing.

Salah satu pengujian dilakukan sutradara Upie Guava. Ia mencoba mendorong kemampuan FX5 hingga ISO tertinggi untuk melihat sejauh mana kamera tersebut dapat menghasilkan gambar dalam kondisi minim cahaya.

“Pasti orang bilang jangan dipakai, tapi kalau enggak boleh dipakai, kenapa ada itu ISO,” ujar Upie.

Upie mengaku terkesan setelah melihat hasil pengambilan gambar pada kondisi yang cukup gelap. 

Rekaman tersebut kemudian masuk ke proses penyuntingan dan visual grading untuk melihat sejauh mana gambar masih dapat diolah.

“Jadi ini pertama kalinya saya impressed. ISO paling mentok yang biasanya itu hanya ada, tapi belum dipakai,” kata Upie.

Pengujian berbeda dilakukan sineas Joni Astin. Ia membawa FX5 menghadapi skenario produksi dengan sumber cahaya RGB, pergerakan lampu yang sulit dikontrol, serta perubahan pencahayaan dari kondisi terang hingga sangat gelap.

Dalam kondisi tersebut, Joni memanfaatkan tiga pilihan base ISO yang tersedia pada FX5, yakni ISO 800, 4.000, dan 12.800. 

Ketiganya digunakan sesuai dengan kondisi pencahayaan selama proses pengambilan gambar.

“Jadi tiga base ISO aku pakai banget waktu di syutingan kemarin. Aku nyobain 800 base ISO saat lampunya lumayan ada, terus mediumnya di 4000, kemudian di high-nya di 12800,” ujar Joni.

Menurut Joni, base ISO 4.000 menjadi salah satu pilihan menarik untuk pengambilan gambar malam hari. 

Ia menilai informasi visual pada bagian gelap yang sebelumnya sulit ditangkap menggunakan kamera lain masih dapat terlihat pada hasil rekaman FX5.

“Hal yang biasanya tidak bisa aku tangkap di kamera sebelumnya, di sini jadi lebih keluar,” katanya.

Pengujian FX5 kemudian berlanjut ke produksi video musik. Dalam proyek tersebut, kamera digunakan untuk menghadapi kombinasi pencahayaan yang beragam sekaligus kebutuhan slow motion dan pengambilan gambar dalam kondisi minim cahaya. 

Produksi itu juga melibatkan penggunaan blue screen yang selanjutnya digabungkan dengan CGI.

Selain kemampuan pada kondisi minim cahaya, fitur Open Gate menjadi salah satu fungsi yang dimanfaatkan selama produksi. 

Fitur tersebut memberikan ruang lebih besar dalam menentukan ulang komposisi gambar ketika memasuki tahap pascaproduksi.

Bagi Joni, fleksibilitas tersebut menjadi penting dalam produksi video musik maupun komersial karena permintaan format atau framing dapat berubah setelah proses pengambilan gambar selesai.

“Open Gate, apalagi di musik video dan komersil, kepakai ketika klien mendadak minta. Jadi ya, sangat kepake lah itu,” ujar Joni.

Kemampuan melakukan crop dan mengubah framing memberikan keleluasaan lebih besar bagi kreator dalam menyesuaikan satu materi dengan kebutuhan visual yang berbeda tanpa kehilangan terlalu banyak detail gambar.

Pengujian yang dilakukan Upie dan Joni memperlihatkan penggunaan Sony FX5 dalam berbagai situasi produksi, bukan hanya dalam kondisi pencahayaan ideal. 

Tiga pilihan base ISO hingga 12.800 dimanfaatkan untuk menghadapi perubahan cahaya, sementara Open Gate memberikan ruang lebih luas dalam menentukan komposisi ketika materi memasuki tahap pascaproduksi.

Kombinasi kemampuan tersebut membuat FX5 diuji untuk kebutuhan yang cukup beragam, mulai dari pengambilan gambar minim cahaya dan pencahayaan kompleks hingga produksi video musik yang menuntut slow motion, CGI, serta fleksibilitas framing.

×
back to top