sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id acer
Rabu, 09 Sep 2020 15:04 WIB

Menjajal Redmi 9C yang baru meluncur di Indonesia

Awal saya membuka kemasannya, hampir tidak terlihat jika ponsel yang berbobot 196 gram ini masuk ke dalam kelas entry-level.

Menjajal Redmi 9C yang baru meluncur di Indonesia

Hari ini (9/9) Xiaomi baru saja meluncurkan ponsel terbaru mereka dengan nama Redmi 9C di Indonesia. Kebetulan ponsel tersebut sudah ada di tangan saya, dan saya sudah menjajal sebentar ponsel terbaru dari Xiaomi tersebut.

Awal membuka kemasannya, hampir tidak terlihat jika ponsel yang berbobot 196 gram ini masuk ke dalam kelas entry-level. Tetapi setelah saya melihat bahwa port pengisian baterai Redmi 9C masih menggunakan micro-USB, barulah kesan entry-level pada ponsel ini terasa.

Port pengisian daya (yang juga berfungsi sebagai transfer data) terdapat di sisi bawah ponsel. Ia terletak bersamaan dengan mikrofon dan speaker. Speaker ini terletak di sisi bawah bagian kanan, ini cukup menguntungkan ketika kamu bermain game berorientasi lansekap karena menghindarinya tertutup dengan telapak tangan. Sedangkan port jack audio 3,5mm ada di bagian atas. Nah, karena port audio ini terlalu di pinggir, kemungkinan akan menganggu tangan sebelah kiri ketika bermain gim pada orientasi lansekap.

Baik tombol volume maupun tombol daya keduanya ada di sisi sebelah kanan ponsel. Sedangkan di sisi sebelah kiri ada tray untuk penempatan kartu SIM dan kartu microSD. Sebagai catatan, seluruh SIM 1, SIM 2, dan microSD memiliki masing-masing slot. Ini mungkin menguntungkan bagi sebagian orang yang menggunakan dua kartu sim dan ingin menambahkan kapasitas penyimpanan.

Bagian belakang Redmi 9C terbuat dari material plastik. Tetapi Xaiomi dapat menanggulanginya agar tidak terlalu terlihat seperti ponsel kelas bawah. Pasalnya, desain di bagian belakangnya terdapat garis-garis melengkung sehingga tidak terlalu polos. Pola garis tersebut juga agak terasa ketika saya menyentuhnya. Warna ponsel Redmi 9C yang saya pegang adalah biru matte, sehingga noda sidik jari tidak akan mudah menempel.

Sensor sidik jari ada di bagian belakang, dan mudah digapai menggunakan jari telunjuk. Kamera belakang Redmi 9C dilengkapi dengan tiga kamera, tetapi Xiaomi merancangnya di dalam sebuah modul kotak yang seolah-olah terlihat empat kamera. Ini karena ketiga kamera itu digabungkan dengan lampu LED flash di dalam modul.

Modul kamera belakang Redmi 9C tidak terlalu menonjol. Ini dikarenakan kamera belakang ponsel ini tidak ada yang menggunakan focal length yang panjang. Ketiga kamera tersebut mencakup kamera utama beresolusi 13 MP (f/2.2), kamera makro 2 MP (f/2.4), dan terakhir kamera depth sensor (f/2.4).

Sedangkan kamera depan memiliki resolusi 5 MP (f/2.2) yang terletak di dalam notch tipe dot drop di atas layar. Layarnya sendiri memiliki ukuran 6,53 inci dengan resolusi 720 x 1.600 piksel. Resolusi layar ini memang tidak terlalu tinggi, tetapi menurut saya konten yang ada pada layar tetap terlihat mulus tanpa pinggiran bergerigi. Ikon-ikon pada posnel juga cukup terlihat jelas.

Namun hal yang menjadi masalah adalah layar tersebut agak sulit dilihat ketika saya sedang berada di bawah cuaca yang sangat cerah. Saya masih dapat mengatasinya dengan menutupi layar dengan tangan, tetapi agak menganggu ketika saya sedang melakukan komposisi layar saat memotret.

Prosesor yang digunakan di dalam ponsel ini adalah MediaTek Helio G35. Sedangkan sistem operasinya menggunakan Android 10 dengan antarmuka MIUI 12. Pengalaman saat saya mengakses menu cukup lancar meskipun ada beberapa pergerakan yang kurang mulus.

Meski belum lama menjajalnya, saya sempat menjalankan benchmark 3DMark. Untuk pengujian Sling Shot di benchmark tersebut, Redmi 9C berhasil mengumpulkan nilai 831 poin. Sebagai pembanding, ponsel Realme C11 yang menggunakan prosesor yang sama berhasil menorehkan angka sebanyak 851 poin.

Beralih ke pengujian Sling Shot Unlimited, Redmi 9C memiliki angka sebanyak 844 poin. Di sisi lain, Realme C11 berhasil meraih angka 908 poin. Intinya, pada pengujian benchmark 3DMark, angka yang didapatkan Redmi 9C agak lebih rendah dibandingkan dengan Realme C11.

Selanjutnya saya menjalankan aplikasi benchmark PCMark Work 2.0. Benchmark ini berguna untuk mengetahui seberapa andal ponsel ketika digunakan untuk keperluan sehari-hari. Redmi 9C berhasil meraup angka 5197 poin, sedangkan Realme C11 berhasil mengumpulkan nilai 5988 poin. Sekali lagi, nilai Redmi 9C berada agak di bawah Realme C11.

Redmi 9C dilengkapi dengan kapasitas baterai 5.000 mAh. Secara teori, kapasitas ini seharusnya menjanjikan daya tahan baterai yang sangat irit. Hasil ulasan lengkap Redmi 9C akan saya informasikan beberapa hari lagi dengan menyertakan ketahanan daya baterainya saat bermain gim, menonton film secara online dan durasi yang dibutuhkan ketika mengisi ulang baterai hingga penuh. Tentu saja saya juga akan menampilkan hasil foto ketika menggunakan kamera belakang dan depannya. Jadi ditunggu ya hasil ulasan lengkap Redmi 9C.

Share
×
tekid
back to top