Banyak anak-anak di China terkena rabun jauh
WHO menyebut China merupakan negara dengan presentase anak-anak yang menderita rabun jauh paling besar di dunia
Ilustrasi Anak-Anak Bermain Game (Pexels)
Belakangan ini banyak kabar kurang baik yang menerpa para gamer di seluruh dunia. Beberapa orang telah dikabarkan meninggal akibat terlalu banyak bermain gim, sementara beberapa lain mengalami cacat di bagian indra penglihatan mereka.
Melihat fakta ini, Kementerian Pendidikan China pun ingin melakukan langkah preventif agar anak-anak dan remaja di negara mereka tidak mengalami kejadian tersebut. Oleh karenanya, mereka telah merumuskan beberapa usulan untuk mencegah hal ini terjadi.
Salah satunya adalah dengan memanfaatkan sistem pengingat sesuai usia. Langkah ini diambil Presiden China, setelah melihat data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menyatakan bahwa negara yang dipimpinnya tersebut memiliki tingkat tertinggi dalam peringkat penderita rabun jauh usia muda di dunia.
- Tencent Cloud Luncurkan Solusi AI Gaming di GDC 2026, Perkuat Komunikasi dan Keamanan Game Global
- Libas Rejects 4-0 di Grand Final, Vizualz Esports Juara CODM King Arena 2026
- Slay the Spire 2 hingga Scott Pilgrim EX, Ini Deretan Game Indie Baru yang Sedang Jadi Sorotan
- Roblox Luncurkan AI yang Otomatis Perbaiki Kata Kasar di Chat Game
Engadget pada Senin (3/9/2018) menyebut jika China memiliki target untuk meredam pertumbuhan penyakit yang dalam bahasa ilmiah disebut dengan miopi tersebut sebesar 0,5 persen per tahun pada 2023.
Target mereka bahkan naik menjadi satu persen di beberapa wilayah yang terkena masalah ini. Diharapkan pada 2030, kontrol tingkat miopia pada anak usia enam tahun sebesar tiga persen, 38 persen untuk semua siswa usia sekolah dasar, di bawah 60 persen untuk siswa SMP dan di bawah 70 persen untuk siswa sekolah menengah atas.
Oleh karenanya, pemerintah mendesak para orang tua untuk memotong waktu anak-anak mereka dalam menatap layar. Di tambah lagi, mereka juga harus mengatur jadwal tidur yang sehat, serta membentuk kebiasaan olahraga yang kuat.
Tak ketinggalan, mereka juga mendesak sekolah-sekolah melakukan latihan mata untuk siswa setiap hari. Ada juga tuntutan untuk membatasi penggunaan elektronik hingga 30 persen dari total waktu mengajar.
Di sisi lain, para pengembang gim ternyata menyatakan hal ini akan menimbulkan masalah bagi mereka. Salah satunya adalah Epic Games dengan gim mereka yakni Fortnite. Mereka kini sedang mendorong jumlah pemain di seluruh dunia.
Hal ini dikarenakan jika jumlah pemain mereka menurun, pendapatannya akan terpangkas.








