Tidak bisa merajut? Kini AI bisa melakukannya untuk kamu

Dalam sebuah pengujian, bahkan pada pengguna yang belum pernah merajut sebelumnya dapat menggunakan sistem ini untuk membuat topi dan sarung tangan, atau pola yang lebih rumit.

Tidak bisa merajut? Kini AI bisa melakukannya untuk kamu

Ada kalanya kamu menginginkan model topi khusus agar merasa eksklusif karena tidak dimiliki orang lain. Hal ini memerlukan proses pembuatan desain sendiri yang diinginkan. Tetapi sayangnya tidak setiap orang pandai merajut dengan benar.

Jangan khawatir, karena robot terbaru dapat melakukannya untuk kamu. Dilansir dari Engadget (5/8), para peneliti di Computer Sciences & Artificial Intelligence Labolatory (CSAIL) MIT telah mengembangkan sistem perajut berbasis AI yang dapat secara otomatis mendesain pakaian.


BACA JUGA

Google kembangkan AI untuk main gim sepakbola

AI DeepMind bisa selamatkan satwa langka

Sony pakai AI untuk hasilkan musik


Bahkan para peneliti tersebut mengklaim seseorang yang tidak ahli pun dapat merajut untuk membuat desain individual dari template yang dapat disesuaikan pada komputer. Kemudian desain dikirim ke mesin rajut, yang membuat desain dari bahan wol asli.

Template yang tersedia adalah bentuk umum seperti topi atau sarung tangan, dan pengguna dapat menerapkan tekstur dan pola pada objek juga. Pengguna yang lebih ambisius dapat membuat pola mereka sendiri dari awal, dan ada sistem neural network yang akan menghasilkan lebih banyak panel pola yang ada.

Dalam sebuah pengujian, bahkan pada pengguna yang belum pernah merajut sebelumnya dapat menggunakan sistem ini untuk membuat topi dan sarung tangan, atau pola yang lebih rumit. Meski sistem ini mengesankan, tampaknya ia melewatkan beberapa kreativitas sentuhan rajutan tangan. Para peneliti mengatakan mereka ingin memudahkan perajut baru untuk mulai membuat barang, dan sistem ini juga dapat menjadikan proses pembuatan lebih efisien.

“Baik ini untuk pengguna sehari-hari atau sebagian dari publik yang mungkin mendapat manfaat dari penggunaan alat ini dalam konfigurasi manufaktur, kami bertujuan untuk proses lebih mudah diakses untuk kustomasi pribadi,” kata penulis makalah tentang sistem AI terbaru itu, Alexandre Kaspar.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: