Teknologi nano-optik bisa ciptakan prosesor jauh lebih cepat

Perangkat baru ini menggunakan cahaya yang telah dikompresi menjadi ukuran kecil, dalam proses yang disebut surface plasmon polariton.

Teknologi nano-optik bisa ciptakan prosesor jauh lebih cepat Source: Pexels

Para ilmuwan dari Oxford University berhasil mengembangkan perangkat berskala nano yang dapat diprogram menggunakan foton atau elektron. Perangkat elektro-optik ini merupakan jembatan antara komputasi elektronik tradisional dan bidang komputasi optik yang sedang berkembang, dan ini dapat mengarah pada prosesor dan memori yang lebih cepat dan lebih hemat energi di masa mendatang.

“Komputasi dengan kecepatan cahaya telah menjadi prospek yang menarik tetapi sulit dipahami, tetapi dengan perkembangan teknologi hal tersebut semakin mendekati kenyataan,” lapor Phys. Para ilmuwan telah mencoba menggunakan cahaya untuk mentrasfer informasi dengan sangat cepat sejak tahun 1950-an.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Huawei bakal pakai teknologi fabrikasi EUV 5nm di Kirin 1020

Huawei bakal pakai teknologi fabrikasi EUV 5nm di Kirin 1020

Bocoran benchmark AMD Ryzen 3 3250U mencuat


Namun, ada keterbatasan tentang bagaimana cahaya dapat digunakan dengan cara ini, terutama ketika mencoba mengintegrasikannya bersama dengan perangkat keras komputasi elektronik. Masalahnya adalah bahwa chip listrik beroperasi paling efisien ketika ukurannya kecil, tetapi chip optik memiliki keuntungan tersebut. Ini karena panjang gelombang cahaya lebih besar daripada elektron.

Perangkat baru ini menggunakan cahaya yang telah dikompresi menjadi ukuran kecil, dalam proses yang disebut surface plasmon polariton. Ini memungkinkan chip optik diintegrasikan bersama dengan chip listrik dan optik, tanpa perlu konversi. Proses ini memungkinkan penciptaan dua fungsi yang dapat menggunakan foton dan elektron untuk diproses.

“Ini adalah jalan yang sangat menjanjikan dalam komputasi dan terutama di bidang di mana efisiensi pemrosesan tinggi diperlukan,” kata mahasiswa pascasarjana dan penulis pendamping, Nikolaos Farmakidis.

Ada banyak kegunaan potensial dari teknologi ini, tetapi fokus saat ini adalah aplikasi yang membutuhkan sejumlah besar kekuatan pemrosesan, seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Perangkat ini baru dapat meningkatkan teknologi saat ini seperti fabrikasi CMOS dari MOSFET, yang merupakan transistor pembentuk dasar dari banyak sirkuit digital modern. Demikian dilansir dari Digital Trends (2/12).

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: