Stetoskop pun dibekali dengan AI untuk deteksi Pneumonia

Dunia medis makin merasakan dampak positif dari perkembangan artificial intelligence untuk mendeteksi beberapa penyakit dengan cara lebih mudah.

Stetoskop pun dibekali dengan AI untuk deteksi Pneumonia Source: Digital Trends

Perkembangan artificial intelligence pada dunia medis semakin meluas. Setelah sebelumnya dimanfaatkan untuk mendeteksi kanker, kali ini AI dapat mendeteksi penyakit Pneumonia. Bahkan tingkat akurasinya dilaporkan mencapai 87 persen.

Pneumonia merupakan salah satu kondisi pernapasan akut yang mempengaruhi paru-paru. Kondisi ini dilaporkan sudah membunuh jutaan orang di dunia setiap tahunnya. Bahkan Digital Trends (6/2) melaporkan bahwa 16 persen anak-anak meninggal dunia di bawah umur lima tahun karena penyakit ini. Pneumonia menyebabkan paru meradang dan membengkak. Hasilnya, paru-paru dapat saja berisi air atau cairan lendir. Umumnya Pneumonia dikenal dengan istilah paru-paru basah.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Radar ini dilengkapi AI untuk hindari anak-anak terkunci dalam mobil

AI Microsoft bantu diagnosa kanker serviks lebih cepat

OpenAI bagikan algoritma yang dapat menulis berita hoax


Biasanya untuk mendeteksi Pneumonia dibutuhkan seorang dokter berpengalaman dan sejumlah perangkat, seperti mesin X-ray. Namun berkat terobosan Sonavi Labs, sebuah stetoskop bertenaga AI mampu menjanjikan deteksi Pneumonia dengan lebih cepat, akurat, dan tentunya lebih murah. Stetoskop itu akan mendengarkan pola nafas seorang pasien. Hebatnya, dalam stetoskop besutan Sonavi Labs, tersedia teknologi noise-filtering untuk meningkatkan kualitas suara yang didengarkan melalui alat tersebut.

Sonavi Labs sekarang memproduksi stetoskop digital dengan tiga perbedaan besar membuatnya berbeda dari produk lain yang ada di pasar. "Stetoskop digital kami memiliki kontrol noise sehingga dapat bekerja hampir di seluruh lingkungan dan dapat mendeteksi suara tidak normal dari paru-paru,” ujar James West, profesor peneliti di Johns Hopkins University, seperti dilaporkan oleh Digital Trends.

Stetoskop tersebut sebenarnya dibuat berdasarkan hasil riset yang dilakukan di John Hopkins University, dengan menggabungkan mikroprosesor dengan algoritma. Stetoskop tersebut juga dapat menggunakan teknologi machine learning untuk membedakan pasien dengan Pneumonia dengan pasien tanpa Pneumonia berdasarkan suara nafasnya. Kabarnya Sonavi Labs siap meluncurkan dua stetoskop digital tahun ini, yakni Feelix dan FeelixPro.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: