Sony pakai AI untuk hasilkan musik

Sony akhirnya menjadi satu dari sekian perusahaan yang memanfaatkan AI untuk membuat musik. Di sini, AI bisa mereproduksi suara drum untuk berbagai lagu.

Sony pakai AI untuk hasilkan musik Source: Sony

Sony menjadi salah satu perusahaan yang akhirnya terjun menggunakan artificial intelligence untuk pembuatan musik. Perusahaan asal Jepang tersebut menyatakan bahwa para penelitinya telah menciptakan model pembelajaran mesin yang dapat melacak drum. Menurut Sony, Ai tersebut mampu membangun pola drum “yang masuk akal secara musik” berdasarkan instrumen yang digunakan pada sebuah lagu. 

Dilansir dari Engadget (6/8), untuk melatih Ai tersebut, para peneliti Sony menggunakan kumpulan data dari 665 lagu dengan genre berbeda. Adapun beberapa genre musik yang berhasil dikumpulkan adalah pop, rock dan elektronik musik. 


BACA JUGA

Google kembangkan AI untuk main gim sepakbola

AI DeepMind bisa selamatkan satwa langka

Tidak bisa merajut? Kini AI bisa melakukannya untuk kamu


Semua lagu yang dikumpulkan tersebut menggunakan semua instrumen ritme drum, seperti bass, kick dan snare drum yang tersedia sebagai trek audio 44.1kHz secara terpisah. Dengan mengandalkan sinyal kontekstual dari trek tersebut,  para peneliti akhirnya membuat kick drum dengan mengatur contoh drum pada semua puncak amplitudo. Sistem AI ini akan menghasilkan pola drum berdasarkan karakteristik material lain dalam lagu tersebut, terlepas dari tempo dan perubahan kecepatan atau durasi lagu. 

Untuk diketahui, Sony bukan satu-satunya perusahaan yang menjajal AI untuk membantu membuat sebuah musik. Facebook juga sudah menerapkan artificial intelligence untuk mengkonversi dari satu genre ke genre lainnya. Google pun demikian. Raksasa teknologi ini mulai bereksperimen dengan kemampuan AI untuk menciptakan seni melalui proyek Magenta. Proyek ini dilakukan untuk menugaskan Ai untuk menghasilkan musik dan kreasi visual. Bahkan ada juga yang memanfaatkan AI untuk membuat lagu tanpa akhir, meskipun secara kualitas hasilnya masih harus dipertanyakan lagi. 

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: