sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id praxis
Jumat, 31 Jan 2020 09:29 WIB

Robot ini bisa berkeringat seperti manusia

Bagian belakang setiap robot jari terbuat dari resin yang mengembang ketika dipanaskan di atas 30 derajat Celcius, sementara ia akan menyusut ketika dipanaskan di atas 40 derajat Celcius.

Robot ini bisa berkeringat seperti manusia
Cornell University via Engadget

Sudah ada banyak hal yang dapat dilakukan robot, termasuk senam. Tetapi ada robot jenis baru yang memiliki sifat paling manusiawi. Para peneliti telah berhasil mengembangkan robot jari yang dapat berkeringat untuk mencegah kepanasan. Dilansir dari Engadget (31/1), robot lunak memang berguna karena dapat menahan kerusakan akibat benturan dan menangkap benda-benda licin. Tapi suatu hari robot berkeringat mungkin menjadikan mereka bekerja di lingkungan yang hangat atau menangani benda-benda panas.

Ilmuwan tersebut merancang jari robot berongga yang dapat menekuk dan lentur agar mampu menangkap benda. Bagian belakang setiap robot jari terbuat dari resin yang mengembang ketika dipanaskan di atas 30 derajat Celcius, sementara ia akan menyusut ketika dipanaskan di atas 40 derajat Celcius.

Bagian belakang jari juga dibor dengan lubang “pori” mikroskopis yang tidak akan memungkinkan air menembus di bawah 30 derajat Celcius. Namun, pada suhu yang lebih tinggi dari itu, resin yang mengembang membuka pori-pori untuk membuat air di setiap jari layaknya keringat, dibantu pada suhu yang lebih tinggi oleh resin yang berkontraksi.

“Bagian terbaik dari strategi sintetis ini adalah bahwa performa termoregulasi dimasukkan ke dalam bahan itu sendiri. Kami tidak perlu menambahkan sensor atau komponen lain untuk mengontrol laju keringat,” kata Reality Labs Facebook, T.J Wallin.

Saat terkena kipas angin, penguapan membantu jari yang berkeringat menjadi dingin sekitar enam kali lebih cepat daripada versi kering, dan bahkan lebih cepat daripada manusia atau kuda. Para ilmuwan mengujinya dengan menangkap benda panas berbentuk reguler dan tidak beraturan, menunjukkan kemampuan adaptasi dan pendinginan dari robot lunak tersebut.

Para ilmuwan percaya teknologi ini dapat membuat robot dan mesin lain menjadi lebih dingin. Mereka juga yakin bahwa pori-pori keringat bisa menyerap cairan untuk analisis atau melapisi robot dengan bahan kimia pelindung. Masih ada beberapa masalah yang harus diatasi, seperti bagaimana membuat jari yang berkeringat lebih mobile, mengatasi kelicinan dan mengisi kembali persediaan air.

Tag
Share
back to top