Robot ikan bergerak lebih alami berkat teknologi darah tiruan

Robot yang berbentuk ikan singa tersebut dikembangkan dengan kelengkapan sistem peredaran darah unik yang menyediakan tenaga dan penggerak.

Robot ikan bergerak lebih alami berkat teknologi darah tiruan Source: James Pikul via Engadget

Semakin lama robot mengalami perubahan dari yang awalnya berbentuk aneh serta beroperasi sangat kaku. Dewasa ini robot sudah semakin pintar, lincah dan responsif. Namun mereka masih kehilangan elemen taktil serta multiguna yang berbeda dari aslinya. Dilansir dari Engadget (20/6), para ilmuwan memiliki terobosan baru untuk menanggulangi batasan tersebut dengan menciptakan robot ikan berbodi lunak dan memiliki ‘darah’ buatan.

Sementara robot konvensional menampilkan desain kaku dan berukuran besar untuk penempatan baterai dan roda gigi, robot yang berbentuk ikan singa tersebut dikembangkan dengan kelengkapan sistem peredaran darah unik yang menyediakan tenaga dan penggerak. Darah tiruan yang dipompa di sekitar sistem itu, terdiri dari larutan elektrolit yang bertindak sebagai cairan hidrolik dan penyimpanan energi.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Mobil otonom Toyota hadir untuk antar para atlet Olimpiade 2020

Robot vakum Samsung bisa deteksi material lantai secara otomatis

Toyota gunakan VR untuk melatih robot asisten rumah tangga


Hasilnya adalah robot yang lebih mirip makhluk hidup yang mampu berenang untuk jangka waktu sekitar 36 jam. Kalau dibandingkan dengan ikan robot dengan penggerak gir konvensional, ia memiliki efisiensi delapan kali lipat.

Tim peneliti dari Cornell University dan University of Pennsylvania mengatakan bahwa hal seperti ini belum pernah dilakukan sebelumnya. Ini adalah percobaan pertama untuk menggabungkan transmisi gaya hidrolik, aktualisasi dan penyimpanan energi dalam satu sistem multiguna. Para ilmuwan mengatakan ini dapat dihadirkan di semua mesin yang membutuhkan cairan. Secara keseluruhan, teknologi ini membawa kita selangkah lebih maju ke robot yang bergerak secara alami dan otonom.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: