Peneliti temukan penyebab Zaman Es

Perubahan iklim memang kerap terjadi di Bumi, Namun ada beberapa perubahan tersebut yang terjadi karena sebab khusus, seperti munculnya Zaman Es.

Peneliti temukan penyebab Zaman Es Source: NewAtlas

Perubahan iklim sudah menjadi isu sejak lama. Namun perlu diketahui, bumi memang secara alami akan mengalami perubahan iklim secara periodik lantaran rotasi dan orbitnya. Namun perubahan iklim yang terjadi jutaan tahun lalu masih menjadi misteri hingga saat ini.

Periode Pleistosen (Zaman Es) adalah zaman ketika Bumi memiliki suhu yang jauh lebih dingin ketimbang sekarang. Pola jangka panjang dari kondisi dingin yang lebih intens dimulai sejak sekitar satu juta tahun yang lalu.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Peneliti berhasil tumbuhkan kapas di Bulan

Ilmuwan buat teori elevator dari Bumi ke Bulan

Ilmuwan berhasil hasilkan energi dari udara dingin


Lalu, apa sebenarnya yang menyebabkan masa transisi itu dimulai? Hingga saat ini, sejumlah peneliti masih belum yakin apa penyebab perubahan iklim jangka panjang itu. Setidaknya ada satu teori yang akhirnya membuat mereka berniat untuk membuktikannya.

Teori itu mengatakan bahwa lautan terdiri dari beberapa tingkat. Artinya air akan membentuk beberapa lapisan yang tidak mudah bercampur. Hal ini disebabkan oleh perbedaan suhu dan kadar garam dalam air. Hasilnya, lautan menyerap lebih banyak CO2 daripada seharusnya yang berujung pada anjloknya suhu global.

Untuk membuktikan teori itu, sejumlah peneliti mengambil inti sedimen dari dasar laut Bering. Kemudian, dengan meneliti kandungan kimia dan fosil mikroorganisme laut di sedimen tersebut, mereka mengetahui sejarah detail tentang perubahan di kawasan tersebut.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa selama masa MPT (Mid-Pleistocene Transition), laut Bering menjadi lebih bertingkat. Gas CO2 terperangkap di dasar Samudra Pasifik bagian utara. Hasilnya, suhu global menurun. Menurut para peneliti tersebut, peristiwa itu berujung pada membekunya selat Bering.

“Temuan kami menyoroti pentingnya memahami perubahan saat ini dan di masa depan terhadap lautan yang terletak di daerah lintang tinggi, karena kawasan ini sangat penting untuk penyerapan atau pelepasan CO2 dalam jangka panjang.” ujar Sev Kender, kepala penelitian tersebut, sebagaimana dilansir dari NewAtlas (27/11).

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: