Xiaomi Indonesia Punya Bos Baru, Michael Feng Gantikan Wentao Zhao
Michael Feng resmi memimpin Xiaomi Indonesia dengan fokus pada New Retail, layanan purna jual dan penguatan ekosistem Human x Car x Home.
Michael Feng bersama Wentao Zhao. dok. Xiaomi Indonesia
Xiaomi menunjuk Michael Feng sebagai Country Director Xiaomi Indonesia.
Ia menggantikan Wentao Zhao yang kini mengemban tanggung jawab baru sebagai General Manager of Retail Management Department untuk pasar global.
Di bawah kepemimpinan Feng, Xiaomi Indonesia akan memprioritaskan penguatan teknologi dan pengalaman pengguna, memperluas akses produk serta layanan, hingga mendorong strategi New Retail dan layanan purna jual di berbagai wilayah Indonesia.
Feng mengatakan Indonesia menjadi salah satu pasar strategis Xiaomi secara global dengan potensi besar dari sisi inovasi, talenta, dan komunitas pengguna.
- Xiaomi Pamer Ambisi Besar di IFA: AI, Chip Sendiri hingga Robot Humanoid
- Xiaomi Perkenalkan Redmi Note 17 Series, Fokus pada Baterai Jumbo dan Ketahanan Jangka Panjang
- Xiaomi Rilis Redmi 17 di Indonesia, Cek Harga dan Spesifikasinya
- Xiaomi TV S Mini LED 2026 Tawarkan 4K 144Hz hingga Game Boost 288Hz
“Merupakan sebuah kehormatan bagi saya untuk bergabung dengan Xiaomi Indonesia pada fase yang sangat penting ini. Indonesia adalah salah satu pasar paling strategis bagi Xiaomi secara global, dengan potensi yang luar biasa baik dari sisi inovasi, talenta, maupun komunitas pengguna yang sangat kuat,” kata Michael Feng, Kamis (11/9/2026).
Ia mengatakan akan lebih dahulu memperdalam pemahaman terhadap karakter dan kebutuhan konsumen di Indonesia.
“Saya datang ke Indonesia dengan semangat untuk belajar, mendengarkan, dan memahami kebutuhan konsumen Indonesia secara lebih dekat,” ujarnya.
Michael Feng bergabung dengan Xiaomi pada November 2017, bertepatan dengan periode ekspansi internasional perusahaan asal China tersebut.
Dengan latar belakang di bidang penjualan, ia terlibat dalam pembangunan operasional Xiaomi di kawasan Balkan sejak tahap awal hingga mencapai profitabilitas pada 2018.
Kariernya kemudian berlanjut ke sejumlah pasar internasional, termasuk Ukraina, kawasan tengah and timur Eropa, Kolombia, serta Italia.
Saat memimpin Xiaomi Kolombia pada periode Maret 2021 hingga Juni 2024, Feng disebut mendorong pertumbuhan bisnis dengan mengintegrasikan portofolio smartphone dan ekosistem AIoT.
Xiaomi mencatat pangsa pasar hingga 32% dan mencapai posisi teratas di pasar tersebut menurut data yang disampaikan perusahaan.
Feng juga pernah memimpin Xiaomi di kawasan tengah and timur Eropa. Dalam periode tersebut, Xiaomi disebut mencapai pangsa pasar hingga 46%.
Selanjutnya, Feng dipercaya memimpin Xiaomi Italia pada Juni 2024 hingga Juni 2026.
Berdasarkan data Canalys, Xiaomi menembus tiga besar pasar smartphone Italia dengan pangsa pasar 14% dan mencatat pertumbuhan tahunan 52% pada kuartal II-2025.
Pengalaman di sejumlah pasar tersebut akan dibawa Feng untuk mengembangkan bisnis Xiaomi di Indonesia, termasuk memperluas ekosistem perangkat di luar smartphone.
Dalam kepemimpinan barunya, Feng menempatkan pemahaman terhadap kebutuhan pasar lokal sebagai salah satu prioritas.
Filosofi “Make Friends with Users” yang menjadi pendekatan Xiaomi juga disebut akan tetap menjadi landasan pengembangan bisnis perusahaan.
“Indonesia adalah pasar yang sangat dinamis dengan potensi dan peluang yang luar biasa. Saya optimistis Xiaomi dapat terus tumbuh, berinovasi, dan menciptakan dampak yang semakin besar bagi masyarakat Indonesia,” ujar Feng.
Ia mengatakan Xiaomi akan memperkuat akses masyarakat terhadap ekosistem teknologinya melalui strategi New Retail, sekaligus memperluas layanan purna jual.
“Dengan pengalaman di berbagai pasar global, saya berkomitmen membawa Xiaomi Indonesia menuju pencapaian yang lebih tinggi, sekaligus memperkuat akses masyarakat terhadap ekosistem teknologi Xiaomi melalui strategi New Retail dan menghadirkan pengalaman purna jual yang semakin nyaman melalui layanan after-sales berkualitas dengan jangkauan yang luas di seluruh Indonesia,” katanya.
Xiaomi Indonesia juga akan melanjutkan pengembangan ekosistem “Human x Car x Home”, konsep yang menghubungkan perangkat personal, kendaraan, dan produk rumah pintar dalam satu ekosistem teknologi.









