Xiaomi Pamer Ambisi Besar di IFA: AI, Chip Sendiri hingga Robot Humanoid
Xiaomi menyiapkan investasi R&D Rp494 triliun hingga 2030 untuk mengembangkan AI, chip, mobil pintar, robotika, dan manufaktur.
Booth Xiaomi di IFA 2026. dok. Xiaomi
Xiaomi menyiapkan investasi riset dan pengembangan (R&D) global sebesar 24 miliar euro atau setara Rp494,3 triliun sepanjang 2026–2030.
Dana tersebut akan diarahkan untuk pengembangan teknologi mulai kecerdasan buatan (AI), sistem operasi, semikonduktor, kendaraan pintar, robotika hingga manufaktur pintar.
Rencana investasi jangka panjang itu diungkap bersamaan dengan debut perdana Xiaomi di IFA 2026 di Berlin, Jerman.
Dalam pameran tersebut, Xiaomi membawa lebih dari 380 produk dan teknologi untuk menunjukkan transformasinya dari produsen smartphone menjadi perusahaan dengan ekosistem perangkat, rumah pintar, hingga kendaraan listrik.
- Xiaomi Perkenalkan Redmi Note 17 Series, Fokus pada Baterai Jumbo dan Ketahanan Jangka Panjang
- Xiaomi Rilis Redmi 17 di Indonesia, Cek Harga dan Spesifikasinya
- Xiaomi TV S Mini LED 2026 Tawarkan 4K 144Hz hingga Game Boost 288Hz
- Dari Smartwatch hingga TWS, Xiaomi Perkuat Ekosistem Wearable untuk Olahraga dan Gaya Hidup
Xiaomi membangun area pameran mandiri seluas lebih dari 3.300 meter persegi, terbesar yang pernah dibuat di luar China.
Area tersebut dibagi menjadi tiga zona utama, yakni AI Tomorrow, AI Today, dan portofolio produk Human × Car × Home.
“IFA tahun ini menjadi tonggak sejarah penting dalam perjalanan global Xiaomi,” ujar CMO Xiaomi Xu Fei.
“Selama bertahun-tahun, bisnis kami telah berkembang dari sekadar smartphone ke lini smart home hingga kendaraan listrik pintar, sembari terus berinvestasi besar-besaran pada teknologi fondasi seperti AI, sistem operasi, chipset, dan manufaktur pintar,” jelasnya.
Investasi teknologi tersebut menjadi fondasi strategi Human × Car × Home yang dikembangkan Xiaomi untuk menghubungkan perangkat pribadi, kendaraan pintar, dan perangkat rumah pintar dalam satu ekosistem.
Xiaomi menggunakan AI dan HyperOS agar perangkat di berbagai kategori dapat berkomunikasi dan menjalankan tugas lintas perangkat.
Dalam demonstrasi di IFA 2026, misalnya, sistem dapat memanfaatkan informasi waktu, lokasi, dan cuaca ketika pengguna sedang dalam perjalanan pulang untuk menyalakan pendingin udara serta mengatur pencahayaan sebelum pengguna tiba di rumah.
Dalam skenario lain, pencahayaan, tirai, dan temperatur ruangan dapat menyesuaikan secara otomatis ketika pengguna mulai membaca buku.
Pendekatan tersebut menunjukkan arah pengembangan AI Xiaomi dari sekadar merespons perintah menuju sistem yang dapat memahami konteks dan mengoordinasikan sejumlah perangkat.
Xiaomi menegaskan fungsi tersebut tetap berjalan berdasarkan izin dan kendali pengguna.
Xiaomi juga mengembangkan sejumlah model dan teknologi AI seperti MiMo-V2.5-Pro, Xiaomi Miloco, dan Xiaomi Miclaw untuk meningkatkan kemampuan sistem dalam memahami konteks, melakukan penalaran, dan mengeksekusi perintah.
Selain AI, Xiaomi memperkuat pengembangan semikonduktor internal sebagai salah satu fondasi ekosistemnya.
Xiaomi mengembangkan arsitektur komputasi, NPU, dan sejumlah komponen untuk meningkatkan pemrosesan AI langsung di perangkat atau on-device AI, performa sistem, serta efisiensi daya.
Di IFA 2026, Xiaomi memamerkan fondasi komputasi AI baru untuk ekosistem Human × Car × Home.
Salah satu perangkat yang ditampilkan adalah Xiaomi 18 Fold, smartphone flagship lipat pertama yang ditenagai chip generasi terbaru Xiaomi XRING O3.
Perangkat tersebut menjadi salah satu demonstrasi pengembangan komputasi seluler dan pemrosesan AI langsung di perangkat yang dilakukan perusahaan.
Investasi teknologi Xiaomi juga menjangkau proses produksi. Xiaomi Smart Factory memiliki kapasitas produksi sekitar 10 juta unit smartphone flagship per tahun.
Sementara fasilitas Xiaomi Smart Factory di Wuhan menggabungkan R&D, produksi, dan pengujian dengan 46 laboratorium.
Pada kapasitas puncak, fasilitas tersebut diklaim dapat memproduksi satu unit pendingin udara setiap 6,5 detik.
Xiaomi turut menguji pemanfaatan robot humanoid dalam proses manufaktur.
Salah satunya digunakan untuk pekerjaan pengencangan baut di pabrik Xiaomi Auto. Menurut perusahaan, tingkat keberhasilan tugas tersebut meningkat dari sekitar 90 persen menjadi 98 persen dalam empat bulan pengujian.
Robot humanoid CyberOne juga dipamerkan di IFA 2026 dan dapat berinteraksi dengan pengunjung melalui gestur secara real-time.
Di luar pameran, CyberOne tengah menjalani pengujian langsung di fasilitas Xiaomi Auto untuk pekerjaan manufaktur.
Xiaomi menggunakan lingkungan pabriknya sebagai tempat pengujian untuk mengembangkan kemampuan persepsi, kontrol, serta eksekusi tugas robot tersebut sebelum pemanfaatannya dapat diperluas.
Bisnis kendaraan listrik juga menjadi salah satu pilar investasi Xiaomi.
Sejak pengiriman kendaraan pertamanya pada Maret 2024, Xiaomi Auto telah mendistribusikan lebih dari 700.000 kendaraan di China daratan.
Xiaomi menyebut seri Xiaomi YU7 bahkan memperoleh lebih dari 240.000 locked-in orders atau pesanan mengikat pada hari pertama peluncurannya.
Di IFA Berlin, Xiaomi memamerkan Xiaomi SU7 generasi terbaru dan SU7 Ultra, serta mobil konsep Xiaomi Vision Gran Turismo.
Xiaomi Vision Gran Turismo merupakan mobil konsep virtual yang dikembangkan untuk waralaba gim Gran Turismo.
Xiaomi menyebut keterlibatannya membuat perusahaan menjadi perusahaan teknologi pertama yang bergabung dalam program Vision Gran Turismo.
Xiaomi juga mulai mempersiapkan ekspansi bisnis mobilnya ke Eropa. Di IFA Berlin, Xiaomi Auto menandatangani nota kesepahaman dengan delapan grup dealer otomotif di Jerman sebagai langkah awal membangun jaringan ritel dan layanan.
Xiaomi Auto menargetkan masuk pasar Eropa, termasuk Jerman, pada 2027.
“Eropa merupakan pasar strategis dalam peta jalan global Xiaomi. Seiring ekspansi masif merek Mijia di Eropa serta rencana masuknya Xiaomi Auto ke pasar Eropa pada 2027, tiga pilar utama ekosistem pintar kami—perangkat pribadi, kendaraan pintar, dan smart home—akan mulai terhubung utuh di kawasan ini,” tutur Xu Fei.
Selain kendaraan, Xiaomi mengumumkan perluasan besar-besaran lini perangkat rumah pintar Mijia ke pasar Eropa.
Mijia saat ini mencakup lebih dari 2.000 varian produk dalam lebih dari 130 kategori. Produk yang kompatibel dapat dihubungkan dan dikendalikan melalui aplikasi Xiaomi Home.
Ekosistem AIoT konsumen Xiaomi secara keseluruhan telah mencakup lebih dari 1,1 miliar perangkat terhubung di luar smartphone, tablet, dan laptop, serta melayani lebih dari 175 juta pengguna dan rumah tangga secara global.
Dari sisi perangkat personal, Xiaomi menyebut pengiriman smartphone globalnya bertahan di posisi tiga besar selama 24 kuartal berturut-turut.
Pengiriman tablet berada di peringkat keempat global, sementara kategori wearable menempati posisi kedua.
Skala tersebut menjadi fondasi ambisi Xiaomi untuk menghubungkan smartphone, perangkat rumah, dan kendaraan dalam satu ekosistem.









