×
Kanal
    • partner tek.id realme
    • partner tek.id samsung
    • partner tek.id acer
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd

Mambu Luncurkan Intelligent Core, Bawa Agentic AI Langsung ke Sistem Inti Perbankan

Oleh: Tek ID - Jumat, 04 September 2026 15:00

Mambu meluncurkan Intelligent Core yang menghubungkan core banking, pembayaran, dan agentic AI agar bank dapat mengotomatisasi proses.

Mambu Luncurkan Agentic AI Intelligent Core Ilustrasi agentic Ai di perbankan. dok. Magnific

Mambu meluncurkan Intelligent Core, arsitektur teknologi baru yang menghubungkan core banking, sistem pembayaran, dan agen kecerdasan buatan (AI) dalam satu platform terbuka dan composable.

Melalui pendekatan tersebut, Mambu ingin membawa kemampuan AI lebih dekat ke sistem inti bank. 

AI tidak hanya digunakan untuk menghasilkan analisis, tetapi juga dapat mengakses konteks secara langsung, melakukan penalaran, serta menjalankan tindakan sesuai kewenangan dan aturan yang telah ditentukan institusi keuangan.

Intelligent Core menggabungkan Mambu Core, Mambu Payments, dan solusi baru bernama Mambu Agentic.

Mambu memosisikan Mambu Agentic sebagai lapisan kecerdasan yang terintegrasi ke sistem inti perbankan. 

Teknologi ini mencakup konektivitas AI, specialised agents, serta alur kerja otomatis yang terhubung langsung dengan sistem core.

Peluncuran tersebut berlangsung ketika banyak institusi keuangan mulai mengadopsi AI, tetapi masih mengoperasikan sistem inti lama atau legacy core yang menurut Mambu tidak sejak awal dirancang untuk menyediakan kecerdasan secara real-time maupun menjalankan tindakan secara otonom.

Sebagai bagian dari Intelligent Core, Mambu memperkenalkan tiga lapisan kapabilitas utama dalam Mambu Agentic.

Lapisan pertama adalah Model Context Protocol atau MCP. 

Teknologi ini digunakan untuk menghubungkan AI agent perusahaan secara langsung dengan sistem core banking dan pembayaran sehingga dapat mengakses data serta konteks secara real-time.

Pendekatan tersebut dirancang untuk mengurangi kebutuhan integrasi kompleks ketika institusi keuangan ingin menghubungkan sistem AI dengan infrastruktur perbankan yang sudah digunakan.

Lapisan kedua adalah AI Insights. Mambu menyebut teknologi ini menyediakan data yang telah dikurasi sebagai dasar bagi AI agent untuk melakukan penalaran.

Sistem tersebut juga dirancang menghasilkan wawasan terkait peluang pertumbuhan, risiko, dan anomali di dalam portofolio maupun operasional bank.

Lapisan ketiga berupa action agents. AI agent ini dapat mengumpulkan data, melakukan penalaran berdasarkan aturan dan batasan yang dikonfigurasi, serta mengambil tindakan berdasarkan tingkat kewenangan yang telah diberikan.

Mambu menyebut setiap tindakan dan keputusan yang dibuat AI agent dapat dijelaskan serta dikonfigurasi mengikuti kebijakan, batas persetujuan, dan logika bisnis masing-masing institusi.

Perbedaan utama yang coba ditawarkan Intelligent Core adalah kemampuan AI untuk terhubung dengan sistem yang mencatat dan menjalankan aktivitas transaksi.

Dengan menghubungkan kecerdasan AI dan ledger dalam satu arsitektur, Mambu menargetkan institusi keuangan dapat mengotomatisasi pekerjaan operasional dengan volume tinggi, mempercepat pengembangan produk, serta memberikan layanan yang lebih personal.

Namun, kemampuan AI agent untuk bertindak tidak diberikan tanpa batas.

Menurut Mambu, agent melakukan penalaran berdasarkan aturan yang telah ditentukan, menjalankan tindakan sesuai kewenangan, serta tetap dapat diaudit.

Chief Executive Officer Mambu Fernando Zandona mengatakan perubahan tersebut merupakan kelanjutan dari pendekatan composable banking yang telah dikembangkan perusahaan selama sekitar 15 tahun.

“Intelligent Core adalah visi kami untuk masa depan industri jasa keuangan: core, pembayaran, dan agentic AI yang bekerja sebagai satu kesatuan. Mambu Agentic mewujudkan visi ini melalui AI agents yang terhubung langsung dengan ledger, melakukan penalaran berdasarkan batasan yang ketat, mengambil tindakan sesuai kewenangan, serta menjelaskan setiap keputusan,” ujar Zandona.

Ia menambahkan seluruh kapabilitas tersebut dapat dikonfigurasi, diaudit, dan dikembangkan berdasarkan kebutuhan institusi keuangan.

Pemanfaatan AI dalam industri keuangan menghadapi tantangan berbeda dibandingkan penggunaan AI generatif untuk konsumen.

Bank harus mempertimbangkan keamanan data, tata kelola, auditabilitas, kewenangan pengambilan keputusan, hingga integrasi dengan sistem inti yang menangani rekening dan transaksi nasabah.

Karena itu, Mambu mencoba menempatkan agentic AI sebagai bagian dari arsitektur perbankan, bukan sekadar sebagai aplikasi tambahan di lapisan terluar.

“Setiap institusi keuangan yang kami ajak berdiskusi kini tidak lagi mempertanyakan apakah mereka perlu mengadopsi AI, melainkan apakah AI dapat dijalankan dengan aman dan andal, sekaligus memenuhi potensinya dalam skala besar,” kata Zandona.

×
back to top