Ilmuwan soroti dampak negatif StarLink

International Astronomical Union (IAU) menyoroti potensi dampak negatif yang bakal dihasilkan satelit StarLink bagi kepentingan ilmiah. Setidaknya ada dua dampak yang cukup signifikan menurut IAU.

Ilmuwan soroti dampak negatif StarLink Source: SpaceX

SpaceX telah berhasil meluncurkan 60 satelit StarLink sebagai bagian dari tahap pertama. Namun sejumlah pihak menyoroti efek lanjutan yang dihasilkan terutama bagi dunia astonomi. Adanya satelit Starlink, yang kabarnya akan berjumlah 12.000 dipandang berpotensi mengganggu kegiatan astronomi dari bumi.

Dilansir dari DigitalTrends (5/6), baru-baru ini International Astronomical Union (IAU) mempertimbangkan masalah yang dapat ditimbulkan oleh satelit StarLink. IAU berpendapat bahwa StarLink dapat mengganggu data teleskop yang selama ini menjadi vital dalam penelitian astronomi.


BACA JUGA

Ide gila Starlink wujudkan internet berskala global

Internet Starlink dari SpaceX sudah dapat digunakan setelah enam kali peluncuran satelit

Satelit StarLink disangka UFO


Sebagaimana diketahui, di kota-kota besar mustahil untuk melihat bintang dengan jelas. Hal ini terjadi lantaran banyaknya polusi cahaya yang ada di kota. Barisan lampu dan cahaya buatan manusia akan memblokir cahaya berkedip yang dipancarkan dari bintang. Untuk itulah biasanya fasilitas penelitian antariksa ditempatkan di daerah yang jauh dari pemukiman dan kota besar.

IAU setidaknya menyoroti dua potensi masalah yang bakal dihasilkan dari satelit StarLink. Pertama, masalah cahaya. Satelit StarLink akan mempengaruhi pembacaan dari teleskop liar angkasa yang sangat sensitif. Pasalnya StarLink memiliki panel logam reflektif yang dapat memantulkan cahaya matahari. Pantulan itu dapat menyebabkan munculnya garis cahaya ketika pengamatan melalui teleskop dilakukan. Hal itu akan terlihat seperti pada gambar di bawah ini. 

Sumber: Lowell Observatory

Masalah kedua adalah gangguan radio. Sinyal radio merupakan unsur penting dalam astronomi. Banyak planet dan benda langit lain yang dapat diteliti menggunakan sinyal radio. Memang ada banyak satelit yang dibekali dengan fitur khusus untuk tidak menghambat sinyal radio dari luar angkasa. Namun keberadaan satelit dalam jumlah besar, yang mengeluarkan sinyal radio, dapat mengganggu transmisi sinyal radio dari luar angkasa.

Pada dasarnya IAU mengakui bahwa polusi cahaya yang disebabkan satelit StarLink mulai berkurang. Pantulan cahaya dari satelit tersebut mulai berkurang seiring sampainya satelit itu ke posisi yang ditentukan. Namun IAU menekankan bahwa setiap individu harus mempertimbangkan kerugian ilmiah yang disebabkan peluncuran satelit yang akan digunakan untuk menyediakan koneksi internet cepat tersebut.

 

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: