sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id realme
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id samsung
Selasa, 17 Mei 2022 12:15 WIB

Ilmuwan berhasil hidupkan komputer sederhana dari ganggang bertenaga fotosintesis

Ilmuwan dari University of Cambridge berhasil membuat komputer sederhana yang dapat menyala dari tenaga fotosintesis ganggang biru-hijau.

Ilmuwan berhasil hidupkan komputer sederhana dari ganggang bertenaga fotosintesis

Para ilmuwan dari University of Cambridge berhasil menyalakan komputer sederhana menggunakan tumbuhan ganggang atau alga. Melalui penemuan tersebut, para peneliti berhasil menyalakan sebuah perangkat dengan chipset sederhana selama kurang lebih enam bulan dengan memakai tenaga fotosintesis yang dihasilkan oleh ganggang. 

Berdasarkan informasi yang diterima dari laman The Verge (17/5), para peneliti menggunakan alga cyanobacteria atau biasa disebut dengan ganggang biru hijau dalam penelitiannya. Mereka menyegel koloni dari ganggang tersebut ke dalam selungkup logam seukuran baterai AA kemudian ditinggalkan di ambang jendela agar ganggang tersebut berfotosintesis. 

Tempat ganggang berfotosintesis ini menghasilkan arus listrik kecil yang dapat memberikan daya chip ARM Cortex- M0+. Chip ARM bertenaga ganggang ini menghabiskan 0,3 mikrowatt per jam untuk menyalakan komputer sederhana berenergi rendah tersebut. 

Untuk dapat mengaplikasikan metode ini untuk menjalankan sebuah perangkat yang membutuhkan sekitar 100 watt per jam, maka mereka harus menskalakannya lebih besar lagi. Dan menurut perhitungan peneliti, mereka membutuhkan 333 juta baterai ganggang bertenaga fotositetis untuk menjalankan perangkat dengan daya 100 watt.

Meski terkesan tidak efisien jika dibandingkan dengan panel surya, Dr. Paolo Bombelli, penulis pertama dalam makalah tersebut berharap bahwa chip bertenaga ganggang ini dapat digunakan pada perangkat Internet of Things di masa mendatang. Menurutnya, baterai ganggang ini mempunyai dampak lebih kecil kepada lingkungan dan dapat berpotensi untuk memberikan daya yang berkelanjutan. 

“Internet of Things yang berkembang membutuhkan peningkatan jumlah daya, dan kami pikir, hal ini harus datang dari sistem yang menghasilkan energi daripada hanya menyimpannya seperti baterai,” pungkas Bombelli. 
 

Share
×
tekid
back to top