sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id praxis
Kamis, 26 Des 2019 09:00 WIB

Ilmuwan berhasil ciptakan hati dengan teknik cetak 3D

Para ilmuwan menggabungkan teknik bioteknologi termasuk pemrograman ulang sel dan budidaya sel induk dengan bioprinting 3D.

Ilmuwan berhasil ciptakan hati dengan teknik cetak 3D
Source: Pexels

Para peneliti dari University of Sao Paulo berhasil membuat liver (hati) mini melalui teknik pencetakan 3D. Pekerjaan yang dilakukan di Human Genome dan Stem Cell Research Center tersebut dapat diselesaikan dalam 90 hari menggunakan sel darah manusia.

Dilansir dari Interesting Engineering (18/12), para ilmuwan tersebut menggabungkan teknik bioteknologi termasuk pemrograman ulang sel dan budidaya sel induk dengan bioprinting 3D. Ini memungkinkan hati tiruan untuk melakukan semua fungsi hati yang khas termasuk memproduksi protein, menyimpan vitamin dan mengeluarkan empedu.

“Lebih banyak tahapan yang harus dicapai sampai kami mendapatkan organ yang lengkap, tapi kami berada di jalur yang benar untuk hasil yang sangat menjanjikan. Dalam waktu dekat, daripada menunggu transplantasi organ, kami mengambil sel dari pasien dan memprogram ulang untuk membuat hati di labolatorium. Salah satu kelebihan metode ini adalah kasus penolakan yang sangat kecil, mengingat bahwa sel-sel itu berasal dari pasien.,” kata penulis penelitian tersebut, Mayana Zatz.

Proses ini dibagi menjadi tiga tahap yang berbeda dengan diferensiasi tahap pertama, mencetak tahap kedua dan pematangan tahap akhir. Sel-sel darah merah pertama-tama diprogram ulang sehingga sel-sel induk sampai ke titik di mana mereka dapat berkembang menjadi tiga sel primer, diferensiasi kemudian dimasukkan ke dalam sel-sel hati. Kemudian dicampur dengan bio-tinta dan dicetak.

Para peneliti mengatakan teknik ini dapat digunakan untuk menghasilkan organ berukuran normal yang bisa digunakan dalam transplantasi. Selain itu, mereka juga menginformasikan bahwa investasi dan minat pencetakan 3D organ lebih mudah dan tepat dibanding dengan metode lain.

Share
back to top