Ilmuwan berhasil ciptakan AI yang bisa tirukan lukisan

Para ilmuwan berhasil melakukan hal ini berkat memadukan Artificial Intelligence dengan printer 3D yang dapat membaca dan memproduksi warna dengan baik serta akurat.

Ilmuwan berhasil ciptakan AI yang bisa tirukan lukisan Ilustrasi lukisan AI (Christie)

Karya seni, terutama lukisan merupakan sebuah barang bersejarah yang cukup ringkih. Oleh karena itu, banyak museum yang menggunakan lukisan replika untuk dipajang, sementara karya aslinya terlindung dengan baik.

Berbagai cara dilakukan untuk membuat replika lukisan. Salah satu solusinya adalah sebuah paket AI dan printer 3D yang dikembangkan oleh peneliti MIT. Mereka mengklaim, perpaduan AI dan printer 3D ini dapat membuat replika lukisan yang sangat akurat.


BACA JUGA

Paradoks enterprise data

Ilmuwan ciptakan AI yang bisa edit foto nyaris sempurna

Bos Google sebut masyarakat belum siap terima AI


Menurut para peneliti, pencetakan 2D tradisional biasanya menggunakan empat tinta warna berbeda yakni cyan, magenta, kuning, dan hitam. Warna-warna ini kemudian digabungkan untuk mencoba mendapatkan warna yang Anda terpancar di layar monitor.

Namun, saat dicetak, warna yang dihasilkan akan terlihat berbeda. Untungnya, para peneliti pun menyatakan bahwa dengan teknologi printer 3D, hal ini sudah dapat diatasi dengan cukup baik.

Para peneliti dapat "menumpuk" hingga 10 jenis tinta yang bisa mencapai reproduksi warna yang lebih baik. Teknik ini mampu menghadirkan kedalaman warna. Hal ini membuat hasil salinan lukisan bisa mendekati sempurna.

Sedangkan teknologi AI digunakan untuk menentukan campuran warna optimal yang diperlukan untuk mencapai tampilan itu. Ini juga akan berguna untuk menentukan tampilan terbaik dibawah kondisi pencahayaan yang berbeda.

“Nilai seni rupa telah meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir, jadi ada kecenderungan yang meningkat untuk itu disimpan di gudang, jauh dari mata publik. Kami sedang membangun teknologi untuk membalikkan tren ini. Untuk menciptakan reproduksi yang hemat biaya dan akurat agar dapat dinikmati oleh semua orang,” kata salah satu peneliti, Mike Foshey.

Sayang, hingga saat ini teknologi yang mereka kembangkan masih dalam tahap penyempurnaan. Mereka berharap dapat menggunakan lebih dari lima warna untuk memproduksi warna yang mendekati aslinya.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: