×
Kanal
    • partner tek.id realme
    • partner tek.id samsung
    • partner tek.id acer
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd

IBM dan Red Hat Luncurkan Lightwell, AI Bisa Tambal Celah Open Source Tanpa Upgrade Besar

Oleh: Tek ID - Senin, 07 September 2026 16:15

IBM dan Red Hat meluncurkan Lightwell, platform berbasis AI untuk memperbaiki celah keamanan open source tanpa memerlukan upgrade besar.

IBM dan Red Hat Luncurkan Lightwell Ilustrasi Red Hat. dok. Red Hat

IBM dan Red Hat meluncurkan Lightwell secara komersial, solusi keamanan yang menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu perusahaan menemukan dan memperbaiki kerentanan pada software open source tanpa harus melakukan upgrade besar yang berpotensi mengganggu sistem.

Lightwell hadir ketika penggunaan open source semakin luas dalam sistem perusahaan, sementara perkembangan AI turut mempercepat kemampuan untuk menemukan dan mengeksploitasi celah keamanan.

IBM dan Red Hat menyebut open source kini mencakup hingga 90% basis kode enterprise dengan 9,8 triliun unduhan sepanjang 2025. Pada saat yang sama, rata-rata terdapat 581 kerentanan dalam basis kode organisasi.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Lightwell menggunakan remediation engine berbasis AI generatif yang menggabungkan model AI dengan keahlian engineer manusia untuk mengidentifikasi, memvalidasi, dan memperbaiki kerentanan pada berbagai dependency atau komponen software yang digunakan di dalam aplikasi.

Salah satu pendekatan yang ditawarkan adalah backport, yakni membawa perbaikan keamanan penting ke versi software yang saat ini masih digunakan perusahaan.

Dengan cara tersebut, organisasi tidak selalu harus melakukan upgrade besar ke versi software terbaru hanya untuk mendapatkan perbaikan keamanan. 

Pendekatan ini sekaligus ditujukan untuk mengurangi risiko breaking changes maupun pengujian regresi panjang yang dapat muncul ketika sistem produksi diperbarui.

President and CEO Red Hat Matt Hicks mengatakan kebutuhan mengamankan software enterprise berubah seiring meningkatnya skala penggunaan open source.

“Lightwell menandai pergeseran struktural yang fundamental dalam cara kita mengamankan seluruh software enterprise. Dengan memadukan remediasi otomatis bersama warisan engineering kami yang mendalam, kami bertujuan menghadirkan infrastruktur tepercaya yang diperlukan untuk memanfaatkan open source secara andal, berkelanjutan, dan pada kecepatan AI,” lanjutnya.

IBM dan Red Hat menghadirkan Lightwell melalui dua layanan, yakni Lightwell Network dan Lightwell Clearinghouse Premier.

Lightwell Network telah tersedia secara umum dan memberikan perusahaan akses ke katalog awal berisi lebih dari 6.500 dependency pada lapisan aplikasi yang telah diremediasi, ditandatangani secara digital, dan disertifikasi di sejumlah ekosistem utama, termasuk Java dan Python.

Pengguna juga memperoleh binary yang ditandatangani secara digital, source code, serta artefak kepatuhan, termasuk Software Bill of Materials (SBOM), yang dapat diintegrasikan ke dalam pipeline perusahaan.

IBM dan Red Hat memproyeksikan jumlah paket yang dapat diremediasi Lightwell nantinya berkembang dari ribuan menjadi jutaan seiring peningkatan kemampuan mesin remediasi berbasis AI tersebut.

Senior Vice President, Software & Chief Commercial Officer IBM Rob Thomas mengatakan pendekatan tersebut memungkinkan perusahaan memasukkan perbaikan ke sistem yang sudah beroperasi tanpa harus merombaknya secara menyeluruh.

“IBM dan Red Hat memberikan perbaikan yang tersertifikasi kepada perusahaan, yang dapat langsung mereka integrasikan ke dalam sistem yang sudah mereka jalankan, tanpa memerlukan perombakan atau mengalami gangguan operasional,” kata Thomas.

Menurut dia, kemampuan tersebut membutuhkan dukungan engineer dan sistem AI dalam skala besar untuk mengamankan software open source yang digunakan perusahaan.

Peluncuran Lightwell melanjutkan komitmen senilai US$5 miliar atau sekitar Rp88,1 triliun untuk keamanan open source yang diumumkan IBM dan Red Hat pada Mei 2026. Program tersebut didukung lebih dari 20.000 engineer secara global.

Sementara Lightwell Network sudah tersedia secara umum, Lightwell Clearinghouse Premier masih memasuki fase ketersediaan terbatas.

Layanan tersebut dirancang sebagai perantara tepercaya bagi perusahaan untuk berkolaborasi dalam menangani ancaman, termasuk mengoordinasikan perbaikan keamanan selama periode embargo sebelum informasi mengenai sebuah kerentanan dipublikasikan secara lebih luas.

Tahap awalnya difokuskan pada industri jasa keuangan. IBM dan Red Hat kemudian berencana memperluasnya ke sektor infrastruktur kritis lainnya, termasuk pemerintahan, layanan kesehatan, dan telekomunikasi.

President and CEO ARC Scott DePasquale menilai skala kerentanan open source membuat penanganannya sulit dilakukan satu organisasi secara mandiri.

“Tidak ada satu pun lembaga yang mampu mengimbangi pesatnya skala dan kompleksitas kerentanan open source secara mandiri,” ujar DePasquale.

Menurut dia, pengalaman sektor keuangan dalam membangun kolaborasi untuk menghadapi risiko keamanan dapat menjadi pijakan bagi mekanisme remediasi yang lebih terkoordinasi.

Lightwell juga menerapkan model upstream-always Red Hat. Dalam mekanisme tersebut, perbaikan keamanan dikirim kembali ke komunitas open source asal untuk ditinjau dan diterima, sehingga perbaikan untuk pengguna enterprise tetap berkontribusi terhadap proyek sumber terbuka yang menjadi hulunya.

IBM dan Red Hat turut menggandeng sejumlah perusahaan teknologi dalam pengembangan ekosistem Lightwell, termasuk Amazon Web Services (AWS), AMD, F5, GitLab, Intel, JFrog, Microsoft, NVIDIA, Palo Alto Networks, dan ServiceNow.

Dukungan implementasi dan integrasi juga melibatkan IBM Consulting, Red Hat Consulting, Accenture, Atos, Cognizant, Deloitte, EY, HCLTech, Infosys, Kyndryl, NTT DATA, Tata Consultancy Services (TCS), dan Tech Mahindra.

Kolaborasi tersebut diarahkan agar remediasi yang dihasilkan Lightwell dapat diterapkan pada berbagai lingkungan teknologi perusahaan, mulai dari jaringan dan cloud hingga deployment pipeline.

×
back to top