Huawei berhasil uji charger mobil listrik di gurun panas
Huawei baru-baru ini membagikan hasil pengujian suhu ekstrem untuk teknologi pengisian daya super (supercharging) berpendingin cairan di wilayah Turpan.
Huawei baru-baru ini membagikan hasil pengujian suhu ekstrem untuk teknologi pengisian daya super (supercharging) berpendingin cairan di wilayah Turpan, Tiongkok, yang terkenal dengan panasnya yang menyengat. Pengujian dilakukan di Gurun Kumtag dan Gunung Huoyan yang terik, di mana suhu sekitar mencapai 49,6°C dan suhu permukaan melonjak di atas 80°C.
Meskipun dalam kondisi yang ekstrem tersebut, teknologi supercharging Huawei bekerja dengan sangat baik. Sistem ini menjaga tingkat kebisingan pada 44,1 dB dalam mode siaga dan 59,5 dB saat pengisian daya, bahkan pada suhu sekitar 47,1°C. Ini menunjukkan bahwa teknologi ini cukup senyap untuk tidak mengganggu dalam skenario dunia nyata.
Dilansir dari Gizmochina (29/7), kunci kinerja sistem ini adalah teknologi pendingin cairnya yang canggih, yang secara efektif menghilangkan panas yang dihasilkan selama pengisian daya, mencegah panas berlebih dan potensi kerusakan. Huawei juga menyoroti "algoritma kontrol suhu yang presisi," yang sangat penting untuk menjaga stabilitas sistem dan efisiensi pengisian daya.
Huawei melakukan pengujian tambahan pada 414 kendaraan, yang menghasilkan total energi sebesar 13.391 kWh. Pengujian ini memiliki tingkat keberhasilan yang hampir sempurna, dengan hampir setiap kendaraan terisi penuh dalam satu kali percobaan.
- Omoda dan Jaecoo Perkenalkan Teknologi Parkir Tanpa Sopir, VPD Siap Ubah Cara Berkendara di Kota
- Audi S3 Terbaru Resmi Meluncur, Sedan Sport 333 PS yang Nyaman Dipakai Harian
- Pabrik Cerdas GAC Produksi Satu Mobil Tiap 53 Detik, Standar Baru Manufaktur Otomotif Global
- Audi S3 Terbaru Resmi Meluncur di Indonesia, Usung Tenaga 333 PS dan Teknologi Torque Splitter
Seiring dengan pesatnya pertumbuhan pasar kendaraan listrik, solusi pengisian daya yang cepat dan efisien seperti Huawei sangat penting untuk diadopsi secara lebih luas. Infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik diperkirakan akan mengalami investasi yang signifikan, dengan lebih dari $12 miliar diproyeksikan untuk pasar AS saja pada tahun 2030. Teknologi Huawei dapat memainkan peran penting dalam pengembangan ini.
Namun, penting untuk diingat bahwa teknologi ini masih dalam tahap awal. Rincian tentang penerapan di dunia nyata, kecepatan pengisian daya tertentu, dan kompatibilitas dengan berbagai model kendaraan listrik belum dijelaskan.
Meskipun pengujian ini menawarkan prospek yang menjanjikan untuk masa depan pengisian daya kendaraan listrik, diperlukan lebih banyak informasi sebelum membuat penilaian akhir tentang solusi supercharging Huawei.









