Google manfaatkan mobil street view untuk ukur polusi

Proyek baru dari Google ini sudah berlangsung dengan cukup lama, hanya saja datanya belum bisa mereka ungkapkan ke publik.

Google manfaatkan mobil street view untuk ukur polusi

Google merilis data kualitas udara yang dikumpulkannya dari area pesisir California dan Central Valley dengan mobil Street View mereka. Ini merupakan bagian dari upaya Google untuk melacak polusi di seluruh dunia. 

Data polusi ini telah dicatat Google selama tiga tahun terakhir. Meskipun set data lengkapnya tidak tersedia untuk umum, para ilmuwan dapat meminta akses melalui formulir, kepada Google.


BACA JUGA

Google kembali hapus 85 aplikasi mengganggu dari Play Store

Google ketahuan uji fitur baru untuk Duo

Google Assistant bisa kirim reminder ke orang lain


Apa yang Google lakukan ini disebut Project Air View. Google pertama kali melengkapi mobil Street View dengan sensor polusi udara di Oakland pada tahun 2012, setelah proposal mereka diterima oleh Environmental Defense Fund. Google lalu bekerja sama dengan Aclima, sebuah perusahaan yang berbasis di San Francisco, mereka membuat sensor kualitas udara yang terhubung internet. 

Sejak itu proyek ini pun diperluas ke wilayah lain di negara bagian Amerika. Sensor ini dapat mendeteksi kadar metana pada efek gas rumah kaca, serta partikel, ozon, nitrogen dioksida dan banyak lagi. Proyek serupa juga sedang berlangsung di Houston, Salt Lake City, Kopenhagen, Amsterdam, dan London. 

Tahun lalu, EDF Eropa, melalui inisiatif yang disebut Breathe London, meluncurkan mobil Google Street View di seluruh kota, serta 100 pod sensor pada tiang lampu dan bangunan.

Google berencana untuk memperluas Project Air View ke Asia, Afrika, dan Amerika Selatan pada akhir 2019. Perusahaan ini berencana untuk melengkapi 50 mobil Street View lainnya dengan sensor kualitas udara pada akhir tahun. 

"Di masa depan, kami berharap armada kendaraan yang ada dapat digunakan di kota-kota di seluruh dunia untuk mengukur kualitas udara," tulis Google dalam blog mereka.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: