Drone ini gunakan AI agar terbang mirip burung kolibri

Penelitian terbaru ini melibatkan para peneliti menghabiskan beberapa tahun mengamati kolibri di habitat alami mereka dan menerjemahkan gerakan burung ke dalam algoritma komputer.

Drone ini gunakan AI agar terbang mirip burung kolibri Credit: Purdue University photo/Jared Pike

Burung kolibri dapat melayang di tempat dengan mengepakkan sayapnya hingga 80 kali per detik. Terinpirasi dari burung tersebut, para ilmuwan menggunakan algoritma machine learning untuk mereplikasi kemampuannya ke dalam drone.

Dilansir dari Digital Trends (12/5), robot yang dikembangkan oleh para peneliti di Purdue University memiliki kecerdasan buatan (artificial intelligence / AI) yang belajar dari gerakan burung kolibri serta menerapkan temuannya pada pergerakan sayap yang fleksibel.


BACA JUGA

Google kembangkan AI untuk main gim sepakbola

AI DeepMind bisa selamatkan satwa langka

Sony pakai AI untuk hasilkan musik


Cara ini berguna karena keterbatasan pada ukuran drone. Ketika drone memiliki ukuran yang kecil, ia tidak dapat menghasilkan daya angkat yang cukup. Tetapi burung kolibri bergerak dengan leluasa secara mulus, rahasianya ada pada bentuk aerodinamika yang stabil untuk tetap terbang.

Mengikuti kemampuan terbang kolibri adalah sebuah tantangan yang telah dikerjakan para ilmuwan selama bertahun-tahun. Penelitian terbaru ini melibatkan para peneliti menghabiskan beberapa tahun mengamati kolibri di habitat alami mereka dan menerjemahkan gerakan burung ke dalam algoritma komputer. Robot kemudian bisa belajar dari algoritma ini dan mencari cara paling efektif untuk menggunakan sayapnya.

Robot terbuat dari serat karbon dan membran yang dipotong dengan laser. Bobot dari robot burung kolibri ini hanya 12 gram. Ukurannya yang kecil dan operasi yang sunyi membuat robot ini sangat cocok untuk pengoperasian rahasia serta penyelamatan. Bahkan dapat digunakan untuk mempelajari burung kolibri sesungguhnya di alam bebas.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: