Daya guna VR makin meluas ke dunia medis

Teknologi VR bukan lagi sekadar urusan rekreasi. Dunia medis mulai memanfaatkannya untuk memperoleh pemahaman lebih lanjut mengenai kanker.

Daya guna VR makin meluas ke dunia medis Source: DigitalSpy

Virtual Reality (VR) semakin menunjukkan potensinya di berbagai sektor. Selain untuk kebutuhan rekreasi, nyatanya Virtual Reality juga mampu dikembangkan untuk tujuan medis, misalnya mempelajari sel kanker.

Baru-baru ini sejumlah ilmuwan di Cambridge berhasil mengembangkan model 3D dari sebuah tumor yang dapat dilihat melalui perangkat VR. Tak hanya sekadar dilihat, mereka dapat juga mempelajari anatomi sel tersebut dengan lebih baik melalui perangkat VR.


BACA JUGA

Google tutup platform Jump VR

ARM bisa jadikan perangkat VR lebih nyaman digunakan

Ford andalkan VR untuk mendesain mobil


Sampel tumor tersebut diambil dari seorang pasien. Kemudian para ilmuwan tersebut menciptakan model 3D dari tumor tersebut agar dapat dilihat melalui perangkat VR. Cara ini diharapkan dapat membantu para peneliti untuk mendapatkan perspektif dan cara baru untuk melihat kanker, terutama memberi pemahaman lebih lanjut tentang bagaimana mereka terbentuk dan cara mengatasinya. Bahkan cara yang lebih efektif untuk menyembuhkan kanker.

Model yang dijadikan contoh adalah potongan sebesar 1 mm dari kanker payudara yang mengandung sekitar 100 ribu sel. Selanjutnya potongan itu diiris, dipindai dan ditandai untuk menunjukkan bentuk molekul dan karakteristik DNA-nya. Ketika data sudah terkumpul, model 3D jaringan tersebut akan dibuat.

Perlu diketahui, cara ini merupakan yang pertama kali ada di dunia. Sejauh ini, para dokter dan peneliti hanya menggunakan gambar statis 2D untuk mengamati sel kanker. Beberapa dokter bahkan sudah merasakan kegunaan teknologi ini untuk mengamati sel kanker.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: