AI terbukti lebih ampuh deteksi kanker

Artificial Intelligence tampaknya akan menjadi teknologi yang diandalkan dalam dunia medis. Dilaporkan bahwa AI bisa mendeteksi kanker lebih akurat dari seorang dokter.

AI terbukti lebih ampuh deteksi kanker Source: Google

Apa jadinya kalau AI mampu mendeteksi kanker lebih akurat ketimbang diagnosa dokter? Tentunya penyakit tersebut dapat ditangani lebih cepat dan lebih baik lagi. Hal itulah yang menjadi tujuan dari sejumlah peneliti di National Cancer Institute and Global Good.

Para peneliti tersebut mengembangkan sebuah algoritma yang tampaknya mampu mendeteksi perubahan sel sebelum akhirnya menjadi kanker pada rahim seorang wanita. Kemampuannya dikatakan 1,3 kali lebih baik dibandingkan dengan tes standar.


BACA JUGA

AI makin piawai deteksi kanker

AI bisa menghidupkan subjek manusia pada foto

AI dari Adobe bisa deteksi foto yang disunting


Tes baru menggunakan AI untuk mengenali kelemahan yang dimiliki sebuah sel tumor. Sel tumor memang tidak mampu memperbaiki DNA. Nukleus berbentuk aneh akan menjadi indikasi bahwa sel DNA menjadi tidak stabil.

Biasanya, untuk mengetahui adanya kanker dalam rahim, perlu dilakukan sejumlah tes. Nah, ada kalanya tes ini kurang efektif. Pasalnya hasil tes dapat dibingungkan antara infeksi, peradangan atau justru memang kondisi prakanker. AI bakal berguna untuk mendeteksi seperti apa bentuk prakanker yang harus dipindai.

Dilansir dari Ubergizmo (14/1), Jennifer Loukissas, kepala komunikasi di divisi Epidemiologi dan Genetika Kanker, NCI, mengatakan bahwa salah satu metode yang digunakan untuk mendeteksi kanker serviks adalah dengan mengoleskan larutan cuka. Hasilnya, prakanker akan berubah menjadi putih, sementara sel yang masih sehat akan berwarna merah muda.

Jennifer Loukissas menambahkan, metode ini kerap kesulitan untuk menentukan apakah warna putih tersebut diakibatkan oleh infeksi, peradangan atau prakanker.

Metode AI ini diharapkan mampu memberikan alternatif perawatan bagi pasien untuk perbaikan DNA, seperti PARP inhibitor.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: