AI kalahkan pemain profesional StarCraft II

Sebuah kecerdasan buatan bernama AlphaStar mampu mengalahkan pemain profesional StarCraft 2 dengan kemenangan 10 kali dari 11 pertandingan.

AI kalahkan pemain profesional StarCraft II Source: FoxSports

Artificial Intelligence terbukti dapat mengungguli manusia dalam beberapa hal. Faktanya terjadi dalam sebuah pertandingan StarCraft II yang melibatkan beberapa pemain profesional di dalamnya.

AI besutan Google DeepMind, yang bernama AlphaStar, bertanding melawan Darius “TLO” Wunsch dari tim Liquid dan Grzegorz “MaNa” Komincz. Perlu diketahui, keduanya merupakan pemain StarCraft II profesional yang sudah mengikuti banyak kompetisi. TLO bahkan memiliki basis fansnya sendiri karena strategi unik yang kerap ia lancarkan ketika bertanding.


BACA JUGA

AI bisa deteksi deepfake hanya belajar dari foto

AI bisa pecahkan teka teki rubik dalam 1,2 detik

Elon Musk berencana implantasi sensor di otak manusia


Demonstrasi tersebut digelar pada 12 Desember 2018. Meskipun TLO sudah memiliki peringkat Grand Master, nyatanya AlphaStar mampu mengalahkan pemain pro ini dengan skor 5-0.

“Saya sangat terkejut dengan kekuatan agen itu, AlphaStar mengambil strategi yang sudah umum dan mengendalikan permainan. Agen itu menunjukkan strategi yang belum pernah saya lihat sebelumnya, yang berarti masih banyak cara bermain yang belum kami ketahui,” ujar TLO.

MaNa dikenal sebagai salah satu dari 10 pemain terkuat yang ada di StarCraft II. toh, AlphaStar juga mampu unggul dari MaNa dengan skor 5-0. MaNa mengungkapkan bahwa ia terkesan dengan langkah yang diambil oleh AlphaStar. Ia bahkan menyebut strategi AlphaStar dengan sebutan “gaya manusia yang belum pernah dia lihat”.

Untuk diketahui, AlphaStar mempelajari gim StarCraft II dengan metode imitasi. AlphaStar akan menonton sejumlah strategi makro dan mikro yang biasanya diterapkan dalam gim, kemudian mempelajarinya. Sepanjang latihan yang dilakukan, AlphaStar mampu mengembangkan versi strategi yang berbeda. Dikatakan bahwa jumlah pengalaman AlphaStar setara dengan 200 tahun permainan StarCraft II secara real-time.

Salah satu rahasia kemenangan AlphaStar adalah karena AI ini mampu melihat seluruh peta meskipun dalam keadaan invisible. Untuk diketahui, jika tidak terdapat pemain pada bagian tertentu di peta, maka peta StarCraft II akan berubah menjadi gelap dan pemain tidak dapat memantau kejadian di area tersebut. Namun tidak dengan AlphaStar.

Para peneliti dari DeepMind mencoba mengatasi masalah tersebut. AlphaStar akhirnya harus mengontrol kamera agar dapat memantau lokasi di peta, persis seperti yang dilakukan pemain manusia pada umumnya. Dalam pertandingan ulang dengan MaNa, AlphaStar akhirnya kalah.

Dari 11 pertandingan yang digelar, AlphaStar terbukti mampu memenangkan 10 di antaranya. Namun perlu diketahui, AlphaStar tidak dibuat hanya untuk mengalahkan pemain profesional. DeepMind menyatakan bahwa AlphaStar akan berguna untuk memecahkan berbagai masalah terkait strategi dalam gim.

Apa jadinya ya, kalau AlphaStar ikut pertandingan eSport SC2? Mungkin para pemain “manusia” bakal berpikir dua kali untuk melawannya.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: