AI bisa pecahkan teka teki rubik dalam 1,2 detik

Uniknya, para peneliti tidak begitu yakin bagaimana DeepCubeA menemukan cara untuk menyamakan seluruh warna pada rubik.

AI bisa pecahkan teka teki rubik dalam 1,2 detik Source: Pexels

Peneliti dari University of California berhasil menciptakan sistem kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang mampu menyelesaikan kubus rubik dalam waktu hanya 1,2 detik melalui 20 gerakan. Waktu yang diperlukan tersebut diinformasikan 2 detik lebih cepat dari rekor dunia manusia saat ini dengan 3,47 detik.

Meski demikian, AI yang diberi nama DeepCube tersebut tidak memegang rekor untuk pemecahan puzzle rubik. Dilansir dari Engadget (18/7), tahun lalu ada peneliti menciptakan sebuah robot yang dapat menyelesaikan puzzle dalam 0,38 detik. Algoritma min2phase milik MIT, yang bukan sistem AI, menyelesaikan tiga kali lebih cepat dari DeepCubeA.


BACA JUGA

Google kembangkan AI untuk main gim sepakbola

AI DeepMind bisa selamatkan satwa langka

Sony pakai AI untuk hasilkan musik


Uniknya, para peneliti tidak begitu yakin bagaimana DeepCubeA menemukan cara untuk menyamakan seluruh warna pada rubik. Ada miliaran kemungkinan kombinasi pada rubik, tetapi hanya satu cara yang benar. Meski para ilmuwan menunjukkan AI hasil akhirnya, DeepCubeA harus mencari cara untuk mengatasi teka-teki agar dapat memiliki strategi paling akurat dan cepat.

Para peneliti mulai dengan versi simulasi dari rubik yang telah selesai, kemudian mengacaknya. DeepCubeA kemudian melatih dirinya untuk memecahkan teka teki selama dua hari, meningkatkan keterampilannya saat mencoba kombinasi yang semakin sulit. Menurut sebuah makalah yang diterbitkan di Nature, para peneliti memberikan DeepCubeA 10 miliar kombinasi dan mengharuskannya untuk memecahkan teka teki dalam sekitar 30 gerakan.

Kemudian AI diuji pada seribu kombinasi. Ia berhasil memecahkan teka-teki tersebut, dan melakukannya dalam jumlah minimum gerakan di sekitar 60 persen dari upayanya. Algoritma ini dapat menemukan solusi untuk gim lain termasuk puzzle geser, Lights Out dan Sokoban.

DeepCubeA menggunakan neural network bersama dengan teknik machine learning, di mana sistem AI belajar dengan mendeteksi pola dan berteori dengan sedikit input manusia. Tentu saja DeepCubeA tidak secara khusus dirancang untuk hanya memecahkan teka teki rubik. Algoritma yang dimilikinya dapat memiliki beberapa implikasi yang lebih luas.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: