sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id telkomsel
  • partner tek.id poco
  • partner tek.id samsung
  • partner tek.id realme
  • partner tek.id acer
Selasa, 05 Mar 2024 17:00 WIB

Affective computing: Hubungan emosi manusia dan kecerdasan buatan mulai terjalin

Sebuah penelitian baru mengungkapkan komputasi afektif mampu "merasakan" mood seseorang dari cara mereka mengetik pesan.

Affective computing: Hubungan emosi manusia dan kecerdasan buatan mulai terjalin

Teknologi terkini membuka jalan bagi mesin untuk semakin memahami dan berinteraksi dengan emosi manusia. Bidang yang menarik ini dikenal sebagai komputasi afektif, yang menggabungkan ilmu komputer, psikologi, dan neurosains. Komputasi efektif diprediksi akan membawa revolusi dalam cara manusia berinteraksi, tidak hanya dalam sektor kesehatan, layanan pelanggan, tetapi juga di dunia realitas virtual.

Sebuah penelitian baru yang diterbitkan dalam jurnal Intelligent Computing mengungkapkan komputasi afektif sebagai bentuk ilmu yang merangkum berbagai disiplin ilmu. Mengimajinasikan smartphone yang mampu "merasakan" mood seseorang dari cara mereka mengetik pesan atau berbicara, atau mobil yang dapat menyesuaikan musiknya dengan tingkat stres pengemudi di kemacetan. Ini adalah gambaran nyata dari masa depan teknologi afektif.

Dilansir dari scitechdaily.com (5/3), komputasi afektif tidak hanya tentang mengenali emosi, tetapi juga tentang memahami dan merespon-nya. Berbagai sektor telah mulai mengintegrasikan teknologi ini, mulai dari pendidikan hingga bisnis dan seni. Kecerdasan emosional menjadi kunci dalam meningkatkan hubungan antara manusia dan mesin, dan komputasi afektif menjanjikan kemajuan besar dalam hal ini.

Studi ini juga melibatkan analisis statistik menggunakan metode bibliometrik untuk meneliti tren dan pertumbuhan dalam bidang komputasi afektif. Meskipun pertumbuhan jumlah publikasi mengenai teknologi ini sempat mencapai puncaknya pada tahun 2019, sayangnya dampak pandemi menghentikan laju penelitian tersebut.

Data menunjukkan, Tiongkok mendominasi dalam publikasi teknologi tersebut, diikuti oleh Amerika Serikat, India, Inggris, dan Jerman. Jurnal-jurnal seperti IEEE Transactions on Affective Computing menjadi sumber pengetahuan utama bagi para peneliti di bidang ini.

Walaupun menjanjikan inovasi untuk masa depan, komputasi afektif menghadapi tantangan keberagaman budaya dan privasi. Dari pengenalan emosi yang lebih canggih hingga model klasifikasi sentimen yang halus, perkembangan ini menjanjikan pengalaman yang lebih autentik dalam interaksi manusia dan mesin.

Tinjauan ini menggarisbawahi tren penting, termasuk pengembangan dataset multimodal besar dan peningkatan dalam teknologi fusi multimodal. Komputasi afektif tidak hanya memperkaya teknologi semata, tetapi juga membuka pintu bagi inovasi di bidang seni, politik, dan musik.

Dengan demikian, masa depan komputasi afektif membawa harapan akan dunia yang lebih terhubung secara emosional antara manusia dan teknologi, membuka ruang bagi interaksi yang lebih mendalam dan berarti di masa depan.

Share
×
tekid
back to top